Uttaran: Episode Akash Membuktikan Cinta, Menjadi Pelayan di Rumah Keluarga Meethi. Mukhta-Vishnu Saling Suka


Kawans penggemar serial Uttaran, episode sebelumnya diceritakan bahwa Akash bertekad membuktikan dirinya berubah dan benar-benar tulus mencintai Meethi, ia minta diberi satu kesempatan dengan bersedia menjadi hamba atau pelayan di rumah keluarga Thakur. Semua tugas akan dilakukannya dengan senang hati, perlakuan apapun yang dididapatnya, akan diterima dengan lapanga dada, sebagai penebusan dosa masa lalunya karena telah membohongi Meethi dan semua keluarganya.

Cerita lengkapnya, baca di tulisan, Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari.

Semua orang duduk di lantai, mereka dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama: Tapasya, Meethi, Kanha, Divya & Vishnu. Tim kedua: Rathore, Jogi, Mukhta, Damini & Rohini.

Tapasya meminta Mukhta untuk mulai pertama. Mukhta mulai bernyanyi, Vishnu tersenyum. Mukhta minta tim 1 untuk mulai melanjutkan nyanyian. Mereka saling lempar, akhirnya Vishnu yang bernyanyi. Mukhta dan yang lain tersenyum. Tapasya pun menyanyikan suara perempuannya dengan menatap Rathore.

Uttaran Episode Akash Meraih Cinta Menjadi Pelayan Meethi Mukhta Vishnu Saling Suka

Kanha merasa gelisah mendengar nyanyian tersebut, ia akan bangkit saat Meethi merangkul kakaknya itu dengan sayang. Senyum Meethi langsung menghilang begitu melihat kemunculan Akash dengan minuman. Akash kembali ke dapur, memasak.

Tapasya meminta tim ke dua untuk menyanyi dengan huruf terakhir nyanyiannya. Tim ke dua kebingungan, tim pertama menghitung mundur saat Akash menyenandungkan sebuah nyanyian.

Semua yang hadir menunjukkan wajah serius. Akash menyajikan camilan sambil bernyanyi. Ia kemudian melihat Meethi dan berhenti. Semua menatapnya. Akash berbalik akan pergi saat Rathore menahannya.

Rathore bangun dan melepas mantelnya, “kita tidak harus membiarkan nyanyian tidak lengkap. Apa nyanyian yang sedang dinyanyikan?” Rathore mulai bernyanyi dan mengajak Mukhta dan Meethi menari. Semua kembali bergembira.

Meethi hampir saja terluka oleh diyas yang menyala dekat kakinya ketika Akash dengan sigap datang. Mereka berdua saling tatap. Rathore yang juga memperhatikan api lilin yang juga akan mengenai Meethi hendak memperingatkan, tapi Akash menyelamatkan Meethi tepat waktu.

Damini yang melihat aksi Akash berteriak. Semua orang yang bergembira berhenti dan memperhatikannya. Tapasya juga langsung marah. Kanha mau memukul AKash saat Jogi menghentikannya. Tapasya bicara bahwa Akash semakin sehari semakin berani. Kau harus ingat batasanmu. Ia pergi.

Ratahore menyusul ke kamar Tapasya, berhenti, mengetuk meminta izin masuk. Tapasya menemuinya. Rathore bersuara, “apa yang salah dengannya. Aku tahu kau tidak suka dia. Aku tahu kau akan mengatakan bahwa aku memihaknya, tetapi kau setidaknya harus melihat apa yang ia coba lakukan sebelum berteriak seperti itu.”

Tapasya ngedumel, “emang kau tidak lihat apa yang dia lakukan.”
Rathore menjelaskan, “dia melakukan apa yang suami akan lakukan untuk istrinya. Dia mencintainya, dia akan menjaga kehormatannya seperti orang lain.”
Tapasya marah, “apa dia mengerti arti dari hubungan suami istri? Apakah ada sesuatu yang masih tersisa dalam hubungan mereka sekarang?”

Meethi juga sedang berbicara dengan Jogi, “kakek, dia bisa melakukan apapun. Aku setuju aku menerima kondisinya. Itu kesalahan ku. Aku minta maaf, tapi tolong usir dia untuk pergi dari sini. Dia disini karena kakek telah memberi ijin. Dia akan pergi jika kakek memberitahunya. Katakan padanya untuk pergi, Kek.”

Sementara Rathore tidak mengerti mengapa semua membahas hal yang sama berulang kali. Dia ada disini selama 23 hari semua telah mengizinkannya. Dia mencoba untuk membuktikan cintanya pada kesempatan ini, kegiatan sederhana.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari


Kawans penggemar serial Uttaran tentunya sudah pada tau jika cinta Meethi Akash harus terpisah oleh dendam keluarga yang tak kunjung usai. Surbhi sudah kembali ke rumah keluarganya di Aatishgarh, ternyata sedang hamil. Akash yang sempat putus asa kembali bersemangat saat dikirim kembali oleh Agarth ke Mumbai untuk membawa Meethi kembali. Sementara itu Ekadish tetap tak ingin Akash dan Meethi bersatu, ia menelpon Damini dan mengancam, jika Meethi kembali bersatu dengan Akash, ia tak akan segan-segan membuat hidup Meethi seperti di neraka. Damini sampai kena serangan jantung, Akash mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan Damini. Meethi juga sempat melaporkan Akash ke polisi dengan alasan membohongi identitas saat menikahinya. Akash diciduk, tapi Rathore yang tau rasanya kehilangan orang yang dicintai coba membebaskan dan memberi Akash satu kesempatan lagi.

Kawans, yuks kita teruskan episode detail Uttaran Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, janji akan terpenuhi dalam 23 Hari.

Uttaran Akash Mencoba Meraih Cinta Meethi Dalam 23 Hari

Baca lebih lanjut

Kosem (Muhtesem Yüzyil: Kösem) Serial Baru Turki Yang Akan Jadi Pilihan Tontonan


Kawans, mulai tanggal 1 Juni 2016 stasiun televisi SCTV akan menayangkan salah satu serial Turki terbaru yang berjudul Kosem atau judul aslinya Muhtesem Yüzyil: Kösem atau Abad Kejayaan 2: Kosem (Inggris: The Magnificent Century: Kösem), yang season 1 nya sebanyak 27 episode dengan durasi tayang 125 – 150 menit diperkirakan berakhir pada 16 Juni 2016.

Serial Turki yang di negaranya sendiri merupakan serial baru, bisa jadi pilihan tontonan pemirsa televisi di Indonesia.

Wajah-Wajah Familiar Artis Turki Yang Ikut Main

Saya sendiri, sebelum serial Fatmagul di tayangkan di Indonesia, di stasiun ANTV, saat mencari-mencari informasi pemainnya, khususnya biodata artis Turki Beren Saat, justru menonton beberapa episode dari serial Muhtesem Yüzyil: Kösem ini di you tube 😀 .

Alasannya, gegara saya penasaran sama akting aktris Beren Saat yang meraih Turki 8x10px.png90,000 simbol lira per episode. Itu merupakan sebuah rekor untuk seorang artis dalam sejarah pertelevisian Turki.

Kosem Sultan Ahmed

Baca lebih lanjut