Serial Bollywood

Lonceng Cinta : Abhi Mengusir dan Memutuskan Persaudaraan Dengan Aaliya. Pragya Coba Mendamaikan


Sinopsis serial Lonceng Cinta (Kumkum Bhagya) episode sebelumnya mengisahkan bahwa Abhi bisa mengenali Aaliya yang mengambil alih posisi Bulbul sebagai pengantin wanita. Abhi marah besar. Semua orang mengatakan tindakan Aaliya adalah tindakan gila. Purab dan Pragya berhasil menemukan Bulbul.

Cerita lengkapnya baca ditulisan Lonceng Cinta : Abhi Pragya Saling Tidak Mau Kehilangan, Aaliya Mengambil Alih Posisi Bulbul di Ritual Pernikahan.

Purab dan Pragya berhasil membawa Bulbul turun ke ruangan yang dipergunakan sebagai altar pernikahan.

Aaliya yang melihat itu terkejut dan mengatakan seharusnya dia sudah mati sehingga aku bisa menikah dengan Purab. Continue reading “Lonceng Cinta : Abhi Mengusir dan Memutuskan Persaudaraan Dengan Aaliya. Pragya Coba Mendamaikan”

Iklan
Serial Bollywood

Mohabbatein Sinopsis : Ruhi Memberi Raman Sebagai Hadiah Untuk Ishita di Hari Ibu.


Episode Mohabbatein sebelumnya diceritakan bahwa Raman mengarang cerita cinta masa kuliah yang berhasil membuat Ishita cemburu. Dimana sebelumnya Ishita bercerita tentang mantan tunangannya. Tapi, sayangnya mereka berdua belum mengakui rasa yang sudah tumbuh dihati satu sama lain. Keduanya bertengkar lagi. Cerita lengkap dari kisahnya ada ditulisan ini, Mohabbatein Sinopsis : Raman Ishita Mulai Saling Cemburu, Getar-Getar Cinta Mulai Menyentuh Hati Mereka.

Raman dan Ishita terbungkus tirai. Raman memberitahu bahwa tangannya terjepit. Ishita juga mengatakan dia mengalami hal yang sama, ibu. Raman menatap Ishita, bagaimana untuk keluar sekarang, Sadhuram. Ishita balik nanya siapa Sadhuram. Raman mengatakan pencuri, kita bisa lepas dari ini saat semua orang datang. Ishita menunjukkan wajah ga enak, akan terlihat buruk. Raman cuek, kita tidak punya pilihan, tenanglah. Keluarga datang. Raman bilang  mereka datang.

Semua terkejut melihat Raman dan Ishita dalam posisi aneh begitu, “apa ini”
Romi nyahut kalau film Hollywood sedang berlangsung. Raman melototot, aku akan menamparmu. Cepat keluarkan kami, kami terjebak.
Tuan Bhalla bertanya bagaimana Raman dan Ishita masuk, kan dikunci dari luar. Mereka melihat krei  yang jatuh.

Ishita mengingatkan tangan Raman.
Romi mengatakan jika ia melihat Raman keluar dan mobil tidak ada. Raman menjelaskan bahwa mobil pergi ngisi bensin, aku kembali dan menerima telpon Tandon, sedang dia berada di kamar mandi. Romi mengucapkan maah, kau dapat masalah karena kami. Raman tak mempermasalahkan, dia bertanya acara makan malamnya dan apa Simmi baik-baik saja.

Tuan Bhalla memberitahu semua ok, sekarang ia sedang bicara dengan Pammi dan akan menyusul bersama Ruhi dan bayinya.
Raman diminta untuk istirahat. Raman dan Ishita keluar.

Tuan Bhalla bicara padaa istrinya kalau Raman dan Ishita sepertinya sedang ingin berdua, sehingga mereka tak menelpon mereka. Mereka jadi lebih dekat, ini hal baik.
Nyonya Toshi menginginkan anaknya Raman bahagia. Tuan Bhalla menenangkan istrinya tak usah khawatir, semua orang akan bahagia.

Parmeet bicara dengan dirinya dipenjara, apa yang Raman dan Ishita berpikir aku akan tetap dipenjara. Setelah aku keluar dari sini, maka,,
Ashok datang ke kantor polisi untuk masalah penipuan tanah. Mereka berdebat. Ia minta Inspektur memberikan doumen ke pengacaranya, inspektur bilang harus ikut prosedur. Ashok mengatakan semua terjadi karena Raman.

Ashok minta pengacara untuk membereskan, ia akan menelpon dan jalan ke area sel dan melihat Parmeet. Ashok berpikir bahwa ia merasa pernah melihat lelaki itu disuatu tempat, kemudian terbayang acara pesta holi sebelumnya. Ashok ingat, dia iparnya Raman, tapi apa yang dilakukannya disini.

Ashok mencari tau tentang masalah Parmeet pada inspektur. Inspektur menjelaskan bahwa Parmeet berusaha melecehkan istri Raman, Ishita.

Ashok kemudian menemui Parmeet. Parmeet langsung mengenali Ashok Khanna, musuh terbesar Raman. Ashok pun mengajukan penawaran, jika kau mau, aku bisa jadi temanmu. Kita memiliki musuh yang sama, pikirkan persahabatan denganku akan bisa menguntungkanmu atau tidak.

Raman dan Ishita ke kamar mereka. Tangan Raman terluka. Ishita meminta Raman duduk dan memperlihatkan lukanya. Raman menyodorkan lukanya. Ishita mengucapkan maaf, beri waktu dua menit, mulai mengobati luka Raman. Musik latar bermain.

Raman menatap Ishita. Ishita melihat Raman menatapnya, mereka saling kontak mata. Ishita terbayang saat Raman melakukan pertolongan pada lukanya. Musik Mohabbatein terus bermain dilatar.

Raman mengaduh kesakitan dan manggil ibu. Ishita bertanya apa yang terjadi. Nyonya Toshi datang dan bertanya apa yang terjadi juga.

Raman membuat Ishita malu dengan mengatakan telah membuat tangannya banyak mengeluarkan darah. Nyonya Toshi menegur Ishita. Raman mengatakan bahwa Ishita seorang dokter dan melakukan pertolongan pertama dan memintanya untuk melakukan dengan baik, bukan menambah luka. Nyonya Toshi meminta Ishita merawat Raman dengan benar, ia keluar. Ishita menutup pintu.

Ishita komplain ke Raman yang menyalahkannya didepan ibu mertuanya yang sudah kesal. Raman cuek, santai, aku hanya bercanda, kau tidak suka lelucon.
Ishita gondok, aku suka lelucon, tapi lihat tempat dan situasinya. Ia merasa punggungnya sakit.

Raman menanyakan apa yang terjadi pada Ishita dan minta diperlihatkan. Ishita bilang bukan apa-apa. Raman membuat Ishita duduk. Ishita bilang sepertinya keseleo. Raman bilang kau kan dokter, katakan padaku apa yang harus dilakukan saat keseleo. Raman meminta Ishita menyibakkan rambutnya. Ishita melakukan. Raman memijat pundak belakang Ishita. Dan Simmi datang karena mencemaskan Raman yang terluka. Simmi terkejut melihat keduanya begitu dekat.

Simmi bilang ia akan datang nanti, ia keluar. Simmi teringat kata-kata Raman dan berujar, apa yang kau pikirkan, kau merusak pernikahanku dan mendapatkan cinta Raman. Aku tidak akan membiarkan ini terjadi.

Tandon memberikan kejutan pada Trisha dengan datang ke India. Dia mengucapkan terima kasih pada Nyonya Madhu yang telah menjaga Trisha. Dia membawakan hadiah dan berterima kasih pada tuan Iyers.

Tandon menginginkan keduanya datang berkunjung ke rumahnya untuk acara Trisha. Dia memang tamu Raman tapi kini Trisha sekarang jadi putri mereka, jadi tidak boleh menolak. Mihir melihat wajah Mihika dan menjadi kesal.

Mohabbatein Ruhi Memberikan Raman Pada Ishita  sebagai Hadiah Hari Ibu

Raman dan Ishita datang untuk menyambut Tandon. Ishita melihat wajah Mihir yang kesal.

Tandon memuji Mihir dan mengatakan bahwa keluarga Iyers akan mengatur pernikahan Trisha. Ia menegaskan, Trisha sekarang Ishita sudah ada dan dia akan mengatur semuanya. Raman mengatakan ayah sudah melihat tempat, mereka akan pergi dan lihat dekorasinya. Raman dan Tandon kemudian berangkat ke kantor yang diikuti Mihir.

Ishita menemui Mihir disebuah restoran dan bertanya mengapa Mihir melakukan pertunangan ini. Mihir menjawab, kau tahu itu. Ishita menebaknya, untuk Raman, karena ia sudah banyak berbuat baik padamu. Aku tahu kau menyukai Mihika, maka mengapa kau lakukan ini.

Mihir beralasan, Raman selalu mengambil keputusan yang tepat dalam hidupku. Ishita mengingatkan bahwa Mihir yang akan menjalani kehidupannya. Mihir menjelaskan bahwa hidupnya adalah Raman. Pernah aku ceroboh dalam hidup, tapi Raman menuntunku kembali. Hidupku seperti ini karena dia, dia tidak akan mengambil keputusan salah untukku. Dia memintaku untuk menikah dengan Trisha, jadi aku sedang melakukannya. Aku tahu kau mengkhawatirkanku, tapi aku harap kau mengerti.

Klik untuk membaca Mohabbatein sinopsis episode Ruhi Memberi Raman Untuk Ishita sebagai hadiah.

Serial Bollywood

Mohabbatein Sinopsis : Raman Ishita Mulai Saling Cemburu, Getar-Getar Cinta Mulai Menyentuh Hati Mereka


Episode sebelumnya Raman berhasil mendapatkan bukti bahwa Ishita tidak seperti yang dituduhkan Parmeet. Raman berhasil mendengar pengakuan Sakira yang juga mengalami pelecehan. Parmeet akhirnya dikirim ke penjara oleh Bala. Cerita dari kisah lengkapnya baca di tulisan, Mohabbatein Sinopsis: Raman Membuktikan Ishita Tidak Bersalah Dalam Kasus Pelecehan Parmeet.

Nyonya Toshi datang menemui Simmi. Simmi yang diam dalam gelap meminta ibunya itu tidak menyalakan lampu. Simmi menangis dan bilang ga bisa tidur, hidupnya hancur, suaminya ditendang keluar rumah gara-gara wanita itu. Ia baru datang beberapa hari, tapi sudah menghancurkan hidupnya. Mereka telah mengalahkan Parmeet dan mengirimnya ke penjara. Tidak usah mengatakan apapun, semua orang melihat hidupku hancur.

Simmi marah pada ibunya, kita pembohong, mengapa kau menemuiku, pergilah ke Ishita. Kami sudah hancur.
Nyonya Toshi menenangkan Simmi untuk tidak bicara seperti itu. Ia bisa memahami rasa sakit Simmi. Ishita menantu, tapi Simmi putrinya. Jangan seperti itu, hayo kesini dan mari makan.

Simmi menolak, ia tidak bisa melihat wajah Ishita. Continue reading “Mohabbatein Sinopsis : Raman Ishita Mulai Saling Cemburu, Getar-Getar Cinta Mulai Menyentuh Hati Mereka”

Serial Bollywood

Mohabbatein Sinopsis: Raman Membuktikan Ishita Tidak Bersalah Dalam Kasus Pelecehan Parmeet


Kawans, tulisan ini buat penggemar serial ini yang ga sempat nonton yaa 🙂

Sinopsis Mohabbatein episode sebelumnya Ishita merasa sangat kesal terhadap pelecehan yang dilakukan iparnya Parmeet. Apesnya dia tidak bisa berbagi pada siapapun karena Simmi membela suaminya itu dan ibu mertuanya Nyonya Toshi malah membela Parmeet.

Cerita lengkapnya baca ditulisan ini : Mohabbatein Sinopsis Parmeet Menggoda Ishita.

Ishita meminta Sarika memastikan apa Parmeet yang telah melakukan pelecehan padanya di Dubai.
Sarika mengiyakan, “dia telah banyak menyusahkan ku dikantor.”

Mohabbatein Raman Membuktikan Ishita Tidak Baersalah Dlm Kasus Pelecehan Parmeet

Ishita memikirkan kebohongan Parmeet, “dia menceritakan kisah yang berbeda dikasus ku ini.”
Sarika juga menjelaskan, “aku tahu ia mengambil uang darimu, tapi ia tidak memberiku banyak uang. Dia mengancamku. Aku mendukungnya untuk meminta uang karena ibuku sakit. Dia memberiku Rs 3 lakh.”

Ishita memberitahu, “kami memberinya Rs 15 lakh. *terbayang Raman yang memberi uang* Luar biasa, seperti pembohong besar. Ia menipu kami setiap hari. Ia selalu berbohong padaku. Ia pertama melecehkanmu dan sekarang aku. Aku tidak percaya bahwa menantu keluarga kami bisa melakukan hal ini. Ia adalah orang yang berbahaya. Ia tidak akan berhenti berbuat. Ia akan mengulang ini lagi.”

Di rumah, Parmeet mengemas tasnya.
Simmi bertanya, “kau mau kemana.”
Parmeet mengatakan bahwa mereka harus pergi dari sini.
Nyonya Toshi bertanya, “hei, apa yang terjadi.”
Parmeet nyahut, “kami akan pindah dari sini ke ruangan lain.”
Nyonya Toshi ceramah, “kau akan tinggal di rumah petak. Pegawai kita yang tinggal disana.”
Parmeet sok terima keaadaan, “kami akan menyesuaikan disana.”
Simmi jadi khawatir, “tolong beritahu aku, apa ada yang bilang sesuatu.”
Nyonya Toshi juga meminta Parmeet untuk tidak khawatir tentang Ishita.
Simmi juga mengingatkan, “aku kan sudah memberitahu mu, itu sudah berakhir.”

Parmeet mengatakan bahwa ini rumah Raman dan istrinya.
Nyonya Toshi tentu saja membantah itu, “tidak. Ini rumah suamiku.”
Parmeet memanfaatkan situasi, “tidak, ini tidak boleh mengganggu hubungan keluarga.”
Nyonya Toshi meyakinkan, “aku seperti ibumu, jangan pergi.”
Simmi memeluk Parmeet, “jika kau tidak disini, kita akan menjadi tunawisma.”
Parmeet kayak luluh, “baik-baik, aku akan tinggal disini. Mari kita nonton film dan makan malam.”
Nyonya Toshi kegirangan.

Parmeet tersenyum dan berpikir, “Ishita, semua orang akan pergi untuk nonton film dan kita bisa lebih dekat.”

Sementara itu, Ishita masih bicara dengan Sarika, “aku akan membantumu. Dia melakukan kesalahan. Apa aku harus beritahu suamiku sekarang. Aku akan menunjukkan padanya tempatnya. Aku akan memberitahu semua orang tentang dia. Aku akan membuat dia dihukum, tapi aku butuh bantuanmu.”

Sarika bilang, “bantuan?”
Ishita menjelaskan, “kau akan membantuku.”
Sarika setuju, “ya, aku akan membantumu.”
Ishita menegaskan, “sekali kebenarannya keluar, dia tidak akan bisa melecehkan siapapun.”

Di Mumbai, Shagun memberitahu Ashok, “Aditya tidak sehat. Kami coba untuk menghubungimu. Bagaimana kau bisa begitu tidak bertanggung jawab.”
Ashok membela diri, “aku datang kesini untuk bisnis. Ponselku di silent.”
Shagun meradang, “kau mabuk. Selalu ada pasang surut dalam bisnis. Bukan berarti kau menjadi Dewa. Kita akan ke Delhi, Aditya tidak baik.”
Ashok memutuskan, “tidak, biarkan dia beristirahat disini.”

Dokter datang untuk melihat kondisi Aditya, “Raman yang telah memintaku.” Ashok tampak tak mengerti.

Di kediaman Bhalla, Parmeet yang datang berkata, “mari kita pergi.”
Semua orang bersiap-siap.
Parmeet bertanya pada Rinky dimana Ishita.
Rinky mengeluarkan ponselnya, “telpon kakak tidak aktif.” Kemudian melanjutkan menelpon klinik. Petugas yang menjawab bahwa Ishita sudah meninggalkan tempat praktek.

Parmeet merebut ponsel dari Rinky dan bicara dengan penjaga klinik, “bisa tanya resepsionisnya.” Si penjaga bilang jika Ishita keluar bersama Sarika.

Parmeet jadi tegang, bergumam, “semoga Sarika tidak mengatakan apa-apa pada Ishita. Jika mereka bersengkokol, mereka tidak akan melepaskanku. Aku harus memikirkan sesuatu.”

Di Mumbai, dokter memberitahu Shagun bahwa Aditya baik-baik saja, hanya perlu makanan ringan. Si dokter juga jelaskan, “Raman mengatakan padaku bahwa dia dengan Aditya sepanjang malam.” Dokter pun keluar.
Ashok yang masih belum tahu situasinya menatap Shagun, “Raman disini sepanjang malam.” Shagun tak bisa mengelak, “begitulah, Aditya tidak sehat.”

Ashok marah, “dia merebut semuanya dariku, pertama bisnisku dan sekarang ke kamar tidurku. Aku akan beri pelajaran dia.”
Shagun coba menenangkan, “reaksimu terlalu berlebihan.”

Mihir sedang bicara lewat telpon pada Raman, “Ishita baik-baik saja. Bibi juga mengatakan semua baik-baik saja. Apa aku harus memastikannya nanti malam.”

Raman yang sedang berkemas mengatakan tidak perlu, dia akan nyampai rumah sekitar jam 11 malam. Raman menutup telpon.

Ashok munncul dikamar hotel Raman, “apa yang kau lakukan dikamar tidurku.”
Raman sebelumnya protes karena Ashok ga sopan main nyelonong aja, “pikiran murahan dari manusia murahan. Aku dengan anakku.”

Ashok tak percaya, “kalian berdua merencanakan semuanya biar anak itu sakit.”
Raman meradang, “hentikan omong kosong ini.”
Ashok kayak ngancam, “Shagun mantan istrimu, dia meninggalkanmu dan tinggal bersamaku.”

Raman tak berminat meladeni Ashok, “aku harus bersiap-siap sekarang, keluar dari sini. Kalau tidak aku akan mengambil 40% proyek yang untukmu itu. Aku sudah menikah dan bahagia.”

Ashok ngejek dan tak percaya dengan apa yang dikatakan Raman.
Raman meladeni, “sekarang pernikahanku sudah menjadi sebuah hubungan. Kau tidak akan memahami hal seperti itu.”

Setelah Ashok keluar, Raman coba menelpon Ishita kembali tapi tetap mati. Ia berharap semua baik.

Ashok yang kembali ke kamarnya bilang pada Shagun bahwa dia akan telpon Ishita dan memberitahu bahwa Raman bersama Shagun sepanjang malam.
Shagun tak setuju, “kau mau membuat namaku hancur.”
Ashok ngejek Shagun, “kau? Apa yang kau pikirkan, kau bukan Nyonya Khanna atau pun Nyonya Bhalla.”

Shagun coba meredakan keinginan Ashok untuk menghancurkan Raman, “kau tahu benar bahwa tidak ada yang terjadi diantara kami.”
Ashok malah meragukan Shagun, “ketika kau masih istri Raman, kau lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku. Saat Raman membaik, kau kembali mendekatinya. Kau seorang oportunis.”
Shagun kesal, “kau menjijikkan.” kemudian meninggalkan Ashok.

Ashok menelpon nomer Ishita, tak bisa. Ia bergumam, “aku tahu siapa yang harus ku telpon sekarang.”

Halaman berikutnya Mohabbatein Sinopsis Raman Membuktikan Ishita Benar

Serial Bollywood

Mohabbatein Sinopsis : Parmeet Menggoda Ishita


Mohabbatein episode sebelumnya sudah pada nontonkan? Ruhi tidak ingin Ishita terlihat seperti wanita kuno seperti yang diocehkan Shagun. Ruhi mengajak Raman untuk membelikan Ishita sebuah gaun. Raman sengaja membelikan Ishita gaun ukuran small. Ia bermaksud mengerjai Ishita yang akan melakukan apa saja permintaan Ruhi. Ishita tak kehilangan akal, ia pun memperbesar ukuran gaun warna hijau pilihan Ruhi tersebut hingga pas di badannya.

Raman yang hendak meeting ke Mumbai ternyata pesawatnya delay dan terpana melihat Ishita dalam balutan gaun hijau yang dikiranya takkan muat itu. Raman pun tahu kalau Ishita sudah merombak itu gaun. Ia pun melepaskan kancing bajunya dan pura-pura mencari kotak penyimpanan alat jahit. Ishita tanpa sengaja mengatakan bahwa kotak itu ada ditempatnya setelah dia menaroh semalam setelah memperbesar gaunnya.

Raman pun tersenyum lebar dan menunjukkan kecurangan Ishita. Ishita mau menjahitkan kancing baju Raman yang sengaja dilepas itu. Raman maunya Ishita menjahitkan kancingnya tanpa melepas pakaiannya, jadilah mereka berdiri berhadapan dan saling tatap, diiringi musik Yeh Hai Mohabbatein. Continue reading “Mohabbatein Sinopsis : Parmeet Menggoda Ishita”