Ashoka: Prosesi Penobatan Sushima Sebagai Penguasa Sementara Magadh


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, perlombaan untuk memilih penguasa sementara sudah selesai, karena nilai Ashoka Sushima sama kuat, juri memberikan suara dengan menggunakan koin. Sushima menang, karena Calata mempengaruhi dua juri yang awalnya mendukung Sushima, tapi sempat terkesima dengan pemikiran Ashoka. Calata mengingatkan kenyamanan yang sekarang dimiliki juri, jika Ashoka yang menang, semua kenyamanan itu akan dicabut demi kemakmuran yang merata pada rakyat. Juri sadar, Ashoka calon penguasa sempurna, tapi belum siap. Kalah dalam lomba, karena juri tidak sanggup menerima perubahan dari pemikiran Ashoka yang tentu saja berdampak dengan fasilitas hidup yang sudah mereka dapatkan.

Ashoka #185 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #185, di ruangannya, permaisuri Noor Khorasan menunggu gelisah pelayan yang sedang mempersiapkan kebutuhannya, “pelayan, berapa lama untuk membungkus barang-barang itu. Cepatlah sedikt!”. Baca lebih lanjut

Iklan

Ashoka: Calon Penguasa Sempurna, Tapi Belum Siap. Kalah Dalam Lomba, Karena Juri Tidak Sanggup Menerima Perubahan Dari Pemikiran Ashoka.


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, tiga tahap perlombaan ilmu pengetahuan untuk memilih siapa yang berhak sebagai penguasa sementara antara Sushima dan Ashoka sudah selesai. Di tahap ke empat, nilai Ashoka dan Sushima sama, juri harus mengambil keputusan yang sulit, semua menunggu dengan diliputi ketegangan.

Ashoka #184 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #184, di ruang tunggu istana, Yang Mulia Bindusara mondar mandir dengan gelisah. Ibu suri Helena ikut mengungkapkan pertanyaannya yang semakin membuat suasana menunggu hasil pengumuman juri jadi semakin tegang, “kenapa hasilnya masih belum diumumkan”. Baca lebih lanjut

Ashoka: Membulatkan Tekad, Sushima Memancing Emosi Ashoka Menjelang Pemilihan Penguasa Sementara Magadh


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Maha Amartya Calata memberi usul pada Yang Mulia Bindusara agar memilih penguasa sementara selama Yang Mulia Bindusara dan Chanakya meninggalkan Pataliputra, dengan mengadakan perlombaan antara pangeran Sushima dan pangeran Ashoka, Bindusara setuju. Sebagai guru, Chanakya merasa kalau Ashoka belum siap untuk ilmu pemerintahan kerajaan secara teori, dan itu tidak bisa diajarkan dalam satu hari. Chanakya hanya memberitau Ashoka bahwa kekuatan utamanya ada pada hatinya, tapi itu sekaligus kelemahannya. Chanakya juga berpesan, Ashoka harus bisa mengendalikan hatinya dengan pikiran jernih.

Pilihan Chanakya yang tak mengajarkan ilmu apa-apa pada Ashoka membuat Radhagupt risau, Ashoka bisa kalah. Tapi Chanakya menenangkan Radhagupt, ini hanya pemilihan penguasa sementara, bukan pewaris, kalau pun kalah, Ashoka akan banyak belajar dari hal itu. Ashoka itu seperti api, ia bisa memberi manfaat dengan kehangatannya, juga bisa membakar dan membinasakan semuanya dengan panasnya, jadi biarkan dia mencari jalannya sendiri.

Ashoka #180 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #180 , Ashoka mempersiapkan diri di kamarnya dengan memegang pedang Chandragupta miliknya, ia mengingatkan dirinya sendiri, “tulisan jauh lebih tajam dari pedang. Baca lebih lanjut