Solo Traveling, Bebas Mati Gaya di Penginapan Dengan Traveloka Xperience


Solo Traveling Seru Traveloka Xperience

Traveling itu memang sangat seru bersama teman seperjalanan. Akan tetapi, selalu ada kondisi yang mengharuskan kita untuk melakukan perjalanan sendirian alias solo traveling. Apesnya, kalau perjalanan sendiri itu secara mendadak, tanpa direncanakan sebelumnya. Dalam situasi seperti itu pasti bingung mau ke mana dan melakukan apa. Karena merasa ga nyaman, akhirnya memilih diam di penginapan sambil menghitung detik yang terlewatkan percuma dalam rasa bosan. Jika saat itu di ponselmu selalu ada aplikasi Traveloka Xperience, Kamu akan terbebas dari rasa mati gaya seperti itu!

Pengalaman Pertama Tak Mengenakkan di Surakarta, Tertinggal Bus. Harus Menunggu Selama 12 Jam Dengan Bengong

Aku ke Solo sendiri untuk pertama kalinya sekitar 17 tahun yang lalu. Baca lebih lanjut

Kisah Uttaran: Terbongkarnya Kebohongan, Kehilangan Bayi & Pernikahan Tapasha-Raghuvendra, Kehamilan Ichcha.


Kawans penggemar serial Uttaran yang penasaran dengan bocoran dari kelanjutan kisah Uttaran: Pernikahan Mendadak Veer-Ichcha, Terungkapnya Kebenaran Kematian Ayah Kandung & Pengakuan Kehamilan Tapasya. Apakah Ichcha yang sudah jadi istri syah Veer akan ‘tersingkir’ dari kehidupan Veer, oleh Tapasya dan ‘anak’ yang dikandungnya? Kejahatan itu hanya menang sementara, kebenaran akan muncul lewat jalannya sendiri.

Oiya, satu hal yang perlu diingat bagi kawans penggemar serial ini. Uttaran ini saat tayang di kanal aslinya Colors TV, salah satu serial kejar tayang dengan episode yang panjang. So, kawans tidak perlu heran bin bingung saat melihat kemunculan karakter baru atau skenario agak sedikit berbelok di luar perkiraan sebelumnya, itu mah biasa. Sama kayak sinetron Indonesia yang kejar tayang, naskah selesai ketik, langsung shooting, atau malah pemain yang menunggu naskahnya. Nyantai aja, nikmati tayangan sebatas tontonan, lihat pesan kebaikan yang ingin disampaikan aja.

Di Uttaran, awalnya Tapasya dan Nani hanya akan berakting Tapasya pura-pura hamil untuk menghambat kebahagiaan Ichcha dalam pernikahannya. Eh ternyata Tapasya hamil beneran. Si Tapasya yang memang tak rela Ichcha menikah dengan Veer, tentu saja semakin kesenangan, ia mengira bakal bisa memanfaatkan bayi yang dikandungnya untuk mendapatkan cinta Veer.

Uttaran Pernikahan Tapasya Rathore

Keluarga Bundela, khususnya Mai karena dibilang yang sedang dikandung Tapasya adalah anaknya Veer, tentunya bersikeras untuk membawa Tapasya ke rumah demi merawat calon cucunya. Tapasya sempat memainkan trik agar dia nantinya diperlakukan bak seorang ratu di rumah Bundela, setelah sebelumnya terusir.

Awalnya Veer sempat menolak Tapasya untuk tinggal di rumah keluarganya, karena ia tak ingin pernikahannya dengan Ichcha terusik. Ichcha yang berhati lembut mengingatkan Veer bahwa Tapasya sudah berubah dan sebagai calon ayah, Veer harus bertanggung jawab. Veer tetap tidak percaya kalau Tapasya bisa berubah. Akhirnya disepakati Tapasya tinggal di rumah Bundela sampai anak yang dikandungnya lahir. Tapasya yang merasa tak nyaman, merasa ‘sendiri’ di rumah keluarga Bundela, akhirnya berhasil mengajak Nani untuk menemaninya.

Suatu pagi, Nani sudah mengatur agar Tapasya yang akan melakukan USG kehamilannya bisa ditemani oleh Veer. Diluar dugaan mereka, Veer malah ingin mengajak Ichcha serta. Tapasya hanya berkata pasrah pada Nani, itu tindakan yang wajar, Veer-Ichcha kan suami istri, jadi kemanapun mereka harus selalu bersama. Nani tidak kehilangan ide agar Ichcha jangan sampai ikut, ia tidak menolak keinginan Veer secara langsung, akan tetapi mengatakan bahwa benar seorang istri harus selalu menemani seorang suami, tapi apa ibu si bayi akan merasa nyaman.

Mendengar hal itu, Gunwanti bertanya apa yang diinginkan Tapasya. Tapasya tentu saja menyambar kesempatan ini dengan baik. Dengan sedikit agak emosional ia memberitau keinginannya dengan polesan yang sangat baik, dia tidak ada masalah dengan keikutsertaan Ichcha. Tetapi, sebagai seorang ibu, dia hanya ingin dia dan ayah bayinya yang melihat calon bayinya untuk pertama kali. Mendengar ucapan Tapasya yang seperti orang tulus, tentu saja Ichcha dengan ikhlas meminta Tapasya untuk pergi ke rumah sakit berdua dengan Veer.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Ashoka: Di Tahan. Ahankara Salah Tafsir, Dikira Ashoka Mencintainya, Ternyata Hanya Pengorbanan Persahabatan


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang sudah berhasil menyelamatkan adiknya Ahankara, begitu melihat Sushima menyiksa Ahankara dan ingin menjatuhkannya dari jendela, rasa kemanusian Ashoka terpanggil. Ashoka sebagai Agradot membalaskan penganiayaan & mengaku sebagai penyerang Sushima untuk selamatkan Ahankara, dari kemurkaan Bindusara yang ingin menebaskan pedang ke arah sang putri yang juga calo mantunya itu, tanpa mencari tau secara lengkap apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya menganalisa berdasarkan ketakutan yang di perlihatkan Ahankara saat ditanya siapa yang menusuk Sushima.

Ashoka #215 00 episode

Sinopsi serial Ashoka #215, Dharma yang gelisah dengan keselamatan Ashoka masih berjalan di lorong dengan setengah berlari menuju kamar Ahankara, tempat terjadinya keributan. Dari luar, dai pintu yang terbuka, ia melihat Bindusara menampar Ashoka dengan keras, hingga hidung Ashoka mengeluarkan darah.

Dharma yang baru sampai di pintu terkejut, Ahankara terkejut, begitu juga dengan Radhagupt. Sementara ibu suri Helena menyembunyikan tarikan nafas leganya agar tak begitu kentara kalau ia senang Bindusara tak lagi menyayangi Ashoka sepenuh hati, begitu juga dengan Calata yang menunjukkan wajah senang karena ia akan mudah menghasut pikiran Bindusara dan menempatkan Sushima di hati Bindusara sebagai anak kesayangan.

Di ruang perawatan, permaisuri Chrarumitra masih memandangi wajah Sushima yang masih belum sadar, dengan mata berkaca. Tabib memegang tembikar yang tergantung, yang menampung tetesan air sebagai penanda waktu. Charumitra menanyakan kenapa Sushima masih belum siuman juga. Tabib coba menjelaskan kondisi luka yang dialami Sushima. Charumitra marah pada tabib yang belum juga memberikan kemajuan hingga mencekik sang tabib dan mengancamnya, jika terjadi apa-apa pada Sushima, ia tak akan memberi ampun pada sang tabib. Tabib sampai mengerucut ketakutan.

Di TKP, Bindusara menatap Ashoka dengan marah. Ashoka melirik mata ayahnya, mengerti kekecewaan yang dirasakan sang ayah sambil mengusap pipinya yang bekas di tampar. Tapi Ashoka tetap memilih diam dan menanggung semua kesalahan untuk menyelamatkan sahabatnya Ahankara. Dharma yang terkejut, terbelalak dengan mata berkaca melihat Ashoka mendapat tamparan seperti itu. Ashoka sendiri juga meneteskan air mata dalam diam.

Ashoka #215 01 episode

Dharma yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya, bergegas mendekat dan berdiri di sebelah Bindusara. Dharma yang dalam kondisi tidak dipengaruhi sihir Charumitra, menanyakan kesalahan yang dilakukan Ashoka hingga harus mendapat tamparan seperti itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :