Ashoka: Ingin Disingkirkan, Di tuduh Merencanakan Penculikan Dirinya Sendiri & Hak Pangerannya di Cabut Oleh Sushima Sang Penguasa Sementara


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Permaisuri Charumitra memberi tau tentang rencana penyingkiran Ashoka pada ibu suri Helena. Di pihak lain, Gulka yang sedang mengincar Yang Mulia Bindusara, membuat trik dengan melempar kalajengking, kemudian bersikap seakan ingin menyelematakan Yang Mulia Bindusara, tapi malah dia sendiri yang di gigit kalajengking tersebut sehingga Bindusara merasa berhutang nyawa padanya. Saat tabib yang mengobati Gulka tidak terpengaruh sengatan kalajengking, Gulka membunuh sang tabib agar rahasianya sebagai wanita beracun tidak sampai ke telinga Bindusara. Di pihak lain, orang suruhan Maha Amartya Calata mendorong Ashoka dari ketinggian dengan tendangannya. Akramak dari kejauhan hanya bisa melihat Ashoka terjatuh.

Ashoka #193 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #193, Dharma sedang bersimpuh melakukan pemujaan di depan simbol Shiwa, Sushima dan Akramak menghampirinya. Sushima mengambil gerabah berisi air pemujaan yang ada di dekat tungku, menyiramkannya ke perapian, yang nyalanya sedang di pertahankan Dharma dengan melemparkan bahan-bahan pemujaannya. Dharma terkejut dengan sikap Sushima yang memadamkan api pemujaan yang dilakukan untuk mendoakan Ashoka. Dharma bangkit dari duduknya, menatap Sushima tak mengerti.

Sushima yang sikap berdirinya lebih di depan, tanpa melihat Dharma memberi tau dengan nada sedih, “kita tidak berhasil menyelamatkannya”. Dada Dharma turun naik dengan tatap terkejut. Akramak yang berdiri tak jauh dibagian belakang, menundukkan wajah sedih. Sushima menambahkan, “Ashoka telah tiada”. Dharma meminta kepastian apa yang di dengarnya dengan menoleh ke arah Akramak yang langsung memberikan keterangan, “aku sendiri melihat dia jatuh. Ia jatuh dari ketinggian, dan,,”.

Ashoka #193 02 episode

Dharma langsung memotong penjelasan Akramak, “ini tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi!”, dengan menahan isyak bercampur kemarahan.

Sushima dengan wajah tertunduk, seakan sedih, meyakinkan, “itulah yang terjadi”. Dharma tetap tidak percaya, “tidak, kau berbohong. Kenapa kalian bohong?! Ini tidak mungkin terjadi, tidak”, kemudian berlari meninggalkan tempat pemujaan itu. Akramak hanya bisa mengikuti dengan tatapannya, permaisuri Dharma yang menjauh, yang terlihat sangat terpukul.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Ashoka: Prosesi Penobatan Sushima Sebagai Penguasa Sementara Magadh


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, perlombaan untuk memilih penguasa sementara sudah selesai, karena nilai Ashoka Sushima sama kuat, juri memberikan suara dengan menggunakan koin. Sushima menang, karena Calata mempengaruhi dua juri yang awalnya mendukung Sushima, tapi sempat terkesima dengan pemikiran Ashoka. Calata mengingatkan kenyamanan yang sekarang dimiliki juri, jika Ashoka yang menang, semua kenyamanan itu akan dicabut demi kemakmuran yang merata pada rakyat. Juri sadar, Ashoka calon penguasa sempurna, tapi belum siap. Kalah dalam lomba, karena juri tidak sanggup menerima perubahan dari pemikiran Ashoka yang tentu saja berdampak dengan fasilitas hidup yang sudah mereka dapatkan.

Ashoka #185 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #185, di ruangannya, permaisuri Noor Khorasan menunggu gelisah pelayan yang sedang mempersiapkan kebutuhannya, “pelayan, berapa lama untuk membungkus barang-barang itu. Cepatlah sedikt!”. Baca lebih lanjut

Ashoka: Calon Penguasa Sempurna, Tapi Belum Siap. Kalah Dalam Lomba, Karena Juri Tidak Sanggup Menerima Perubahan Dari Pemikiran Ashoka.


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, tiga tahap perlombaan ilmu pengetahuan untuk memilih siapa yang berhak sebagai penguasa sementara antara Sushima dan Ashoka sudah selesai. Di tahap ke empat, nilai Ashoka dan Sushima sama, juri harus mengambil keputusan yang sulit, semua menunggu dengan diliputi ketegangan.

Ashoka #184 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #184, di ruang tunggu istana, Yang Mulia Bindusara mondar mandir dengan gelisah. Ibu suri Helena ikut mengungkapkan pertanyaannya yang semakin membuat suasana menunggu hasil pengumuman juri jadi semakin tegang, “kenapa hasilnya masih belum diumumkan”. Baca lebih lanjut