Ashoka: Di Tahan. Ahankara Salah Tafsir, Dikira Ashoka Mencintainya, Ternyata Hanya Pengorbanan Persahabatan


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka yang sudah berhasil menyelamatkan adiknya Ahankara, begitu melihat Sushima menyiksa Ahankara dan ingin menjatuhkannya dari jendela, rasa kemanusian Ashoka terpanggil. Ashoka sebagai Agradot membalaskan penganiayaan & mengaku sebagai penyerang Sushima untuk selamatkan Ahankara, dari kemurkaan Bindusara yang ingin menebaskan pedang ke arah sang putri yang juga calo mantunya itu, tanpa mencari tau secara lengkap apa yang sebenarnya terjadi. Ia hanya menganalisa berdasarkan ketakutan yang di perlihatkan Ahankara saat ditanya siapa yang menusuk Sushima.

Ashoka #215 00 episode

Sinopsi serial Ashoka #215, Dharma yang gelisah dengan keselamatan Ashoka masih berjalan di lorong dengan setengah berlari menuju kamar Ahankara, tempat terjadinya keributan. Dari luar, dai pintu yang terbuka, ia melihat Bindusara menampar Ashoka dengan keras, hingga hidung Ashoka mengeluarkan darah.

Dharma yang baru sampai di pintu terkejut, Ahankara terkejut, begitu juga dengan Radhagupt. Sementara ibu suri Helena menyembunyikan tarikan nafas leganya agar tak begitu kentara kalau ia senang Bindusara tak lagi menyayangi Ashoka sepenuh hati, begitu juga dengan Calata yang menunjukkan wajah senang karena ia akan mudah menghasut pikiran Bindusara dan menempatkan Sushima di hati Bindusara sebagai anak kesayangan.

Di ruang perawatan, permaisuri Chrarumitra masih memandangi wajah Sushima yang masih belum sadar, dengan mata berkaca. Tabib memegang tembikar yang tergantung, yang menampung tetesan air sebagai penanda waktu. Charumitra menanyakan kenapa Sushima masih belum siuman juga. Tabib coba menjelaskan kondisi luka yang dialami Sushima. Charumitra marah pada tabib yang belum juga memberikan kemajuan hingga mencekik sang tabib dan mengancamnya, jika terjadi apa-apa pada Sushima, ia tak akan memberi ampun pada sang tabib. Tabib sampai mengerucut ketakutan.

Di TKP, Bindusara menatap Ashoka dengan marah. Ashoka melirik mata ayahnya, mengerti kekecewaan yang dirasakan sang ayah sambil mengusap pipinya yang bekas di tampar. Tapi Ashoka tetap memilih diam dan menanggung semua kesalahan untuk menyelamatkan sahabatnya Ahankara. Dharma yang terkejut, terbelalak dengan mata berkaca melihat Ashoka mendapat tamparan seperti itu. Ashoka sendiri juga meneteskan air mata dalam diam.

Ashoka #215 01 episode

Dharma yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya, bergegas mendekat dan berdiri di sebelah Bindusara. Dharma yang dalam kondisi tidak dipengaruhi sihir Charumitra, menanyakan kesalahan yang dilakukan Ashoka hingga harus mendapat tamparan seperti itu.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Iklan

Ashoka: Sebagai Agradot Membalaskan Penganiayaan & Mengaku Sebagai Penyerang Sushima Untuk Selamatkan Ahankara


Cerita serial Ashoka episode sebelumnya, Ashoka harus bertarung untuk menyelamatkan adik putri Ahankara yang di sandera oleh orang Sushima. Dilain pihak, Yang Mulia Bindusara mengumumkan Agradot sebagai seorang pengkhianat negara, siapa yang berhasil menangkapnya baik hidup atau mati, akan diberi hadiah seratus keping emas. Semua karena hasutan Sushima yang sudah tau Agradot adalah Ashoka yang menyamar. Sementara permaisuri Charumitra semakin leluasa menggunakan ilmu sihirnya pada permaisuri Dharma, hingga ibu Ashoka itu jadi dibenci Bindusara.

Ashoka #214 00 episode

Sinopsis serial Ashoka #214 , putri Ahankara yang masih menggelantung di jendela dengan berpegangan berpegangan pada kayu bingkai jendela karena di dorong Sushima, ternyata masih bertahan. Ahankara sambil menangis dan melihat ke lantai bawah, memohon pada Sushima, “Sushima, jangan lakukan itu, ma’afkan aku Sushima, bantu aku, tolong!”.

Sushima tersenyum senang, menikmati ketakutan dan kecemasan Ahankara yang menggelantung dan sedang berjuang agar tidak terjatuh, “aku senang membantumu, tapi akan hanya sakit sedikit saja kalau mau menjauhkanmu dari penderitaan dan semua hubungan relasimu”. Ahankara dengan cemas melihat ke arah bawah, jika pegangannya lepas, maka yang tinggal hanyalah namanya.

Sushima menegakkan tubuhnya, ia mengambil wadah lentera yang menyala, menatapnya. Ahankara menatap ke arah Sushima dengan cemas. Sushima dengan wajah dingin menuangkan minyak lentera yang sudah tentu panas ke tangan Ahankara. Ahankara gelonjotan menahan perih di punggung tangannya, satu pegangannya terlepas, ia menjerit kesakitan, “Nghak, nghak!”, kemudian berpegangan lagi.

Sushima bicara dengan dingin, “keinginanmu bertahan rupanya masih besar”. Ahankara menangis dan mencoba menyadarkan cowok yang akan menjadi calon suaminya itu, “Sushima”. Sushima menatap Ahankara dengan tanpa perasaan, “saat ini kau berusaha untuk menyelamatkan dirimu sendiri dan ini akan menjadi sangat sulit”, sambil menuangkan minyak panas kembali ke tangan Ahankara. Ahankara menjerit kesakitan, “tidak!”, hampir saja pegangannya terlepas.

Sushima tak peduli apa yang dirasakan Ahankara, ia menambah penyiksaan pada gadis itu lewat ucpannya, “dan kau tau kalau kau jatuh dan mati, apa yang orang pikirkan. Orang akan berpikir, ini semua kecelakaan, tidak akan ada yang curiga kalau aku yang menghabisimu”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk melihat foto dan kelanjutan kisahnya :

Ashoka Samrat, Siapakah Istrinya?


Drama televisi India Chakravartin Ashoka Samrat (Ashoka yang Agung), merupakan serial mitologi sejarah. Artinya, drama televisi ini diangkat ke layar televisi berdasarkan sejarah yang ada, bersama dengan legenda atau mitos yang mengelilingi sejarah itu sendiri. Seperti yang kita tau, jangankan sejarah dari masa lalu, yang hanya bisa diketahui dari prasasti yang di tinggalkan, sejarah yang sudah bisa di dokumentasikan dengan baik pun, kadang ada saja pihak-pihak tertentu yang ingin mengarahkan sesuai kepentingan kelompoknya.

Kawans, satu hal lagi yang perlu diingat, sejarah yang diangkat ke layar kaca atau layar lebar, yang lebih dominan yang di ceritakan adalah hal yang ‘menjual’. Walau tak lari dari sejarah secara umum, tapi biar lebih menarik, mitos yang ada di sekitar sejarah itu sendiri yang lebih banyak diangkat. Tau sendirikan, yang namanya legenda, itu bergantung pada si pengisahnya, mau dia bawa kemana arah ceritanya. Begitu juga dengan cerita dari Ashoka Samrat ini. Tapi, pesan umumnya sampai ke penonton, bahkan penonton yang belum pernah mendengar sama sekali tentang sejarah tersebut ‘o, ternyata di India ada pemerintahan oleh raja Ashoka’.

Ashoka Samrat Istri

Berdasarkan cerita yang di tulis di wikipedia tentang Ashoka, sejarah Ashoka itu sendiri sudah banyak di susupi unsur mitologi, banyak versi Ashoka sampai ke tahta kerajaan Magadh. Ada versi yang mengatakan Sushima berhasil menghasut Bindusara hingga membuang Ashoka. Ashoka pergi ke Kalingga dengan menyembunyikan jati dirinya. Di sana ia bertemu dengan seorang putri nelayan wanita bernama Karubaki, Ashoka jatuh cinta. Dari prasasti yang ditinggalkan pemerintahan Ashoka, kelak wanita ini jadi permaisuri selir yang kedua atau ketiga. Tapi setelah naik tahta, nantinya Ashoka justru bertempur dengan Kalingga habis-habisan.

Saat pemberontakan di Ujjayani, Ashoka kembali di panggil Yang Mulia Bindusara untuk memberantas pemberontakan tersebut. Disana ia terluka, tapi para pembantunya berhasil menumpas pemberontakan. Teman-teman setianya diam-diam mengobatinya agar Sushima dan orang-orangnya tidak menghancurkannya. Ia dirawat oleh para biksu beragama Budha. Disini ia juga berjumpa dengan Devi seorang Budhist, putri seorang saudagar yang ikut merawatnya. Setelah pulih, Ashoka menikahinya. Tapi persinggungan Ashoka dengan agama Budha tidak bisa diterima oleh Bindusara, ia tidak memperbolehkan Ashoka tinggal di Pataliputra. Bindusara mengirimnya kembali ke Ujjayani dan menjadikan seorang gubernur.

Kehidupan Ashoka dan istrinya Devi berjalan baik, mereka menunggu kelahiran putra pertamanya. Bindusara mangkat. Berita akan kelahiran putra Ashoka tersebar, Sushima berniat membunuhnya dan mengirim orang. Namun si pembunuh malah salah melakukannya, ia membunuh ibunya Ashoka. Ashoka yang murka menyerang Pataliputra dan membunuh semua kakaknya termasuk Sushima, kecuali adik kandungnya yang bernama Witthasoka. Mayat semua saudaranya itu dibuang ke sebuah sumur. Masa ini di kenang sebagai Canda Ashoka, Ashoka yang kejam. Ashoka naik tahta, setelah pertempuran hebat dan memakan banyak korban, Ashoka tersadar, ia kembali ke jalan yang diajarkan ibunya, anti kekerasan. Ia mulai dikenal sebagai Dharmâsoka, Ashoka yang saleh.

Versi yang lain, Divyavadana, Ashoka naik tahta dengan suksesi. Mirip, tapi tak sama. Sebelum kematian Bindusara di 272 SM, ia ingin Sushima yang menggantikannya. Ini menyebabkan Sushima jadi semakin sombong dan pongah terhadap Ashoka dan pendukungnya. Radhagupt lah yang akhirnya berperan penting dalam menaikkan Ashoka ke singgasana Magadh. Tapi tetap di bumbui mitos kalau Ashoka membunuh semua saudaranya itu, kecuali adik kandungnya. Penobatan terjadi pada 269 SM, empat tahun setelah kematian Bindusara.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :