Tips beraktivitas saat masa pandemi Virus Korona

Kabarnya vaksin untuk virus korona diperkirakan baru ada sekitar satu hingga dua tahun lagi. Sementara kehidupan kita sebagai salah satu makhluk di bumi ini masih harus terus berlanjut. Untuk itu, kita perlu melakukan antisipasi agar tetap aman selama beraktivitas sehari-hari saat masa pandemi virus korona ini masih ada.

Apalagi, Pemerintah sudah memberikan pengumumaan pelonggaran masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dengan ditandai mulai dibukanya ijin operasional beberapa mall dengan mengusung istilah ‘New Normal’.

Hal itu secara tersirat menandakan bahwa aktivitas lalu lalang akan mulai menggeliat kembali. Terlepas kurva penyebaran si virus korona masih saja naik.

Walaupun sebagian dari kita, seperti ibu rumah tangga, yang ruang lingkup aktivitasnya lebih banyak di rumah, tetap saja ada beberapa keperluan yang mengharuskannya ke luar rumah, seperti membeli beberapa kebutuhan pokok yang tidak bisa dilakukan secara online.

Aktivitas ini mau tidak mau berbaur dengan banyak orang yang bisa saja OTG (Orang Tanpa Gejala).

Tips Aman Beraktivitas di Masa Wabah Virus Korona

Jika pengumuman aktivitas sudah disiarkan, maka tak ada pilihan selain menyiasati dengan tips aman melakukannya, tetap menjaga protokoler kesehatan yang disarankan WHO ataupun Kementerian Kesehatan. Kita tidak pernah tahu kapan bisa terpapar oleh virus korona yang tak tampak ini.

Untuk itu, kita perlu berjaga-jaga dengan melakukan tindakan preventif.

Semuanya merupakan bentuk ikhtiar melindungi diri. Kata mereka yang bijak, jika tidak bisa membantu kerja tenaga medis, setidaknya kita tidak menjadi penyebab bertambahnya pekerjaan tenaga medis di garda depan masa wabah ini.

1.     Tetap Jaga Imun Tubuh

Menjaga imun atau daya tahan tubuh tujuannya agar tubuh bisa memberikan reaksi dengan mengeluarkan antibodi ketika terinfeksi virus korona tanpa sengaja. Atau dengan kata lain tubuh bisa memberikan perlawanan pada si virus.

Apalagi yang untuk usia 40 tahun, sebab kondisi imum tubuh yang kecendrungannya mulai menurun dibandingkan yang usia muda.

Caranya?

  • Makan Sehat

Usahakan mengkonsumsi makanan beragam dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, serat, lemak, vitamin dan mineral.

Pilih bahan makanan yang baik untuk penunjang daya tahan tubuh. Terlebih yang dapat diolah menjadi minuman wedang atau pun jamu, misalnya dari bahan rimpang-rimpangan seperti jahe, temulawak, dan juga kunyit.

Bahkan mengkonsumsi cabe/cabai dalam jumlah yang cukup juga baik untuk kesehatan jantung dan meredakan batuk pilek. Tapi jangan sampai berlebihan, ntar malah perut jadi mules-mules.

Tentunya tidak lupa minum air putih yang cukup, sekitar 8 gelas atau 2 liter per hari.

Semua yang dikonsumsi, disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

  • Olahraga Teratur & Istirahat Cukup

Melakukan olahraga secara teratur dan sesuaikan dengan tingkatan usia dan kondisi badan. Tidak perlu terlalu ngoyo, yang penting kerja jantung dan pernapasan bekerja dengan baik.

Karena olahraga yang sesuai kebutuhan tubuh akan dapat membuat virus yang masuk ke tubuh keluar. Misalnya virus flu biasa.

Pernah dengar anjuran dokter saat terserang pilek yang tidak disertai demam atau meriang, justru disuruh untuk berenang. Itu ingus yang menyumbat hidung bakal lancar keluar kalau dibawa olahraga renang tersebut. Tentu membersit hidungnya jangan di kolam renang ya.

Setelah berolahraga teratur, tubuh juga perlu tidur dan istirahat yang cukup sekitar 8-9 jam sehari.

Ssst, tidur berkualitas termasuk cara paling mudah memulihkan daya tahan tubuh. Makanya, jauhkan diri dari insomnia dan stress.

  • Berjemur di Pagi Hari

Pada masa pandemi virus korona ini, usahakan berjemur pada pagi hari agar tubuh bisa memproduksi vitamin D dengan maksimal. Tidak perlu lama, cukup sekitar 20 menit saja.

Beraktivitas gunakan masker kain
Berjemur sambil merapikan tanaman

Kegiatan ini bisa dikamuflase sembari merapikan tanaman atau menyapu jalan di depan rumah. Berjemurnya iya, bergeraknya juga dapat 😳 .

  • Cuci Tangan

Mencuci tangan sebelum menyentuh wajah selama 20 detik seperti anjuran WHO sebaiknya sudah menjadi kebiasaan.

Jika ada kegiatan ke luar rumah, sebaiknya membawa hand sanitizer dan juga tisu basah.

  • Gunakan Masker

Beraktivitas di luar rumah harus menggunakan masker, itu wajib. Jika badan sehat, cukup menggunakan masker kain. Akan tetapi jika sedang flu dan pilek, sebaiknya gunakan masker kesehatan yang dapat melindungi orang lain dari percikan bersin dan batuk. Setelah urusan selesai cepat balik ke rumah, cuci tangan, rendam pakaian, dan mandi.

  • Minum Vitamin Tambahan Jika Dirasa Perlu

Jika tubuh merasa memerlukan asupan vitamin tambahan, sebaiknya segera diminum. Jika ada rekomendasi dari dokter langganan akan jauh lebih baik. Jika tidak ada, bisa meminum suplemen herbal yang cocok dan sudah ada standar kesehatannya.

2. Simpan Aplikasi Halodoc di ponsel

Virus Korona atau coronavirus jenis terbaru covid-19 (coronavirus disease 2019) merupakan virus penyebab wabah pneumonia (infeksi saluran pernapasan yang menyebabkan peradangan pada kantung-kantung udara di dalam paru-paru).

Awal tersebarnya visrus ini di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019 dan kemudian menjadi pandemi (wabah di banyak negara di dunia, termasuk Indonesia).

Virus ini menyebar dari manusia ke manusia lewat droplets (percikan air yang keluar melalui bersin, batuk, atau saat berbicara).

Virus yang mempunyai masa inkubasi 2-14 dari pertama kali masuk ke dalam tubuh mempunyai gejala yang hampir mirip dengan flu biasa.

Bahkan, akhir-akhir ini ada yang positif covid-19 tapi tanpa gejala sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa virus ini terus bermutasi.

Halodoc aplikasi konsultasi virus korona

Aplikasi Halodoc ini bisa menjadi solusi kegundahan, menghindari pikiran dari asumsi sendiri bahwa badan sudah terpapar virus korona saat beraktivitas. Jawabannya bisa diketahui dengan melakukan pengecekan awal secara mandiri melalui aplikasi ini. Bahkan bisa memesan obat yang diperlukan juga.

Apabila badan kurang sehat dan curiga akan gejala yang dirasakan, juga bisa konsultasi online pada dokter di aplikasi Halodoc, tentunya sebelum memutuskan mengantri di rumah sakit.

Sebab, hampir semua dokter di aplikasi ini bisa memberikan diagnosis awal dan juga referensi rujukan rumah sakit terdekat dari tempat tinggal yang menangani pasien virus korona. Sangat memudahkan banget kan.

Kesimpulan

Walaupun masa PSBB sudah mulai dilonggarkan di beberapa tempat, tetap tahan diri untuk tidak melakukan aktivitas yang tidak penting. Jika aktivitas bekerja di luar rumah merupakan sebuah keharusan demi kelangsungan hidup, tetap jaga jarak dan kebersihan. Sehat jauh lebih baik daripada sakit.

Selamat beraktivitas dengan aman dan tetap waspada.