Pengalaman Menikmati Ayam Geprek, Menu Makan Siang Kekinian. Ga Semua Bikin Nagih!


Menikmati ayam geprek sebagai lauk makan atau menjadikannya pilihan lauk makan siang bukanlah sesuatu yang asing. Sebab menu satu ini sempat menjadi salah satu jenis kuliner kekinian. Sehingga gerai yang menjualnya sangat mudah ditemukan berserak di berbagai tempat. Saat mencicipi menu ayam geprek ini, walau namanya sama, ternyata memberikan berbagai pengalaman rasa yang berbeda di lidah.

Menikmati Ayam Geprek Yang Bikin Nagih Dizaz

Sama-Sama Ayam Geprek Tapi Ga Semua Bikin Nagih

Di sekitar tempat tinggal saya sangat banyak yang menjual ayam geprek ini. Nama menunya ada yang diberi berdasarkan nama pemilik usaha, ada yang berdasarkan tingkat kepedasan sambalnya, ada yang berdasarkan tingkat kegaringan tepung yang membalut si ayam.

Sehingga, menurut lidah saya, yang membedakan rasa dari ayam geprek yang satu dengan lainnya, dipengaruhi dari bahan yang digunakan untuk membuat ayam geprek tersebut. Mulai dari rasa sambal yang menjadi penentu pertama, kriuk tepung, dan tentu saja rasa daging ayamnya.

1.Sambal Pedas Doang

Saya pernah beli ayam geprek yang sambalnya pedas ga ketulungan. Tapi yaitu, hanya pedas aja, ga ada sensasi bumbu lain yang terasa. Akibatnya, si sambal akhirnya hanya disisihkan, ga dimakan. Kan ada tuh ya, sambal yang pedas tapi yang makan tetap aja memasukkan ke mulut hingga ga berasa habisnya.

2. Kriuknya Ngajak Berantam Gigi Saat Dikunyah

Pernah juga membeli ayam geprek yang sambalnya cocok banget di lidah. Tetapi begitu mencicipi tepung yang membalut si ayam yang dikira kriuk garing yang kres saat masuk mulut, ternyata lumayan keras. Dan selama makan rasanya kayak mau berantam dengan gigi di dalam mulut.

3. Daging Ayam Belum Matang Sempurna

Pernah ngalamin juga beli ayam geprek yang sambalnya oke banget, kriuk tepungnya juga garing krenyes ketika dikunyah. Tetapi begitu menyantap daging ayamnya, tampak bercak-bercak merah darah pada bagian tulang yang langsung bisa menghentikan suapan, sembari berusaha menahan mual perut.

4. Daging Ayamnya Tawar Aja

Saat lagi lapar-laparnya pada jam makan siang. Nasi hangat sudah tersaji, aroma sambal ayam gepreknya bikin nambah lapar. Tapi, saat ngunyah daging ayamnya jika tanpa bersama tepu dan cocolan sambal, rasanya tawar aja. Jika ayam geprek yang dibeli seperti ini, biasanya tetap semangat menikmatinya karena tetap tertolong oleh sambal.

Ayam Geprek Yang Bikin Nagih

Ayam geprek adalah lauk berbahan dasar daging ayam (berbumbu) yang digoreng dengan dibalut tepung terlebih dahulu. Balutan tepung berbumbu yang membalut ini, setelah digoreng akan kriuk garing. Kemudian digeprek di atas sambal.

Sambal yang digunakan terdiri dari ulekan cabai rawit merah (kadang campur dengan cabe merah keriting), bawang merah, bawang putih, tomat kecil, air jeruk nipis, serta sedikit gula sebagai penyedap. Bahan-bahan sambal ini ada yang digoreng singkat sebelum diulek. Ada juga yang diulek mentah, kemudian disiram dengan minyak panas yang digunakan untuk menggoreng ayam sebelumnya. Semua tergantung resep sambal andalan si pembuat ayam geprek.

Simak juga tulisan: Menikmati Sajian Sushi 

Ayam geprek yang bikin nagih versi saya 🙂

Sambal ayam gepreknya pas pedasnya, boleh aja sambal matah atau goreng, tapi ada sensasi daun jeruk yang tercecap di lidah. Tepung yang membalut daging itu harus garing kriuk yang krenyes ketika dikunyah. Terakhir, daging ayam ada sensasi tipis bumbu yang terasa. Baru klop deh rasanya.

Kalau nemu gerai ayam geprek yang enak versi saya ini, bisa beli setiap hari hingga lidah saya bosan 😆 . Kalau belum bosan, agak susah untuk melupakan menu ayam geprek tersebut saat waktu makan siang tiba. Pasti yang kepikiran dia lagi, dia lagi 😳 . Mending lidahnya dipuaskan hingga tuntas.

Untuk sekarang ini, ada beberapa gerai penjual ayam geprek yang sangat bisa dijadikan pilihan di seputar tempat tinggal. Sehingga bisa digilir menikmatinya. Harganya masih termasuk ramah di kantong. Atau kalau menurut saya, sesuai amal dan perbuatan. Sesuai rasa yang ditawarkan dengan harga jual.

Pada awal-awal kemunculannya, si ayam geprek ini benar-benar di geprek di atas sambal uleknya. Tapi semakin ke sini, si ayam berbalut tepung hanya disiram sambal di atasnya 😥 .

Lain waktu, kalau lagi rajin, mungkin saya akan mencoba mempraktikkan membuat ayam geprek ini sendiri. Siapa tahu lebih pas di lidah.

Kesimpulan:

Menikmati ayam geprek saat makan siang, terkadang rasanya sedikit banyak juga dipengaruhi tingkat kelaparan perut. Perut yang tidak begitu lapar, atau yang terlalu lapar,  bisa mempengaruhi penilaian lidah yang mencecap.

Biar rasa yang sebenarnya dapat dinikmati, coba cicipi si ayam geprek disaat perut sedang dalam kondisi ingin ngunyah, tidak lapar-lapar amat, sehingga bisa menikmati suap demi suap tanpa ada tuntutan perut yang sedang keroncongan, atau yang sedang menolak untuk diisi 😳 .

***

Bagaimana denganmu kawans Dizaz, adakah yang mempunyai gerai tempat membeli menu ayam geprek favorit? Atau ada yang mempunyai resep ayam geprek keluarga yang bikin nagih. Boleh dong berbagi informasi.

Terima kasih.

23 respons untuk ‘Pengalaman Menikmati Ayam Geprek, Menu Makan Siang Kekinian. Ga Semua Bikin Nagih!’

  1. riabuchari berkata:

    Kalau di Jakarta sy banyak nemuin kedai ayam geprek gembus, pertama nyoba ga tahan sm sambalnya yang semelet, terkadang hanya berasa cabai dan bawang putih saja. Tp sy penasaran semoga next nemuin menu ayam geprek yang ramah di lidah saya 🙂

    Suka

  2. riabuchari berkata:

    Jd pengen ayam geprek selama ini saya baru nyobain ayam geprek di 2 tempat yaitu ayam geprek gembus sama bensu btw pengen jg nyobain yg lainnya

    Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.