Kesan Menonton Film Maleficent: Mistress of Evil Melampui Ekspektasi


Kesan menonton film Maleficent

Awalnya, aku mau diajak menonton film Maleficent: Mistress of Evil tanpa ekspektasi apapun. Padahal film pertamanya aku juga nonton nemenin si Mama. Dan termasuk film Disney yang aku suka juga. Nah, yang Maleficent 2 ini aku agak kurang bersemangat pergi ke bioskopnya, bahkan hingga awal-awal pemutaran filmnya aku masih bersuara (baca:menggerutu) pada si Mama, “Gimana ini yang katanya film untuk semua usia? Awalnya aja udah ada adegan kayak gini”.

“Hush. Walaupun ini film keluarga, jangan lupa, yang namanya anak-anak ke bioskop itu harus tetap dengan pendampingan orang tua. Tonton aja dulu, baru nanti buat kesimpulannya. Ok?”

Untung aja, setelah menonton film ini aku dibuat terpesona oleh animasi, suara, dan musik yang ada di film ini. Juga bisa menikmati guyonan dalam cerita film yang membuat ikut tersenyum. Jalan ceritanya standar, tapi happy ending.

Usai menonton filmnya bisa tersenyum dan melampui ekspektasi awal.

Pengennya Nonton Film Joker, Tapi Belum Cukup Umur 😳

Kamis tanggal 24 kemaren itu aku agak sedikit kurang bersemangat menemani si Mamam ke bioskop. Hal itu disebabkan film Joker masih tayang di bioskop.

Aku ingin sekali menonton film itu, tapi si Mama tidak mau dengan alasan usiaku belum mecukupi batas minimum peruntukan film tersebut.

Padahal, aku udah membujuk si Mama dengan mengatakan bahwa tiketnya kan dibeli secara online dengan digital payment, nyampai di bioskop tinggal pindai kode QR-nya dan nge-print tiket. Beres deh. Semua orang pasti pada percaya melihat badanku kalau aku udah cukup umur untuk menonton film tersebut.

Si Mama malah melotot ke arahku, “kamu mau ngajak mama bersekongkol memanipulasi usia hanya gegara sebuah film? Lagian, mama belum mau nonton film itu, nanti malah kepikiran, kepalanya membuat rangkaian cerita sendiri. Nonton itu kan buat memberikan hiburan pada diri bukan memberi beban pikiran setelahnya”.

“Mama cemen amat. Aku sebenarnya udah nonton di komputer lho. Biasa aja. Si Joker itu awalnya anak baik, trus dia punya masalah dengan jiwanya. Dapat penolakan lingkungan, sudah berobat juga, tapi mendapat perlakuan yang kurang baik juga dari psikolog. Akhirnya dia ga sembuh-sembuh dan menjadi jahat. Itu pilihan sebagai karakter film, biar ada sosok pahlawan super. Lagian, semua film kan karangan dan imajinasi manusia. Semunya hanya sebagai hiburan. Kenapa juga jadi kepikiran yang nonton? Mama ada-ada aja“.

Tapi Mama tetap dengan pendiriannya, menonton film keluarga yang berjudul Maleficent: Mistress of Evil.

Baiklah. Mama senang, aku juga 🙂 .

Camilan pelengkap nonton film

Syarat untuk menonton Film Meleficent 2 agar sesuai ekspektasi, harus sudah menonton film pertamanya. Sebab ceritanya kelanjutan dari kisah hidup putri tidur (Aurora) dengan Maleficent si penyihir.

Sinopsis Umum Cerita Film Maleficent: Mistress of Evil

Film diawali oleh tiga orang lelaki yang mengendap-endap pada malam hari mau mencari jamur peri di wilayah Mors. Ketiga lelaki ini menyeberangi sungai pembatas dari kerjaan tetangga. Dua orang lelaki tidak selamat dari penjaga karajan Moors, yang satunya selamat kembali dengan membawa satu spesies jamur peri curian dan menjual pada orang yang sudah memesannya.

Keesokan paginya, putri Aurora yang sudah menjadi seorang Ratu Mors (dengan Maleficent sebagai pelindung) mengadakan rapat dengan penghuni Karajan Mors . Membahas hilangnya peri-peri di wilayah mereka, dengan kasus terbaru peri jamur. Aurora juga kurang setuju dengan hukuman langsung mengahabisi nyawa dua orang yang tertangkap mencuri, harusnya bisa dilakukan interogasi untuk mengetahui biang kerok pencurian yang sebenarnya.

Rapat pagi itu terganggu karena yang diajak rapat malah menggoda Ratu Mors (Aurora) disebabkan kemunculan Pangeran Philip. Ternyata kedatangannya kali ini untuk melamar kekasih hatinya itu.

Lamaran Pangeran Philip itu tentu saja diintip dengar oleh tiga peri yang selalu menemani Aurora dari bayi, serta Diaval, gagaknya Maleficent. Semua yang ikut dengar berita bahagia itu sangat senang, apalagi Aurora juga menerimanya dengan suka cita.

Kebahagian kedua pasangan itu mulai agak menegang saat mereka harus memberitahukan berita tersebut pada kedua orangtua masing-masing.

Maleficent yang mendapat laporan dari Diaval, awalnya menentang rencana Aurora untuk menikah dengan Pangeran Philip. Alasannya, cinta dengan manusia itu hanya akan menyebabkan penderitaan.

Auroa mengingatkan ibu angkatnya itu bahwa dia (Aurora) juga manusia, dan hubungan mereka sejauh ini bisa saling membahagiakan satu sama lain. Begitu juga dengan kehadiran Philip hingga kini.

Maleficent karena sayangnya pada Aurora akhirnya melunak.

Sementara itu, ayahannya Philip, Raja John, raja dari kerajaan tetangga Ulstead sangat mendukung rencana pernikahan putranyaa itu. Dia sudah lama memimpikan penggabungan dua Kerajan tersebut.

Sebaliknya, ibunda Pangeran Philip, Ratu Ingrith hanya pura-pura menyetujui lamaran anaknya itu demi mengincar Maleficent.

Makan malam yang rencananya untuk saling mengenalkan Maleficent dengan orangtua Philip di Ulstead berakhir ricuh, gegara Ratu Ingrith mengungkit cerita lama tentang kutukan Maleficent pada Aurora.

Si ratu juga mempertanyakan hubungan Aurora dengan penyihir. Hubungan ibu anak itu bukanlah hubungan lazim ibu dan anak pada umumnya. Sebab kematian ayah Aurora yang sebelumnya juga seorang raja, juga disebabkan oleh penyihir tersebut. Bagaimana bisa Aurora yang seorang putri kerjaaan asli, punya istana, tapi tinggal berkeliaraan di hutan. Setelah Aurora dan Philip menikah, Ratu Ingrith akan menjadi ibu terbaik untuk Aurora.

Maleficent marah besar mendengar Ratu Ingrith yang seakan ingin menguasai dan merebut Aurora darinya. Dia ngamuk dan mengeluarkan sihirnya.

Tanpa dinyana, Raja John jatuh pingsan dan semua mengira itu ulah Maleficent yang mengutuknya.

Maleficent mengatakan dia tidak mengutuk Raja John dan meminta Aurora untuk ikut dengannya kembali ke Mors. Aurora yang tidak mempercayai ibu angkatnya  pada saat itu malah memilih tinggal di istana Ulstead.

Saat Maleficent terbang meninggalkan istana Ulstead, Gerda yang merupakan kaki tangan Ratu Ingrith yang sudah menunggu di atap istana/kastil, memanah si Penyihir dengan panah besi dan menyabakan Maleficent jatuh ke Samudera yang sangat dalam.

Gerda yang tetap mengawasi tanda-tanda akhir kehidupan Maleficent sangat terkejut. Ia melihat ada makhluk bersayap misterius yang sangat mirip dengan penampakan Maleficent menukik ke dasar Samudera dan mengangkat Maleficent.

Ratu Ingrith yang mendengar laporan Gerda, memerintahkan pasukan Karajan untuk siap berperang melawan Maleficent, dengan alasan sudah mengutuk raja hingga tertidur panjang.

Aurora yang merasa bersalah pada Philip, mencoba mencari Maleficent ke Mors untuk meminta mematahkan kutukan terhdap Raja John, sebab ciuman Ratu Ingrith tak berhasil mematahkan sihir tersebut. Sebab Sanga Ratu tidak pernah mencintai suaminya itu, boro-boro mau jadi cinta sejati.

Aurora harus kembali ke Ulstead dengan perasaan sangat kecewa karena tidak menemukan Maleficent di Mors. Ia memendam marah pada ibu angkatnya itu.

Sementara itu, Maleficent yang terluka akibat panah terbangun di sarang di wilayah Dark Fae. Ia mendengar suara-suara yang sedang bersitegang agar melawan manusia dengan perang saja, tidak bisa dengan cara Conall yang memilih cara damai. Lihat saja Maleficent yang untung bisa diselamatkan.

Maleficent yang akhirnya menemukan sumber suara-suara tersebut melihat banyak makhluk lain yang mirip dengannya. Tampak juga sosok yang menyelamatkannya.

Sosok itu Conall salah satu dari Pemimpin Dark Fae. Sementara yang sedang berorasi mengingatkan anggotanya bernama Borra. Borra berbeda prinsip dalam menghadapi manusia. Ia peri yang lebih memilih menghadapi manusia secara frontal, perang tebuka.

Maleficent penasaran dengan mereka-mereka yang tampilannya mirip dengan dirinya itu.

Conall méngajak Maleficent terbang berkeliling wilayah yang masih bisa ditempati oleh kaum Dark Fae itu. Yang tampak ada di situ adalah yang masih tersisa. Mereka sudah hampir punah oleh ulah manusia.

Maleficent juga diberi tahu bahwa ia adalah keturunan Dark Fae murni, turunan terakhir dari Phoenix. Darah leluhur itu mengalir di dalam tubuh Maleficent. Makanya Maleficent merupakan Dark Fae terkuat, dan yang paling bisa menentukan akhir dari konflik dengan manusia selama ini, lewat cara damai atau berperang.

Conall mengingatkan Maleficent bahwa selama ini ia bisa hidup berdampingan dengan putrid asuhannya dan menemukan cinta dalam hatinya untuk manusia, maka tidak tertutup kemungkinan Dark Fae lain juga bisa hidup berdampingan dengan manusia lain.

Maleficent yang kecewa dengan sikap Aurora yang tidak mempercayainya, lebih berat pada usulan Borra agar bertempur melawan manusia.

Pesan moral film Maleficent

pic credit to: Disney, edit by Dizaz.

Sementara itu, Aurora yang kecewa dengan ibu angkatnya, mengikuti bujukan Ratu Ingrith agar tetap melanjutkan rencana pernikahan dengan Pangeran Philip. Apalagi dengan iming-iming semua peri dari Mors akan diundang ke acara bahagia tersebut.

Walau lelah dengan semua protokoler dan permintaan Ratu Ingrith, ia tetap menjalaninya. Hingga menjelang acara ritual pernikahannya, ia terkejut dan merasa aneh saat pengeran Philip memberikan setangkai bunga yang dibilang itu pemberian dari Ratu Ingrith.

Aurora terkesiap saat menyadari bahwa tangkai bunga itu hanya tumbuh di Mors dan tidak boleh dipetik, kenapa Ratu Ingrith alias ibu Pangeran Philip bisa memilikinya.

Aurora mulai curiga dan berusaha menyelinap keluar ruangannya.
Ia menemukan ruang bawah tanah. Tempat seorang mantan peri yang bekerjasama dengan Ratu Ingrith. Ia sedang membuat senjata berupa bubuk merah yang bisa mematikan semua peri yang kena.

Di dalam ruangan rahasia itu Aurora juga melihat peri-peri yang sebelumnya menghilang dari Mors disekap dalam botol-botol kaca.

Aurora juga melihat alat pemintal benang yang jarumnya dulu sempat menjadi kutukan bagi dirinya. Saat jari Aurora bersentuhan dengan ujung jarum kutukan itu, ia bisa melihat penyebab tertidurnya Pangeran John. Ternyata bukan disebabkan oleh Maleficent, tetapi ditusuk oleh Ratu Ingrith dengan mengunakan jarum kutukan.

Saat menyadari bahwa ada rencana jahat yang sedang dipersiapkan Ratu Ingrith terhadap ibu angkatnya dan kaum peri, Aurora malah ketahuan oleh Ratu Ingrith. Aurora disekap kembali dalam ruangannya. Tapi ia berhasil kabur dan memberitahu Philip kebenaran tentang Ratu Ingrith.

Akan tetapi pertempuran anatara kaum peri dan manusia tidak terelakkan lagi.

Pertempuran yang terjadi seperti pertempuran di film-film kolosal. Awalnya kaum peri terdesak karena digempur dengan bubuk yang mematikan.

Kondisi berbalik saat Maleficent muncul.

Ketika Ratu Ingrith terdesak, Aurora coba menahan Maleficent agar tak menghabisi Sang Ratu, sebab Aurora percaya bahwa ibu angkatnya itu adalah ibu terbaik yang dikenalnya selama ini. Saat dialok tersebut, Ratu Ingrith malah mau menghabisi Maleficent dengan cara curang. Maleficent yang melihat arah panah itu akan mengenai Aurora terlebih dahulu sebelum mengenainya, memilih menyelamatkannya.

Malficenta kena panah bubuk mematikan tersebut dan hancur menjadi butiran debu.

Aurora menangisi kepergian ibu angkatnya itu. Tetesan air mata Aurora yang mengenai debu tubuh Maleficent justru memunculkan sosok Phoenix yang selama ini bersemayam dalam tubuh si penyihir tersebut.

Karena merasa terdesak, Ratu Ingrith malah mendorong Aurora dari atap kastil tempat mereka berada. Maleficent dalam sosok Phoenix tentu saja memilih menyelamatkan putrinya itu daripada mengejar Ingrith yang berusaha kabur.

Aurora selamat. Maleficent kembali ke sosoknya semula, tapi kekuatannya jauh lebih kuat.

Film pun berakhir happy ending.
Pangeran John terbangun dari kutukannya. Sang Ratu, ibu Pangeran Philip menerima balasan dari kejahatannya.
Cinta suci dua pasang anak manusia Aurora dan Philip pun bersatu di pelaminan.

Informasi Film:

Tanggal Rilis: 16 Oktober 2019 (Indonesia)
Sutradara: Joachim Ronning
Musik: Geof Zanelli
Skenario: Linda Woolverton, Micah Fitrzerman-Blue, Noah Harpster
Durasi: 118 menit
Produksi: Wall Disney Pictures, Roth Films
Pemain:
Angelina Jolie sebagai Maleficent
Elle Planning sebagai Putri Aurora
Harris Dickinson sebagai Pangeran Philip
Michelle Preiffer sebagai Ratu Ingrith
Chiwetel Ejiofor sebagai Conall
Sam Rilley sebagai Diaval
Ed Skrein sebagai Borra
Dst.

Pesan Moral Filmnya:

Sosok yang terlihat menyeramkan dan sebelumnya jahat, belum tentu akan selalu jahat jika hatinya sudah sempat tersentuh oleh cinta tulus.

Sosok yang terlihat anggun dan mempesona, belum tentu akan selalu menjadi baik, jika hatinya sudah diselimuti oleh dendam, kebencian, dan keserakahan.

Cinta tulus jika diperjuangkan dijalan yang semestinya, akan sampai pada tujuannya.

Untuk cerita lengkapnya, silahkan tonton di bioskop. Kalau menurutku, secara keseluruhan menyukai film ini.

Kalau untuk urusan nilai menilai filmnya, biar yang punya ilmunya yang melakukannya, lha siapa aku? Ngambil video masih miring-miring 😳  .

 

5 respons untuk ‘Kesan Menonton Film Maleficent: Mistress of Evil Melampui Ekspektasi

  1. Wahyo berkata:

    Nonton film untuk semua umur memang terkadang terkesan alur ceritanya datar aja. Tapi setelahnya, penonton jg ikutan lega saat meninggalkan gedung bioskop.

    Disukai oleh 1 orang

    • dizaz berkata:

      Iya. Ceritanya umum, kepala ga harus mikir berat utk mengikutinya, tapi penonton tetap terpesona oleh suguhan film secara keseluruhan. Apalagi happy ending.

      Suka

  2. 168media berkata:

    kemaren maraton nonton maleficent 2 dilanjutkan ke zombieland 2
    menurut saya: film pertama dari keduanya jauh lebih bagus sih. penokohan karakter di kedua film ini tdk sekuat yg pertama

    Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.