Dizaz, Kenapa Dulu Suka Menulis Sinopsis Tellywood?


Suka Sinopsis Tellywood

Emak berfoto biar ala-ala pemain Tellywood. Walaupun di depan pagar villa orang πŸ˜›

Admin blog Dizaz, Kenapa dulu suka menulis sinopsis dari serial-serial Tellywood? Apakah sebegitu ngefansnya sama drama telivisi jenis itu?

“Heis, pertanyaan macam apa ini, dan jawabannya mau dijadikan sebuah tulisan pula?”

Gak apa-apalah ya, siapa tau ada yang kepo dalam hati dan menduga-duga. Ntar salah tafsir lagi 😳 .

1. Tukang Nonton TV

Emak gw sebagai admin blog ini, pada dasarnya memang suka nonton tayangan televisi, bukan tv-nya yang ditonton ye πŸ˜› . Beberapa waktu belakangan ini mulai berkurang. Katanya, televisi sekarang ini isinya didominasi oleh drama politik serta pencitraan pejabat yang ingin mereka ‘angkat’.

Padahal, emak gw itu penonton apa aja, film yang udah berkali-kali ditayangin, pertunjukan musik, tayangan olah raga, serta tak ketinggalan info gosip.

Sama seperti emak-emak kebanyakan, buat hiburan sembari beberes *lah, emak gw kan orangnya ga rajin?* πŸ˜† .

Makanya nih, si emak seru aja nemenin anaknya dari dulu nonton serial anime macam Naruto, kartun Spongebob, Ben 10, dan banyak lainnya. *Gw curiga, apa si emak masa kecilnya kurang tontonan? 😳 *.

Dulu, katanya juga suka ngikutin serial televisi “Little house on the Prairie”, “Oshin”, “MacGyver”, dan serial tv jadul lainnya. Telenovela juga diikuti, Ferguzo :mrgreen:

Berarti, dia suka juga nonton sinetron Indonesia yang berepisode-episode itu dong?
Jawabannya, “enggak!”
Alasannya?
Menurut dia, menonton tayangan televisi itu seperti membaca buku. Harus bisa memberikan pengalaman mengikuti imajinasi penulis atau sutradaranya. Jadi, harus dipilih yang sesuai selera dan nalar juga. Episodenya juga gak yang berpanjang-panjang dan bertele-tele. Bikin bosan.

Makanya si emak lebih suka ngikutin drama situasi komedi Indonesia macam, “Bajai Bajuri”, “OB”, “Paris Van Java”, hingga yang terbaru, yang sudah mulai tayang ulang lagi “Mimpi Metropolitan”. Setiap episodenya terkesan keseharian, ringan, tapi mampu bikin ngakak.

Etapi, dulu katanya dia juga suka ngikutin sinetron Indonesia, seperti “Rumah Masa Depan”, “Si Doel Anak Sekolahan”, dan banyak yang lainnya. *Emak gw benar-benar orang jaman dulu banget ternyata ya πŸ˜† *.

Sebenarnya, emak gw itu suka ngubah-ngubah chanel tv hingga terhenti pada tayangan yang menurutnya menarik. Apakah itu tayangan sitkom Indonesia, Tellywood, drama Turki, atau tayangan lainnya. Pokoke menarik versinya dia 😳

2. Tantangan Pribadi Untuk Menundukkan WordAds

Eh, apa itu WordAds (WA)? Iklan pada blog, web, yang berbasis platform WordPress yang dikelola oleh tim Automatic-nya mereka. Blog yang lolos kualifikasi untuk dipasang iklan akan mendapatkan pembagian hasilnya. Ga banyak, tapi saat itu lumayan untuk ‘menghidupi’ kegiatan ngeblog. Sekarang WA udah ga ‘gurih’ lagiΒ  katanya. *lah mak, lu nulis karena ada udang di balik bakwan dong* 😳 .

Kalau emak ga suka nonton tayangan yang berepisode panjang, kok nulisnya memilih Tellywood India yang jarang mempunyai episode pendek?

Katanya dia sih, awalnya memang sempat penasaran sama serial-serial tersebut. *Tapi, sepenasaran apapun diawal nonton, kalau jalan ceritanya mulai agak aneh, tetap ga diikuti lagi*.

Nah, untuk menuntaskan rasa penasarannya akan sebuah tayangan televisi, si emak mengawalinya dengan browsing untuk mencaritahu alur umum ceritanya.

Dari situ, Emak pun mengetahui bahwa ternyata belum begitu banyak yang menulis tentang sinopsis Tellywood. Mungkin bloger lain pada malu kalau ketahuan suka nonton serial India 😳 .

Nah, emak gw yang memang hobi nonton, mau film Hollywood, Bollywood, atau film Hongkong, kalau menurutnya menarik, ya ditonton aja. Begitupun dengan serial televisi.

Pikiran kreatifnya sebagai emak bloger pun terinspirasi, “wah, bisa dimanfaatkan untuk menundukkan payout bulanan dari WordAds ini. Nonton, nulis, trafik blog bertambah dari terjawabnya rasa penasaran mereka yang berkunjung dan ga sempat/ga bisa nonton. Lumayan untuk mendapatkan tambahan uang jajan dari bagi hasil WA untuk ngeteh teman nonton dan menulis 😳 “.

Dimulailah menuliskan hasil menonton, dan browsing, serta menerjemahkan dengan bantuan google translate itu, yang hasil terjemahannya kadang suka membuat jidat sering mengernyit. *makanya, yang pinter bahasa asing dong mak! πŸ˜₯Β  *.

Bukan hanya admin blog ini yang mendapatkan uang jajan tambahan dari hasil emak admin capek-capek nge-translate jalan cerita Tellywood dan drama Turki itu.

Banyak juga bloger dan Youtuber lain yang dapat imbasnya. Mereka meminta ijin untuk menjadikan tulisan emak untuk dijadikan rujukan tulisan dan tayangan, kan lumayan menghemat banyak waktu browsing atau translate, serta mata juga ga lelah. Cukup dengan janji akan memberikan link balik, bahan tulisan sudah tersedia lengkap. Tapi itu rata-rata hanya sebatas janji untuk memberikan link balik. Etapi, banyak juga yang main copas aja 😦 .

Biarlah. Artinya, tulisan Tellywood dan juga beberapa tulisan sinopsis drama Turki, serta tulisan kata-kata lainnya sudah membawa ‘berkah’ bagi banyak orang ❀ πŸ™‚ .

Terima kasih Tellywood dkk-nya ❀ .

Kok sekarang ga menuliskan sinopsis Tellywood lagi?
Nunggu ada tantangan lain lagi. Biar capek nulisnya ga berasa. *Ngerjakan sesuatu itu jangan berhitung imbalan mulu, yang ikhlas napa, mak* :mrgreen: .

Kok ga milih nulis drakor yang peminatnya sangat banyak di Indonesia?

Kalau kata si emak, dia lumayan lama kerja di perusahaan Korea, dan sudah tau bagaimana rasa sesungguhnya “drama Korea” dalam dunia kerja. Sehingga, dia masih kurang berminat untuk menyaksikan ‘mimpi’ yang dijual melalui sebuah tayangan drama televisi.

Alasan lain, emak gw kesusahan membedakan aktor aktris utama drama Korea, secara wajahnya hampir mirip semua. *payah nih mak-mak*.

Alasan sesungguhnya, sudah terlalu banyak yang mengulas drama Korea. Pilih yang masih sedikit aja 😳 .

Tellywood itu apa sih?

Tellywood adalah istilah yang disematkan pada drama serial yang ditayangkan dan diproduksi oleh televisi India. Serial televisi yang sudah tayang, atau sedaang tayang di stasiun tv aslinya, kemudian ditayangkan ulang oleh stasiun tv negara lain, termasuk Indonesia.

Sedangkan Bollywood yang lebih familiar dengan kuping kita, adalah julukan untuk film India yang tujuan diproduksinya untuk ditayangkan di bioskop.

Oiya, aktor aktris Bollywood dan Tellywood itu berbeda ‘kelas’.

Aktor Bollywood terkenal seperti Shah Rukh Khan, walau memulai jejak karirnya sebagai aktor serial televisi, tidak akan disebut sebagai aktor Tellywood lagi, karena sudah sukses dengan film-film yang dibintanginya.

Sebaliknya, aktor atau aktris yang sudah malang melintang di serial televisi Tellywood, tidak bisa menjadi jaminan juga bakal sukses bersinar di ranah perfilman Bollywood. Ia harus memulai langkah dari nol lagi. Persaingannya itu berat, kawans.

***
So, menurut emak gw, mau Tellywood, drama Turki, drakor, telenovela, ataupun sitkom, itu semua hanyalah tontonan di layar televisi. Mana yang dipilih untuk mengisi ruang di rumah, kembali pada selera masing-masing.

Yang penting, tontonan itu hanya sebatas hiburan selingan, jangan sampai menjadi tuntunan. Ambil hal positif, buang jauh-jauh yang negatifnya. Tetap kritis memilah apa yang ingin dilihat dan disimak. Remote TV tetap dalam kontrol Anda sepenuhnya.

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.