Sahabat, Jangan Gundah Lagi. Jalan Hidup Setiap Orang Memang Berbeda


Sahabat, jalan hidup setiap orang berbeda. Kau percaya itu kan? Janganlah kau gundah terus, untuk hal-hal yang tidak bisa dikendalikan manusia. Jalani semua dengan ikhlas, dan percayalah bahwa selalu ada rencana baik dibalik semuanya.

Akan selalu ada embun sejuk setelah dinginnya malam. Akan selalu ada senyum, setelah tangisan kesakitan. Semua hanya perlu menunggu proses berjalannya waktu.

Hidup Tak Sekehendak Hati Tapi Berarti

Proses rasa perih itu berkurang sedikit demi sedikit, hingga tiba saatnya, kau justru bersyukur karena dibiarkan sempat merasakan kecewa. Karena hal itu membuatmu mengerti arti bahagia, mengetahui arti memiliki, dan melepaskan.

Aku, dan banyak yang lainnya, dulu juga sempat menyalahkan Tuhan atas kehidupan yang tidak seperti yang diimpikan dan cita-citakan.

Aku merasa, semua hampa, tak berarti, hanya karena aku sempat keliru mengambil satu langkah dalam hidup.

Aku merasa Tuhan tidak adil.
Aku hanya melakukan satu kesalahan, tapi Tuhan membiarkan ku mengambil tindakan paling penting dalam hidup, tanpa berpikir matang. Akibatnya, aku pun merasa dihukum sepanjang sisa hidup dalam menjalani semuanya. Tanpa bisa kembali ke titik awal. Lebih tepatnya, tidak punya keberanian untuk mengambil langkah lain.

Beruntung, aku masih diberi sebuah kesadaran berpikir ulang, “apa benar Tuhan salah menuliskan jalan hidup untuk hamba-Nya?”

Bukankah hambanya selalu diberi sebuah pilihan? Akal untuk berpikir, dan hati dengan nurani untuk menimbang.

Walaupun, untuk urusan hati, hamba tidak diberi keleluasaan untuk menentukan akhir pelabuhannya. Tapi, semua proses hati itu, sepenuhnya tanggung jawab maasing-masing manusia yang memilikinya.

Kesadaran diri itu menyadarkan, aku beruntung selalu ditempatkan dalam lingkungan pergaulan orang-orang baik. Sahabat yang saling peduli, dan saling mengingatkan, mana benar dan mana salah.

Jika aku sempat satu kali salah langkah, bukankah itu sepenuhnya kekeliruan yang aku perbuat? Karena terlalu percaya diri bahwa aku tidak akan pernah terpeleset. Aku terlalu sombong sebagai manusia yang selalu mengedepankan pikiran. Yang akhirnya juga tumpul oleh dominasi rasa.

Semua sudah terjadi, setiap makhluk ciptaan-Nya tidak ada yang sempurna. Karena Kesempurnaan hanya milik DIA.

Setiap kejadian tidak ada yang sia-sia, jika kita mau belajar dari itu semua.

Jika kehidupan ku tidak seperti sekarang ini, dapat dipastikan aku termasuk manusia yang akan selalu lupa.

Aku terlalu percaya bahwa aku berkuasa penuh atas kemampuan diriku. Aku lupa bahwa aku hanyalah seorang hamba. Ada yang tak kasat mata yang jauh lebih berkuasa atas semuanya.

Maka dari itu sahabat, cobalah lihat apa yang sudah kau punya saat ini. Jangan hanya fokus pada apa yang belum ada dalam genggaman tangan. Atau, terlalu sibuk memikirkan apa yang diambil darimu.

Coba mulai hitung satu persatu.
Mulai hitung dari semua anggota tubuh yang berfungsi dengan baik, tanpa kekurangan satupun, hingga kemudahan-kemudahan lainnya.

Mungkin kau akan kesulitan menuliskannya karena saking banyaknya.

Jika kau ingin membandingkannya, silahkan saja. Bandingkan dengan orang-orang yang tumbuh bersamamu, bukan dibandingkan dengan mereka yang kisah hidupnya hanya kau lihat dari balik kaca jendela, dari kejauhan pula.

Gundah sekali-sekali, bolehlah. Bahkan terkadang itu perlu, agar kita selalu ingat pada-Nya. Adukan saja pada Dia Yang Maha Mendengar.

Janganlah gundahmu itu kau jadikan status di media sosial. Itu justru membuat beribu prasangka dari pikiran-pikiran yang mengartikannya berbeda.

Tidak semua teman akan memahamimu. Namanya juga persahabatan dunia maya. Tidak semua musuh akan mencibir. Tapi, satu yang pasti, mereka semua hanya akan “menonton”mu dari kejauhan.

Jika gundah hati dan pikiran belum bisa kau hindari, bergegaslah ke lapangan yang banyak anak kecilnya. Perhatikan saja tingkah anak-anak itu dari jarak tertentu, sudut bibirmu dijamin akan menarik garis senyum.

Apabila yang kau perhatikan itu adalah anak-anak yang sedang bermain bahagia, kau akan ketularann energi bahagia mereka.

Apabila yang kau perhatikan itu anak-anak yang sedang berjibaku melakukan aktivitas agar bisa bertahan hidup, sudut hatimu akan menggemakan suara syukur, gundah yang kau rasakan tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka.

Hayoo, mulai sekarang, tersenyumlah dari hati, bukan lagi senyum basa-basi, senyum pura-pura bahagia padahal kau merasa sepi.

Hidup itu tidak bisa sekehendak hati, tapi bagaimana kau menyiasatinya agar selalu berarti-Dizaz.

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.