Catatan

Merasa Jatuh Cinta Pada Seseorang di Medsos? Stalking Dulu Yang Benar, Biar Ga Kecele.


Hey, kamu yang sedang semangat-semangatnya memperluas jaringan pertemanan di media sosial (medsos). Kemudian, tanpa diduga merasa jatuh cinta pada seseorang, karena suguhan foto-foto dirinya yang terlihat seperti sosok yang selama ini kamu cari.

Sabar.
Jangan terburu-buru dulu melakukan pedekate secara masif.

Stalking dulu yang benar dan tenang, biar nanti kamu ga kecele belakangan 😳 .

Selain itu, juga untuk menghindari rasa sakit patah hati yang tak ketulungan, jika ternyata tampilan medsos tidak seperti realita.

Perihnya bukan terasa di dengkul lagi, tapi seperti malu yang membalut tubuh dengan begitu kuat, yang rasanya tak pergi-pergi.

Jatuh Cinta di Medsos_Dizaz

Ia kalau target kamu itu orangnya ga ’ember’.

Lha, kalau seperti ember bocor? Bisa tersebar ke sejagat maya tentang ‘kebodohan’ yang kamu lakukan itu, hanya karena malas mencari tahu lebih dulu.

Belum lagi imbas terhadap seseorang yang kebetulan ngincer kamu selama ini, begitu mendengar kabar tersebut, pastinya akan memilih mundur sebelum melangkah maju.

Bisa ‘rugi’ banyak hanya gegara tindakan sembrono dan gegabah.

Anak Muda, Stalking Yang Cerdas Dong.

Belajarlah menjadi ‘detektif’ amatiran. Perhatikan foto dan baca status yang dia tulis dengan teliti.
Jangan hanya sibuk menata hati yang dag dig dug karena terpukau oleh foto-fotonya.

Seseorang yang sudah memesona matamu, kadang kamu hanya fokus pada foto-fotonya yang sedang sendiri.

Belum lagi kamu yang termasuk pribadi pemberani. Kamu akan mencoba akrab dengan mengirim message / inbox ke si dia, dengan tak lupa bersay hello tentang hal-hal umum.

Orang baik, jika ‘disapa’ lewat message / inbox dengan sopan, juga akan memberikan respon dengan baik, kadang malah jauh lebih ramah.

Nah, kamu tidak bisa langsung menyimpulkan, bahwa sendiri yang tampak di foto itu memang seperti itu adanya.
Tidak jarang, sendiri yang terlihat sepi di foto medsos itu, adalah hasil jepretan dari pasangan nyatanya 😳 .

Karena, tidak semua pasangan memamerkan kebersamaan mereka di media sosial.

Ada yang menjadikan media sosial sebagai bentuk saling menghargai pribadi masing-masing. Sehingga yang tampil pada foto-foto medsosnya hanya dirinya, kegiatannya, hobi dan teman-temannya.

Pesan moralnya : Foto sendiri, bukan berarti masih sorangan 😳 .

Dari caption, hastag, atau juga status yang dituliskan, pasti akan tercecer satu dua kalimat yang memberitahukan kondisi nyata dirinya. Me-mention orang-orang tersayangnya.

Kamu yang terpesona, dan punya gengsi, kudu sabar melakukan stalking dong :mrgreen: .

Waspada! Untuk Kamu Yang Sedang Jadi Incaran Mereka Yang Mudah Terpesona Oleh Foto-Foto di Medsos.

Untuk kamu yang sering mendapat message / inbox dari teman medsos yang baru saja ngajak temenan, tapi say hello-nya rada-rada ngegombal ga jelas, alarm bahaya dalam dirimu harus dalam kondisi waspada.

Khusus untuk kamu wanita muda, wanita dewasa, yang mempunyai pesona istimewa. Tak sedikit anak-anak muda ataupun lelaki matang yang ngajak ‘akrab’ secara iseng-iseng berhadiah.

Jangan tertipu dengan kesan anak baik-baik yang ditampilkannya di medsos.

Logikanya, bagaimana bisa seseorang merasa jatuh cinta pada sosok yang belum pernah ditemui? Hanya karena beberapa kali berkirim pesan. Padahal, kamu bukan artis. Kamu hanyalah seseorang yang kebetulan dianugerahi keindahan lebih.

Yang namanya melibatkan rasa dan hati, pastinya lewat interaksi khusus. Ada komunikasi yang terbangun baik. Sehingga, walaupun belum pernah bertemu, kamu dan dia merasa sudah saling mengenal satu sama lain.

Tak sedikit yang hanya iseng memanfaatkan kelemahan seseorang untuk mengambil keuntungan sepihak. Alias, berakrab-akrab hanya karena ada maunya, bukan karena benar-benar peduli.

Tidak semua sih, tapi selalu ada yang seperti itu.

Kalau dipuji, jangan langsung lupa diri. Kamu jangan malas untuk sedikit stalking mereka yang sok akrab itu.

Bisa dengan meneliti akun medsosnya, atau dengan mengajukan sebuah pertanyaan tentang pendapat dia tentang sosok ibu atau saudara perempuan. Dari jawaban yang dia berikan, harusnya dapat sedikit terbaca sedikit kepribadiannya.

Jika memang asyik untuk dijadikan teman. Lanjut berteman. Jika kurang sreg, jelaskan dengan sopan bahwa kamu kurang tertarik. Berikan alasan yang tidak perlu menyakiti. Kita kan tidak pernah tahu di waktu yang akan datang, kita akan bertemu atau berurusan dengan siapa 🙂 .

Jatuh cinta,
bukan hanya sebatas pesona.
Tapi, saling menerima kelebihan dan kekurangan yang ada.
Dengan orang yang tepat h
ingga akhir masa.

Selamat menambah jaringan pertemanan lewat media sosial. Siapa tau ada yang bisa menjadi teman dekat karena terpikat dan jadi teman curhat 😀 .

Media sosial itu bagian lain dari dunia nyata mu, begitu juga dengan yang lainnya. Buat have fun, jangan berujung ‘musuhan’. Sayang atuh, wans 😉 ❤ .

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.