November – Air Mata Tidak Selalu Duka


Hari ini sudah di hari kedua di bulan November. Bulan yang identik dengan hujan dan rasa dingin. Dingin yang membekukan tulang hingga ke sunsum, kaki terasa berat untuk melangkah. Agar kembali hangat, tidak cukup dengan selimut, mantel dan kaus kaki tebal, tapi perlu tatapan penuh cinta dan kasih sayang dari sekitar.

So sweet.

Hmmm,, apakah November sedemikian dinginnya?

Rasanya tidak.

Sama seperti bulan-bulan lainnya, rasanya November tidak melulu akan diisi oleh hujan. Matahari yang muncul di bulan November tetap lah menghangatkan, walau tidak terik.

November Dingin

Tapi, diperubahan musim yang saat ini sangat tidak jelas, November yang dikira di dominasi hujan, bisa jadi hanya berselimut mendung dan gerimis yang bahkan tak berhasil mengundang hujan.

Kau mungkin saja akan sangat merindukan hujan di November.

Jika hal itu sampai terjadi, kau, aku, mereka, perlu belajar untuk menerima apapun yang disuguhkan musim.

Jauhkan ketakutan akan sesuatu hal yang masih belum terjadi.

Sama seperti air mata yang tidak selalu tentang duka. Dalam kebahagiaan juga disertai tangisan yang berarti meneteskan air mata.

Hujan pun bukan melulu tentang bencana. Selalu ada keberkahan yang dibawa oleh tetesan hujan untuk bumi.

Bahkan, dibalik bencana banjir yang biasa menerjang dimusim penghujan, kita justru jadi semakin lebih peduli satu sama lain.

Banjir pun mengasah rasa kemanusiaan.

Jadi, tidak ada alasan untuk khawatir berlebihan terhadap hujan. Hanya perlu kewaspadaan dan mempersiapkan gorong-gorong tempat air mengalir agar lancar dan tidak mampet.

Jika semua sudah dipersiapkan dengan sebaiknya, kemudian bencana tetap menghampiri, itu artinya dia datang untuk menguji kesabaran dan keikhlasan yang kau punya.

Tidak perlu saling menyalahkan.
Lebih baik saling menggenggam agar tak semakin dingin. Saling merangkul agar tak mudah limbung. Saling bekerjasama dan bahu membahu untuk mengurangi dampak bencana yang terjadi, selanjutnya jadikan bahan evaluasi.

Hujan bukan hanya turun di November, tapi dibulan-bulan berikutnya yang memang basah.
Tak perlu dingin menyambut November.
Dulu, kemerdekaan Indonesia harus dipertahankan dengan pertempuran melawan tentara sekutu juga di bulan ini. November juga bulan pahlawan.

Selamat datang November, selamat bersahabat dengan dingin dan hujan.

Kau, aku, akan semakin tahu rasanya kehangatan 🙂

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s