Kids Zaman Now : Persahabatan itu Perlu Waktu, Bukan Instan, Kawans


Teruntuk kamu yang merasa kids zaman now, kawans ❤ 🙂 .
Kamu tahu kan bahwa hidup di era media sosial saat ini semua bisa serba instan.

Semua hal tentang hidup dan tingkahmu bisa di-share dalam hitungan detik dan dunia pun akan mengetahuinya. Apa yang kamu sharing itu juga bisa langsung dibuat viral dalam sekejap. Kamu pun terkenal di dunia maya dalam sesaat.

Tinggal pilih, ingin dikenal sebagai sosok kreatif yang menginspirasi atau malah pribadi yang melampui batasan dan membuat miris.

Ketenaran instan yang kamu dapatkan, semua tergantung pada jempolmu saat mengklik tanda share. Jika kamu tak melibatkan pikiran dan suara hati saat melakukannya, maka jangan menuntut lebih bahwa kamu juga bakal dikenal hingga ke hati oleh mereka yang melihatnya. Dan jangan pula heran kamu akan cepat dikenal tapi mudah dilupakan.

Persahabatan Kids Zaman Now

Media sosial dunia maya bisa melambungkanmu dalam sekejap kepuncak ketenaran, namun juga menjatuhkanmu ke titik terendah kehidupan dalam sekali klik. Maka pinter-pinterlah. Tidak semua hal perlu kamu kabari pada dunia.

Belum lagi ikatan yang terjalin lewat media layar digenggamanan tangan itu. Ikatan itu masih belum teruji oleh asam manis pahitnya kehidupan dunia nyata. Perlu waktu untuk mengujinya.

Hubungan instan itu belum bisa disebut dengan persahabatan. Karena semua sangat tergantung pada lancar tidak sinyal serta ada tidaknya kuota internet :mrgreen: .

So, walaupun kamu termasuk kids zaman now janganlah gengsi untuk mendengar dan mengingat kearifan nasehat dari kids zaman old 😳 . Kamu harus benar-benar memahami makna dan arti dari seorang teman, kawan dan sahabat ❤ .

Persahabatan itu ibarat menerbitkan sebuah novel berkualitas yang akan best seller. Butuh waktu lama untuk menuliskannya. Tapi, hanya perlu beberapa menit untuk membakarnya hangus hingga menjadi debu.

Kebahagiaan hidup itu bukan karena kamu dikenal oleh banyak orang. Tapi seberapa banyak orang yang bahagia karena mu. Memang, tidak ada kewajiban untuk membahagiakan semua orang, akan tetapi selalu ada peringatan bahwa kamu tidak berhak menyakiti seorang pun.

Akan banyak yang datang dan pergi dalam kehidupan mu, tapi ingatlah bahwa hanya mereka yang setialah yang tetap tinggal saat kamu dalam kesusahan.

Seorang sahabat itu bukanlah mereka yang hanya menghampiri mu ketika butuh, tapi mereka yang akan tetap berada disisi mu saat seluruh isi dunia menjauh dari mu.

Perlu kamu ingat juga bahwa seorang sahabat itu ketika sedang jauh, ia tidak membicarakan keburukan. Tapi saat dalam jarak yang dekat akan saling mengajak kedalam kebaikan dan saat tiada, selalu saling mendo’akan.

Kids zaman now, seorang sahabat itu akan memberi tanpa mengingat apa yang sudah diberikannya, apalagi menghitungnya. Ia juga menerima pemberian tanpa melupakan, seolah itu kewajiban sahabatnya. Ia saling tahu menempatkan posisi dengan baik.

Jika kemudian jarak dan waktu memisahkan mu dari sahabat-sahabatmu, jangan berprasangka negatif, tapi selalulah berpikir positif. Karena sepi tanpa kehadiran sahabatmu bukan berarti sahabatmu hilang. Saling diam bukan berarti ia melupakanmu. Jauhnya ruang yang ada bukan berarti hubungan itu putus, karena persahatan adalah ikatan yang tak mungkin putus. Ia akan mencari cara untuk terus tersambung.

Persahabatan sejati yang sudah teruji waktu akan selalu membawa kerinduan abadi. Ikatan kuat yang sudah terbangun itu tidak butuh percakapan atau kebersamaan dalam rutinitas harian. Ia terhubung dan selalu hidup dihati dan itu tidak akan pernah terpisahkan.

Persahabatan itu bukan tercipta secara instan, tapi sebuah hubungan yang terus dipelihara dan dijaga dengan melibatkan hati dan nurani. Hargai dan peliharalah persahabatan yang sudah kamu punyai, karena ada masanya seorang sahabat bisa lebih dekat daripada saudara sendiri.

Kids zaman now, media apapun yang kamu gunakan dalam membina sebuah hubungan pertemanan, ingatlah bahwa teman yang akan menjadi sahabatmu adalah mereka yang selalu condong membawa kearah kebaikan bagi ide kreativitas dan pribadimu. Bukan sebaliknya.

Percayalah bahwa persahabatan akan terus tumbuh selama masih ada kehidupan. Jangan pernah takut untuk melangkah sendiri daripada dikelilingi oleh teman-teman yang justru membawamu kearah kehancuran.

Bertemanlah dengan semua kalangan karena kita tidak pernah tahu, kapan kita akan membutuhkan orang lain. Secara, kita terlahir, hidup, hingga meninggal dan dikubur masih membutuhkan orang lain.

Dan mari sabar berproses dalam menemukan sahabat sejati diantara banyaknya teman yang singgah dalam kehidupan.
Salam cinta ❤ .

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s