Teruntuk Kau Yang Kurindukan


Teruntuk Kau yang sudah menguasai hati dan pikiranku dengan ❤ tanpa ijin lagi.

Kau datang kembali tanpa permisi, tanpa mengetuk, muncul dengan tiba-tiba dan tak berjeda dengan semua perhatian sebagai bentuk permintaan ma’af atas pengabaian dimasa lalu.

Aku terpana. Terkesima.

Tak mengerti, ternyata hati masih menyimpan rindu.

Kau Yang Kurindukan

Bayangan rindu dalam cerita cinta anak manusia

Apa itu karena rasa penasaran dengan alasan menghilangnya kau selama ini? Atau aku tak pernah terima bahwa kita tidak ditakdirkan untuk bersama? Entahlah.

Aku yang sebenarnya masih menyimpan rasa sakit akibat ditinggalkan tanpa pamit, ternyata begitu mudahnya mencairkan kebekuan hati yang selama ini memang tak pernah sekalipun benar-benar bisa disentuh oleh mereka yang ingin masuk. Bahkan yang sudah beriringan jalan.

Aku justru gelagapan dengan rasa hangat yang perlahan mulai menyelimuti hati dengan hadirnya kau kembali.

Aku tak menginginkannya secara logika, tapi tak kuasa melawan hati yang selalu mempunyai alasan pembenaran.

Apalagi setelah kau menjelaskan salah komunikasilah yang membuat kita saling tak mengetahui keberadaan masing-masing. Padahal jarak antara kita begitu dekat.

Kau tetap percaya bahwa kita bisa bertemu lagi saat ini, pasti ada maksud tersembunyi yang tak kita ketahui dari si penggenggam hati.

Kita hanya perlu menjalani komunikasi yang kembali.

Kau, Aku, mulai merasakan ketergantungan lagi secara emosi. Ini tidak baik untuk kita dan orang-orang disekitar.

Untungnya, logika masih bisa menguasai hati. Ia tidak mengijinkan hati leluasa berbuat untuk melampiaskan rindu yang sudah terbungkam sekian lama.

Logika selalu mengingatkan bahwa ada kalanya seseorang tetap menetap di dalam hati, tapi tak pernah bisa untuk bersama. Ada yang bersama secara fisik, tapi tak pernah benar-benar berada dalam hati.

Logika juga masih mengijinkan rindu itu mengikuti seperti bayangan. Bahkan untuk setiap helaan nafas. Tapi hanya sebatas itu, ia akan tetap berselimut sepi, tidak akan pernah lunas dalam sebuah pertemuan dalam dimensi mimpi penuh warna-warni, apalagi bercampur birahi. Tidak akan.

Logika juga membiarkan rindu dalam penantian tak bertepi agar kita yang menyimpan rindu tetap punya harapan saat mentari menyapa hari. Sapa tau takdir bisa memahami dan memberi kesempatan lagi.

Satu yang pasti, silaturrahim saat ini tidak akan pernah ternodai oleh hal-hal yang tak disukai tradisi apalagi dogma yang diyakini.

Yakinlah bahwa rasa rindu akan mempunyai pelabuhannya nanti. Tidak hanya dalam bentuk surat atau kata-kata, tapi juga realita. Mungkin dia juga akan berganti rupa, yang membuat kita tertawa. Bahagia dalam suka cita.

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s