Serial Bollywood

Mohabbatein : Ishita Hampir Tertabrak, Manoj Menilai Shagun Wanita Hebat & Aditya Sasaran Balas Dendam Untuk Ashok


Simmi meminta Neelu untuk mencarikan obat-obatan. Karena Neelu sibuk, Lata yang membantu Simmi. Neelu jadi kesal.

Shagun bertanya pada Manoj mengapa membelanya.
Manoj mengatakan kalau ia lakukan semua untuk Shagun, ia tidak tahan mendengar Raman berbicara buruk tentang Shagun.
Shagun bilang kalau Manoj tak perlu ikut campur.
Manoj mengiyakan dan ia merasa bodoh, ia merasa mempunyai sesuatu dengan Shagun.
Shagun memintanya untuk tidak melanjutkan, tidak ada apa-apa diantara mereka, ia hanya bersahabat dengan Manoj dan mungkin itu kesalahan besar.
Sahgun pergi.

Sarika bertanya dimana Lata, ia ada di rumah itu untuk membantunya.
Simmi berkata Lata tidak gratis, ia sudah menyuruhnya, tidak tahu kalau Sarika membutuhkannya.
Sarika bilang tak masalah, tidak mengantarnya, ia sudah terlambat, ia harus pergi.
Nyonya Bhalla hanya memperhatikan.

mohabbatein-ishita-dan-ibu-mertua

Malam harinya, Nyonya Bhalla membuat pengumuman, semua kebaikan di rumah sudah terjadi, ia sudah bilang pada Pammi dan memesan bus, mereka akan berangkat besok untuk mengunjungi kuil.
Ishita bilang ia ada janji dengan seorang anak laki-laki yang mengalami nyeri gigi.
Nyonya Bhalla mengatakan tidak, mereka akan pergi bersama-sama.
Sarika juga bersuara kalau ia ada kelas, tidak bisa ikutan.
Nyonya Bhalla menegaskan semua harus ikut.
Ishita menelpon, ia bilang kalau calon pasiennya baik-baik saja sekarang, jadi mereka bisa pergi.
Nyonya Bhalla senang, Mata Rani memanggil, mereka akan pergi.

Paginya, keluarga menuju bus. Pengemudinya Chand Mishra. Adi melihatnya tapi tidak begitu memperhatikan.
Kials balikkan Mishra ditampilkan, Mishra kehilangan anaknya. Dokter bilang akan operasi jika diperlukan.
Istri Mishra menangis dan mengatakan anaknya sudah meninggal.
Mishra menahan marah, Ashok Khanna, kau menyambar semuanya dariku.
Mishra melirik Aditya dan ingat bagaimana Ashok sangat menyayangi Aditya. Ia bergumam Ashok juga akan menangis untuk anaknya, ia tidak akan melihat Aditya lagi.

Istri Mishra pergi ke kantor polisi dan mengatakan pada Abhishek bahwa Mishra akan melakukan hal yang salah setelah anaknya meninggal.
Abhishek menaanyakan keberadaan Mishra.
Istri Mishra tidak tahu, ia tidak pulang semalam.
Abhishek menggali informasi apa yang akan dilakukan suami wanita itu.
Istri Mishra berkata Ashok Khanna, Mishra akan merebut sesuatu dari Ashok. Mishra sangat marah, jadi harus dihentikan.
Abhishek menjadi khawatir.

Mishra kembali memperhatikan Aditya. Bus berangkat.

Ashok menemui Abhishek yang bercerita tentang Mishra.
Ashok mengaku mengenal lelaki itu, sopir lamanya, Ashok tidak mengerti kenapa Mishra berniat menyakiti dia dan orang yang dia cintai.
Abhishek memberitahu bahwa anak Mishra meninggal, istri Mishra membuat laporan dikantor polisi bahwa Mishra akan merebut sesuatu dari Ashok.
Ashok berkata bahwa pria itu mabuk dan mungkin tergelak disuatu tempat, santai aja.
Asbhishek pun pergi.

Ashok bergumam, aku tahu apa yang dibicarakan Mishra. Ia merasa Aditya dekat denganku. Dia tidak tahu aku tidak mencintai Aditya. Aditya yang malang jadi terjebak. Mari kita lihat bagaimana Raman akan menyelamatkan anaknya.
Ashok tersenyum senang.

Di bus, Aditya mulai merasa tegang, ia mulai merasa kalau Mishra selalu menatapnya dari kaca spion.
Ishita dan Raman menawarkan Aditya sesuatu. Aditya memberitahu bahwa sopir selalu menatapnya, ia jadi takut.
Raman melihat Chand Mishra yang memang memperhatikan Adi. Raman meminta bus dihentikan.
Chand Misra pura-pura bertanya apa yang terjadi hingga bus harus berhenti.

Ashok coba menelpon Bhalla lewat telpon rumah dan berharap seseorang mengangkat telpon. Ashok ingin mencaritahu tentang Aditya.

Di bus, Raman bertanya apa masalah Mishra, kenapa selalu menatap Aditya.
Mishra menyangkal. Raman meminta ia mengatakannya.
Mishra menatap tasnya yang ada di jok dan mengatakan anaknya seusia Aditya, ia sakit dan ia tidak mempunyai uang untuk operasinya, dia telah meninggal. Ia ingat anaknya ketika melihat Aditya.
Raman berucap maaf, hanya kesalah pahaman, ga masalah.
Mishra tidak membiarkan mereka melihat tasnya.

Ishita meminta Mishra tidak perlu khawatir, cukup mengemudi dengan baik.

Ashok menelpon sekolah Aditya dan menanyakan keberadaan Adi. Guru Aditya memberitahu bahwa Aditya tidak masuk, ibunya mengirim surat bahwa Aditya ada kegiatan luar bersama keluarganya. Ashok mengucapkan terima kasih.

Ashok tersenyum dan berkata Mishra berpikir ia akan menyakitiku dengan mencelakai Aditya. Ia benar-benar bodoh, tidak tahu aku tidak menyayangi Aditya. Aku hanya membenci semua orang yang terkait dengan Raman. Sekarang Ishita akan tahu, aku akan menang lewat Mishra tanpa susah.
Ashok terbayang Ishita menamparnya, aku sudah katakan bahwa Ishita akan membayar tamparanya itu, melihat apa yang Mishra lakukan, aku hanya akan menunggu dan manikmati.

Ishita memberitahu Nyonya Bhalla untuk tidak khawatir dan meminta semua anggota keluarga untuk main tebak-tebakan.
Mishra kembali memperhatikan Aditya lewat spion.
Ishita meminta Raman untuk bergabung dengan mereka.
Raman bilang ia akan segera bergabung.

Ia akan menelpon Manoj dan Shagun yang mengangkat panggilan tersebut. Raman langsung bersuara, maaf mengganggunmu Manoj, aku mau memberitahu kalau Ishita baik-baik saja, apa kau mendengar suaraku.

Shagun bersuara, Raman, Manoj sedang mandi, aku akan memberitahunya untuk menelpon kembali nanti. Kau harus mengurus Ishita dan tutup telponnya.
Raman berkata bahwa setelah bertahun-tahun akhirnya Shagun berubah, bagus.

Rman bergabung dengan permainan tebak-tebakan.

Shagun memberitahu Manoj tentang telpon Raman, ia salah mengangkatnya. Raman mengucapkan terima kasih pada Manoj. Shagun minta Manoj menelpon balik Raman. Shagun heran kenapa Manoj mengizinkan Ishita pergi.
Manoj menjelaskan kalau Ishita wanita yang bertanggung jawab, dia tidak sakit, dia bisa berhati-hati.
Shagun di telpon broker dan nyahut ya, ia akan melihat flat itu. Manoj mendengar ucapan Shagun yang akan tinggal sendirian.
Manoj pergi.

Abhishek melaporkan Inspektur tentang supir bermasalah itu. Isnpektur menganalisa tentang Mishra, anaknya meninggal. Abhishel meminta ia akan ke rumah Mishra dan mencari beberapa petunjuk.

mohabbatein-ishita-raman-ruhi

Di bus, Ruhi memberikan buah pada Ishita.
Mishra ingat ucapan Ashok dan mengemudi dengan kasar. Tuan bhalla memintanya untuk mengemudi dengan baik, ada wanita dan anak-anak.
Raman mengingatkan si supir untuk hati-hati, mereka akan pergi ke pemujaan Mata Rani, bukan kunjungan secara pribadi.

Ishita tidur dibahu Raman.
Ruhi mengingatkan Romi untuk tidak mengganggu Ishita dan Raman.
Bus berhenti. Tuan Bhalla bertanya pada supir kenapa bus dihentikan. Mishra bilang kalau dia harus mandi, disini ada beberapa tempat, semua juga bisa menyegarkan diri dan membeli beberapa makanan.
Ruhi berpesan pada Raman agar tidak meninggalkan Ishita Maa. Semua turun dari bus.
Raman membangunkan Ishita dan mereka berbicara.
Musik yeh hai mohabbatein bermain dilatar.

Mishra menelpon istrinya dan mengatakan kalau ia mau balas dendam. Istrinya meminta dia untuk tidak melakukan apa-apa. Istrinya jadi khawatir.
Mishra bilang ia tidak akan meninggalkan Aditya dan pergi.

Raman dan Ishita memanfaatkan situasi itu dengan romantis. Ishita mengajak turun. Raman bilang mereka akan ada di bus. Ishita bilang itu tidak terlihat baik. Raman minta dicium. Ishita menolak. Raman mempertegas permintaannya. Ishita beralasan bahwa mereka di bus, tidak ada,,,

Ruhi muncul dan meminta Raman dan Ishita berciuman. Raman mengadu kalau Ishi Maa Ruhi tidak mau. Ishita tetap tidak bilang tidak. Ruhi memberitahu kalau neneknya sudah membuatkan sesuatu dan minta Ishi Maa untuk turun dan makan. Ishita bilang ia lapar, ayah Ruhi tidak membiarkannya turun.
Ruhi mengomeli Raman sebagai ayah yang buruk. Raman meninggalkan mereka. Ishita mengajak Ruhi turun.

Mishra memeriksa kolong bus. Tuan Bhalla bertanya apa yang dilakukan supir itu. Mishra membuat alasan. Tuan Bhalla pergi.
Mishra mengamati keluarga Bhalla di tempat istirahat, semua sibuk. Ia memperbaiki bom yang dipasangnya dibawah bus. Ia bergumam, semua sedang terburu-buru, jika menaikkan kecepatan bus diatas 60 km, timer bom akan aktif dan akan meledak saat kecepatan dibawah 60. Ia kembali memperhatikan keluarga Bhalla.

Shagun ada dikantor polisi untuk mendampingi seorang wanita. Ia melihat istri Mishra ada disana, yang sedang mengajukan keluhan. Shagun bertanya pada Inspektur tentang keluhan wanita itu. Inspektur bilang kalau istri Mishra sudah membohongi mereka.
Shagun bilang kalau dia bekerja untuk sebuah LSM dan akan berbicara pada perempuan itu.

Istri Mishra mengatakan kalau suaminya ingin merugikan Ashok Khanna, pengusaha besar itu.
Abhishek datang dan mengatakan bahwa ia sudah bicara dengan Ashok. Ashok dan saudaranya aman-aman saja. Mereka akan menemukan suami wanita itu.
Shagun minta diceritakan semuanya, ia tahu banyak Ashok, mungkin ia bisa membantu.
Abhishek menceritakan semuanya.

Shagun menganalisa, Ashok, Suraj dan dia sendiri baik-baik saja, maka siapa yang akan Mishra celakai dan bertanya lagi pada istri Mishra.
Wanita itu mengulang apa yang diucapkan suaminya, aku kehilangan anakku, Ashok juga kehilangan orang yang dicintainya.
Shagun mendapatkan kata kunci anak,, dan berpikir.

Istri Mishra mengatakan jika suaminya bekerja sebagai sopir Aditya tahun lalu. Ia bercerita tentang Aditya. Ashok dan Aditya sangat dekat, yang ia ceritakan Aditya Bhalla. Chand Mishra diperkerjakan Ashok saat Shagun dan Aditya masih tinggal dengan Ashok. Mishra mengatakan tentang Aditya. Mereka harus menginformasikan pada keluarga Bhalla. Mereka harus berangkat ke kuil Mata Rani. Itu jauh dari Delhi.

Raman melihat tidak ada jaringan diponselnya.
Mishra meminta agar semuanya naik ke mobil. Raman meminta semua keluarga untuk masuk dan duduk dalam bus. Para wanita sudah masuk dan duduk dalam bus.
Tuan Bhalla meminta Romi untuk membeli minum dan keripik.
Mishra memperhatikan para lelaki masih ada dibawah, tapi Aditya dan para wanita sudah dalam mobil.

Abhishek mencoba menelpon Raman dan terdengar suara diluar jangkauan.
Shagun mengingatkan bahwa mereka bisa melacak ponsel Mishra yang tadi menelpon istrinya dan mendapatkan lokasi. Abhishek meminta stafnya untuk melacak posisi panggilan Mishra terakhir.

Di bus, Mishra memperhatikan Aditya dan ingat ucapan Ashok Khanna. Ia berkata semua laki-laki diluar, wanita dan anak-anak sudah di bus, mereka semua akan mati. Dia mulai menjalankan bus.
Timer bom mulai aktif.
Semua yang di dalam bus mempertanyakan supir yang menjalankan bus.
Raman, Tuan Bhalla dan Romi melihat bus yang meninggalkan mereka.

Bus dijalankan Mishra sangat cepat. Nyonya Bhalla meminta Mishra untuk menghentikan bus, yang laki-laki masih tertinggal.
Simmi dan Ishita juga meminta supir untuk berhenti. Mishra mendorong mereka dan tersenyum jahat. Nyonya Bhalla menegur tindakan Mishra.
Mishra bilang ia tidak bisa menghentikan bus, ia sudah memasang bom.
Semua terkejut.
Mishra memberitahu jika kecepatan bus turun dibawah 60, bom meledak, semua akan mati.
Semua kembali ke tempat duduk masing-masing.

mohabbatein-bhalla-family-happy

Raman meminta Romi untuk menghubungi Pammi, karena dia yang memesan bus. Romi bilang tidak ada sinyal.
Seorang pria datang dan menghentikan kendraannya.
Raman melihat kesempatan itu, ia meminta Romi untuk masuk cepat dan mengambil alih mobil pria tersebut.

Abhishek sudah mendapatkan lokasi Mishra dan meminta Shagun menunggu di kantor polisi. Shagun bilang Aditya adalah anaknya, ia ingin ikut.
Abhishek mengerti, tapi itu tidak aman.

Di bus, Ishita bertanya kenapa Mishra melakukan semuanya, anak-anak takut, apa permusuhan mereka. Mishra meminta Ishita untuk menjauh, atau ia akan hentikan bus. Ia bilang anaknya meninggal, ia akan membunuh Aditya, maka Ashok Khanna akan tahu rasa sakit yang ia rasakan karena kehilangan.
Ishita tertegun.

Raman dan Romi sudah jalan.
Abhishek dan anak buahnya juga mencoba menemukan posisi bus.
Shagun menelpon Raman dan Romi yang menjawab. Shagun minta telpon diberikan pada Raman, ini sangat penting. Romi memberitahu bahwa Raman tidak bisa menerim telpon, ia akan mengencangkan suara telpon. Shagun mengatakan tentang supir bus, ia ingin membunuh Aditya.

Raman bertanya kenapa pada Shagun.
Shagun memberitahu kalau si supir merasa membunuh Aditya sudah membalaskan dendam pada Ashok.
Sinyal hilang.

Di bus, Ishita memberitahu Mishra bahwa Ashok Khanna tidak ada hubungannya dengan mereka, ia minta Mishra memberitahunya cara menjinakkan bom.
Mishra bilang ia tidak berbohong, ia telah melihat sendiri Ashok sangat mencintai Aditya, ia tahu itu.
Ishita memberitahu bahwa tindakan Ashok itu itu hanya pura-pura. Aditya adalah anaknya dan Raman.
Mishra bilang ia kehilangan anaknya karena kebohongan Ashok. Jadi Ishita jangan berbohong padanya.

Ishita menelpon Raman dan memberitahu bahwa supir bus ingin membalas dendam pada Aditya, ia orang gila.

Raman coba berkomunikasi dengan Mishra, memberitahu bahwa ia Raman Bhalla. Aditya adalah anaknya. Ashok berbohong pada Mishra, yang di dalam bus itu keluarga Bhalla.
Mishra bilang semua itu tidak ada gunanya sekarang.
Raman mengingatkan bahwa Ashok yang melakukan hal itu pada Mishra.
Mishra memberitahu bahwa waktu bom tersisa 15 menit lagi. Jika bus berhenti sebelum itu atau setelahnya bom akan meledak.
Semuanya menangis.
Mishra tertawa.

Di rumah keluarga Iyer, Tuan Iyer terkejut melihat berita tentang Chand Mishra yang melakukan pembajakan bus keluarga Bhalla. Dia memanggil Amma dan Mihika untuk segera datang dan melihat berita.
Mereka bertiga terkejut.

Raman dan Romi melihat bus yang melaju dan mengikutinya.
Di dalam bus, Ishita menenangkan Aditya dan Ruhi.
Raman meminta Romi menelpon Ishita dan katakan mereka sudah dekat.
Romi memberitahu Ishita bahwa mereka sudah dekat bus, dan Raman meminta mereka untuk ke sisi belakang bus.
Ishita memberitahu semua orang untuk mendekat ke pintu darurat.

Romi menyetir dan Raman coba menyelamatkan keluarganya.
Ishita membuka pintu darurat bus. Ishita coba mengirimkan Neelu pertaman kali.
Mishra melihat itu dan menambah kecepatan. Neelu tidak bisa turun dari bus. Mishra melihat spion dan melihat Raman. Raman meminta Mishra untuk mendengarkannya.
Mereka melihat penghalang jalan. Raman meminta Romi melakukan sesuatu.
Mishra berkata, semua mati sekarang dan melompat dari bus.
Ishita panik.

Episode Mohabbatein selanjutnya, Ishita dan semua orang yang dalam bus melihat kecepatan bus menurun dan semua panik. Ishita akhirnya memutuskan duduk di kursi pengemudi bus.

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.