Mohabbatein : Ishita Hampir Tertabrak, Manoj Menilai Shagun Wanita Hebat & Aditya Sasaran Balas Dendam Untuk Ashok


Sinopsis Yeh Hai Mohabbatein episode sebelumnya Ishita dinyatakan positif hamil walau beresiko tinggi. Aditya yang digodain teman-temannya merasa jelous dengan bayi yang dikandung Ishita. Ia bertemu Shagun di sebuah kedai dan diberipengertian bahwa cinta Ishita pada Aditya dan Ruhi tidak akan berkurang. Shagun kemudian mendrop Aditya di depan tempat tinggal keluarga Bhalla.

Apes, Raman melihat itu dan ngomel bersamaan dengan Manoj yang memang telah janji untuk memberitahu keluarga Bhalla tentang kondisi kehamilan Ishita dengan berkunjung makan malam. Manoj melihat Shagun yang diomeli Raman

Kisah lengkapnya ada di tulisan Mohabbatein : Ishita Hamil Berkat Harapan Ruhi.

mohabbatein-raman-mencemaskan-ishita-dan-bayinya

Manoj bertanya pada Shagun kenapa Raman sampai membentaknya, apa hubungannya dengan Raman.
Shagun bilang ceritanya panjang.
Manoj merasa punya waktu untuk mendengarnya, kita akan pulang dan berbicara.
Shagun bilang tidak, aku tahu kau ke sini untuk membahas kehamilan Ishita, aku akan pergi.
Manoj minta Shagun janji akan menceritakan seluruh kebenaran kepadanya.
Shagun bilang aku akan menemuimu di rumah dan meninggalkannya.
Manoj bergumam apa yang terjadi, apa hubungannya dengan keluarga Bhalla.

Keluarga Bhalla sangat bahagi mendengar kehamilan Ishita dari dokter yang merawat Ishita langsung.
Manoj ikut tersenyum melihat kebahagiaan keluarga itu.
Sarika mengucapkan selamat untuk Ishita.
Nyonya Bhalla akan memberikan perawatan ekstra untuk calon bayi.
Simmi dan Ananya datang. Ia memeluk Ishita atas kejutan ini dan sangat senang.

Ishita bertanya pada Neelu dimana Adi, ia ingin melihatnya.
Raman bilang Adi akan ikut makan, kau duduk aja dan makan.
Manoj makan malam bersama mereka.

Malamnya, Raman dan Ishita bicara. Raman ingin tahu masalah yang jadi pikiran Ishita.
Ishita bilang tentang Aditya.
Raman merespon, Shagun yang melakukan ini.
Ishita menyangkal, tidak, aku rasa ada masalah lain yang mengganggunya, ia mungkin perlu beberapa waktu.
Raman meminta Ishita untuk tidak terlalu khawatir dan tetap merasa Shagun yang bertanggung jawab untuk hal itu.

Shagun mengemas tasnya dan mengatakan pada Manoj bahwa ia akan pergi meninggalkan kota.
Manoj bertanya, apa masalahnya.
Shagun berkata, kau tidak mengerti.
Manoj memegang Shagun dan memintanya menjelaskan, apa hubungannya dengan Raman dan Ishita.
Shagun menjelaskan, aku adalah mantan istri Raman.
Manoj tertegun.
Shagun terus bercerita, Ruhi dan Aditya adalah anak-anakku. Aku meninggalkan Raman demi Ashok. Aku meninggalkan Ruhi saat berusia 6 bulan dan emosi Aditya tidak stabil juga karena sikapku. Aku ibu yang mengerikan, aku mengacaukan pernikahan Ishita. Aku sangat buruk, wanita egois. Aku tidak bisa memikirkan orang lain. Jadi, ku harap kau menjauh dari kehidupanku. Aku tidak tahu apapun selain memberikan rasa sakit. Aku akan pergi.

Manoj menghentikan Shagun, kau tidak akan pergi. Setiap orang memiliki masa lalu. Percayalah padaku, kau saat ini bukanlah kau yang sebelumnya, aku yakin kau sekarang adalah Ruhi.
Shagun menangis dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Manoj.

Pagi harinya, keluarga Bhalla sibuk mengatur acara.
Ishita berbicara pada Mihir dan memintanya untuk mendapatkan rakhi.
Rinki datang dan berbicara dengan saudara-saudaranya.
Raman dan Romi duduk.
Simmi dan Rinki melakukan ritual rakhi.
Raman memberikan tanda terima flat baru untuk Simmi dan memintanya untuk melakukan pembayaran ke bawah.
Simmi bertanya apa itu perlu dilakukan Raman.
Raman berkata kau mulai awal yang baru, itu alasannya.

Tuan Bhalla berkata, Raman kau sudah melakukan banyak hal, Simmi adalah tanggung jawabku. Tabunganku, tanah, properti, semua akan dibagi.
Raman berkata untuk apa.
Nyonya Bhalla ikutan nyahut, semua akan mendapat bagian yang sama.
Ishita mengatakan ia akan memanggil Ruhi.

Romi berkata pada Sarika, ini hadiah dariku. Sarika melihat roti pakodas dan tersenyum.
Romi bilang, aku memberikan ini untukmu karena aku suka pakodas dan ingin kau mencobanya.
Sarika menanyakan tentang pemberian flat oleh Raman untuk Simmi.
Romi berkata, berbagi adalah hal baik, aku senang Rohit akan belajar ini juga.

Ashok berbicara dengan seorang pria tentang anaknya yang masih sakit. Pria itu bertanya bagaimana dengan kabar anak Ashok. Ashok berkata, Aditya baik-baik saja, ia tinggal bersama ayahnya.
Pria itu bilang kalau Ashok sangat mencintai Aditya. Ia masih ingat Ashok membelikan mobil untuk Adi.
Ashok mengiyakan, tapi sekarang yang ia khawatirkan anak pria tersebut.
Si pri bilang itu sudah nasibnya, ia tak bisa mengubahnya, pengobatan mahal.

Ashok mulai memasang perangkap, aku akan memberikan uang, kau harus melakukan pekerjaan kecil untukku.
Si pria bertanya pekerjaan yang dimaksud.
Ashok menjelaskan, kau harus mencelakakan Ishita dan menernagkan,,,.
Pria itu berpikir. Ia memastikan, apa aku akan menerima imblan.
Ashok mengiyakan, setelah kerja beres. Jika seandainya kau tertangkap dan dipenjara, aku akan melakukan pengobatan pada anakmu.
Pria itu setuju.
Ashok meminta si pria untuk pergi melaksanakan tugasnya.

Aditya sudah selesai bersiap dan bergabung dengan yang lainnya. Nyonya Bhalla memujinya. Shravan datang dan menunjukkan rakhinya.
Aditya mengatakan kalau Ruhi masih bersiap, ia akan memanggilnya.
Aditya ke kamar Ruhi dan melihat Ruhi sedang mengikat rakhi ke pinggang Ishita Maa. Rakhi yang dibuatnya sendiri.
Ishita meminta Aditya untuk mendekat.
Adi menolak, dan meminta Ruhi untuk cepat.
Ruhi bilang, tunggu, bayi kecil, aku akan mengikat rakhi nanti.
Aditya beranjak.

Ishita bilang ke Ruhi mungkin Aditya lapar dan meminta Ruhi untuk mengikat rakhi ke Adity segera.
Ishita mendekati Aditya dan memberinya hadiah. Ia minta Adi untuk memberikan ruhi. Adi menolak.

Simmi dan Sarika menggendong Ananya dan Rohit.
Simmi membuat Ananya mengikat rakhi ke Aditya. Aditya memberikan hadiah Ruhi pada Ananya. Ishita memperhatikan. Ruhi mendekat dan Adi menjauh.
Ruhi mengatakan ia punya rakhi kecil untuk Rohit juga.

Ishita mendekati Aditya dan bertanya pada Aditya kenapa memberikan hadiah Ruhi pada Anannya dan berbicara dengannya. Ishita melihat Aditya agak kesal, ia mengusulkan Aditya membayar hadiah dengan uang sakunya dan mereka akan membelikan hadiah itu sekarang. Ishita menyerahkan uang yang statusnya pinjaman itu ke Aditya, ia ingin lihat apa Aditya bisa memilih hadiah yang tepat.

mohabbatein-ishita-hampir-ketabrak-aditya-menyelamatkan

Ishita dan Aditya membeli hadiah untuk Ruhi dan Aditya terlihat sangat senang.
Ishita meminta Aditya untuk segera. Aditya mengatakan masih ada sesuatu yang menarik perhatiannya.
Ishita berkata hati-hati nanti kalau menyebrang.
Aditya melihat mobil dari jauh yang sedang menuju Ishita dan hendak menabarak Ishita.
Sesaat Aditya tertegun, kemudian ia bergerak cepat dan menarik Ishita ke pinggir.
Mobil berlalu.

Aditya cemas, apa Ishi Maa baik-baik saja, apakah bayi juga baik.
Ishita bilang ia baik.
Aditya beranjak untuk mendapatkan air untuk Ishi Maa. Ia datang dengan air minum dan memberikan pada Ishita.
Aditya masih khawatir dan bertanya apa dia harus menelpon ayah.
Ishita bilang, aku baik-baik saja, mari kita pulang, jangan khawatir.
Mereka beranjak.

Ashok mendapat informasi kalau orang suruhannya tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Ia menegur si pria.
Suraj mengingatkan Ashok, kita masih punya banyak waktu, kita akan merencanakan dengan matang hingga tidak ada kesalahan.

Sarika mengikat rakhi ke Abhishek. Nyonya Bhalla memperhatikan.
Sarika bertanya kenapa Abhishek telat menjepuntnya.
Abhishek bilang ia sibuk dengan pekerjaannya, ia akan segera mengantar Sarika.
Nyonya Bhalla meminta Sarika menyiapkan popok Rohit dan tetek bengek lain, dia mungkin terlambat.
Abhishek juga mengatakan Sarika bisa terlambat.
Nyonya Bhalla menegaskan mendahulukan yang penting.
Sarika menyiapkan botol susu, popok dan lainnya, kemudian mengambil berkat mertuanya.
Sarika dan Abhishek berangkat.
Nyonya Bhalla bergumam, tidak ada yang bisa memahami hal ini, sesuatu yang terjadi diantara mereka. Jika aku yang katakan, mereka pikir nanti aku musush mereka.

Ishita dan Aditya sudah nyampe rumah. Ishita minta Aditya untuk tidak memberitahu siapapun apa yang terjadi hari ini.
Ishita melihat kekhawatiran di wajah Aditya, ia bertanya ada masalah apa.
Mereka duduk dan bicara.
Adi mengatakan pikirannya tentang cinta yang akan ia datapkan akan berkurang setelah bayi ada, tapi ia juga sangat mengkhawatirkan bayi yang dikandung Ishi Maa. Ia sangat mencintai Ishi Maa dan meminta selalu mendapatkan pelukan yang sama setelah bayi ada nantinya.

Ishita terharu, ia memeluk Aditya sembari berkata, orang tua hanya perlu cinta anak-anaknya. Kau pikir pasti tidak mudah. Ketika aku tidak bisa menjadi seorang ibu, orang berkata buruk tentang ku. Aku sedih. Tapi keajaiban terjadi, aku memiliki mu dan Ruhi, aku menjadi seorang ibu. Kalian berdua adalah bayiku. Aku adalah seorang wanita yang sempurna jadinya.

Ishita juga menedagskan, bayi akan menjadi anak ketiga. Cinta Yashoda berbeda, seperti hubungan hati, bukan hubungan darah. Jadi kau jangan khawatir, aku akan selalu sangat mencintaimu.
Aditya lega, ia memeluk Ishita, aku mencintaimu Ishi Maa.
Ruhi memanggil Aditya yang sudah datang dan Ishi Maa juga pergi, ia sudah lapar menunggu.
Aditya berkata sekarang tidak perlu menunggu.

Raman berterima kasih pada Dewa.
Mereka memintaa Ruhi mengikat rakhi.
Aditya duduk dengan wajah senang dan Ruhi melakukan ritual rakhi.
Aditya memberi hadiah pada Ruhi dan Ruhi suka. Aditya senang Ruhi menyukainya, karena ia dan Ishi Maa hampir kecelakaan saat membelinya.
Yang mendengarkan ceplosan Aditya jadi terkejut dan bertanya bagaimana kejadiannya.

Bala meminta Vandu untuk menyiapkan makanan. Vandu mendapat panggilan telpon dari kepala personalia dan berbicara dengannya.
Vandu berkata aku sedang cuti hamil, tapi,, tidak masalah jika itu pekerjaan penting.
Usai menelpon Vandu memberitahu, Bala cuti sudah berakhir, aku harus pergi ke beberapa pertemuan. Kau bantu aku untuk berkemas.
Bala kesal tapi harus setuju.

Ruhi berkata tidak ingin hadiah dari Aditya karena membawa masalah.
Raman jadi jengkel dan beranjak.
Ishita membujuk Ruhi bahwa Aditya membelikannya dengan penuh cinta. Aditya adalah pahlawan, ia menyelamatkan hidup Ishi Maa.
Ruhi tetap menolak mengambil tas itu.
Ishita menjelaskan bahwa tidak baik menyalahkan hal lain untuk kecelakaan.
Ruhi menunjukkan sikap berkat pada Aditya dan menerima hadiah.

Aditya menemui Raman.
Raman berkata kalau Ishita keterlaluan, jika kemudian sesuatu terjadi bagaimana.
Aditya mengatakan itu bukan kesalahan Ishi Maa, ia yang mengajak bersamanya. Ia juga berjanji tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya.
Raman memeluk Aditya dan mengatakan bahwa Ishi Maa harus tidak stress, ia memiliki bayi. Ishi Maa juga harus berhati-hati. Ia memanggil Ishita.
Aditya memberi gambaran mobil yang mau menabrak Ishita, mereka harus membuat laporan polisi, tapi ia tidak melihat nomer platnya.
Raman setuju dengan ide Aditya. Ia kembali memanggil Ishita.

Ishita datang menemui Raman.
Raman memintanya untuk berhati-hati.
Ishita mengiyakan, aku tahu bahwa aku punya bayi kita dalam perut, aku harus ekstra hati-hati.
Raman berbicara pada bayi, Ishi Maa tidak sendirian sekarang, dia tidak boleh egois, kau harus menjelaskan pada Ishi Maa, kalian berdua masalah bagiku.
Ishita tersenyum.
Raman menggoda kalau seharusnya bayi itu tidak harus pergi pada Ishita sembari membuat gerakan pura-pura hamil.
Mereka berdua tersenyum.
Raman memeluk Ishita smebari berbisik semua akan baik-baik saja.
Yah hai mohabbatein musik latar dimainkan.

Saat makan bersama, Raman mengatakan bahwa ia akan menemani Ishita dan sangat mempedulikannya.
Simmi dan Nyonya Bhalla menggoda mereka.
Raman minta Tuan Bhalla untuk ikut bersama Romi sambil memberikan cek.

Abhishek mendapat pembantu dari desa dan mengatakan pada Nyonya Bhalla bahwa pembantu baru itu akan melakukan semua pekerjaan dan mengurus bayi juga. Ia berpikir perlu bantuan seseorang mengurus itu karena Sarika akan fokus belajar.
Nyonya Bhalla mengatakan mereka akan mengaturnya.
Neelu bertanya pada Nyonya Bhalla tentang pembantu baru dan jadi kesal. Ia akan pergi.
Nyonya Bhalla menahan Neelu.
Abhishek jadi bingung karena terjebak dalam hal seperti itu, ia hanya ingin membantu.

Raman dan Ishita ke rumah sakit untuk tes sonografi. Raman pergi untuk mengambil dokumen dari mobil dan ia melihat mobil seperti yang dideskripsikan Aditya sebelumnya. Raman terkejut melihat Shagun yang keluar mobil. Raman bergumam aku menyuruhnya untuk menjauh dari keluargaku dan aku secepatnya.

Raman mulai memarahi Shagun, kau tahu Ishita hamil hingga kau datang kesini untuk menyakitinya, kau berniat mencelakainya.
Shagun menegur apa yang dibicarakan Raman.
Manoj datang dan meminta Raman untuk menghentikan ucapannya.
Raman berkata pada Manoj, kau tidak mengenalnya.
Manoj bilang ia mengenal baik Shagun.
Raman bersikeras, kau tidak tahu kebenaran, dia adalah wanita yang buruk, yang bisa melakukan apa saja demi uang.

Manoj berkata bahwa sekarang Shagun bekerja pada sebuah LSM, dia justru membantu wanita seperti itu. Manoj tidak bisa mentolerir jika Raman berkata yang tidak-tidak tentang Shagun.
Raman tetap berkeras.
Manoj mengatakan Raman tidak tahu kebenaran, jangan salahkan Shagun.
Raman tetap ngotot kalau ia tahu pasti kebenaran tentang Shagun dan yang lakukan.

Manoj membela Shagun, apa yang kau lihat tidak benar. Shagun bekerja di LSM dan dia membuat pria yang tidak sopan ditangkap. Shagun kesini karena ada projek disini.
Shagun meminta Manoj untuk diam.
Manoj mengatakan bahwa ia akan jelaskan semuanya, Raman kau tau Shagun yang ingin Ishita hamil. Dia sangat senang mengetahui berita kehamilannya. Dia telah berdoa siang malam untuk Ishita saat dia tahu Ishita adalah pasienku. Ia meminta untuk memberikan upaya terbaik. Idenya mengirim ku ke rumah mu, bukan permintaan mu. Dia tidak seperti yang kau bicarakan. Dia wanita terhormat, masa lalu tidak penting. Yang penting adalah siapa dia sekarang. Aku tidak tahu sejarah kau dan dia, aku hanya tahu dia ingin yang terbaik untuk Ishita.

Raman jadi berpikir Shagun benar-benar berubah, siapa yang coba menyakiti Ishita.

Sopir Ashok yang bernama Chand Mishra yang diberi tugas mencelakai Ishita meminta Ashok memberikan uang.
Ashok memarahinya.
Chand meminta Ashok untuk menolong anaknya.
Ashok bilang apa Chand sudah gila.
Chand bilang ia tidak akan pernah memaafkan Ashok.
Ashok mengusirnya dan memintanya untuk tidak pernah datang lagi ke tempatnya.

Di mobil, Raman memberitahu Ishita bahwa Shagun menginginkan kehamilan Ishita berhasil. Manoj juga mengatakan sekarang Shagun bekerja untuk sebuah LSM.
Ishita merespon kalau dia turut bahagia untuk perubahan Shagun, ia sudah mengubah hodupnya dan orang lain juga.

Ishita meminta Raman untuk mengantarkannya ke klinik.
Raman beralasan ia ada pertemuan.
Ishita mengatakan kalau ia harus bicara dengan dr.Barta, ia harus tahu mengapa si dokter tidak memberitahu pasiennya.
Raman berkata tidak, mereka langsung pulang.
Ishita curiga, ia minta Raman tidak menyembunyikan sesuatu.
Raman memberitahu kalau ia sudah memperingatkan dr. Batra dan memintanya untuk tidak memberitahu pekerjaan apapun untuk Ishita.

Ishita menunjukkan wajah memelas, ia tahu Raman khawatir dengan bayinya, tapi ia akan depresi kalau di rumah saja selama sembilan bulan, makan ia minta diantarkan ke klinik.
Raman akhirnya setuju.

Klik halaman berikutnya untuk membaca kelanjutannya.

Iklan

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s