Mohabbatein : Ishita Hamil Berkat Harapan Ruhi


Sinopsis Mohabbatein episode Ishita dinyatakan hamil. Setelah melakukan terapi tes dengan dokter Manoj, didapat laporan bahwa kandungan Ishita tidak memungkinkan untuk mengandung. Manoj menelpon Ishita dan juga Raman. Tapi keduanya berusaha saling menyembunyikan berita sedih itu, takut salah satu dari mereka tidak akan kuat, ditambah lagi suasana bahagia setelah pernikahan Romi dan Sarika.

mohabbatein-raman-bahagia-mendengar-ishita-hamil

Begitu Ishita dan Raman bertemu Manoj, keduanya baru ngeh bahwa mereka berdua sudah saling jaga hati masing-masing. Manoj menggoda mereka bahwa ikatan cinta keduanya tidak dapat menyakiti siapapun, mereka tidak perlu bayi untuk membuktikan cinta satu sama lain.

Shagun datang untuk bertemu Manoj dan menunggu. Ia bergumam barharap menyampaikan berita itu dengan baik pada Raman dan Ishita, bagaimana keduanya akan menanggapi kabar buruk tersebut. Shagun berharap Manoj memiliki pengobatan untuk Ishita. Ishita layak mendapatkan kebahagiaan itu, ia minta Dewa mendengar keinginannya itu. Shagun akhirnya melihat Manoj dan mengatakan ia sudah menelpon dari tadi. Manoj minta Shagun santai dan mengajak ke ruangannya. Ia memberitahu bahwa Raman dan Ishita sudah tahu tentang hasil tes. Raman menenangkan Ishita dengan baik. Ia melihat kegelisahan Shagun menunjukkan kalau ia ingin tahu tentang Ishita. Shagun ngelesh ia datang untuk hal lain, kemudian pergi.

Raman dan Ishita pulang. Merek berdiskusi tentang masuk rumah secara bersama karena sebelumnya mereka berangkat secara terpisah. Ishita masuk dan Nyonya Bhalla menyambutnya, meminta untuk berbagi cerita karena sudah menganggap Ishita putrinya, ia juga berdoa agar Ishita segera mendapat seorang bayi. Nyonya Bhalla mendapat telpon. Ishita berlalu. Raman yang memperhatikan menyimpulkan bahwa Ishita membutuhkan waktu. Ishita beranjak ke kamarnya dan menangis. Raman menatap sembari menenangkan.

Ruhi datang dan menunjukkan nilainya. Nyonya Bhalla memberkatinya. Ruhi mengatakan ingin melihatkannya pada Ishita Maa.

Ishita sedang bicara kalau ia menginginkan bayi untuk Ruhi, bukan dirinya saja. Ruhi sangat bersemangat untuk seorang adik. Ishita tidak berharap, tapi ia juga ingin mendapatkan saudara. Manoj datang dalam hidup mereka, semua merekomendasikan pengobatannya sangat baik. Ishita pun mulai berharap. Sekarang ia tidak tahu apa yang akan dikatakan pada Ruhi, bayi tidak akan datang.

Ruhi yang mendengar pembicaraan itu terkejut.

Ishita merasa telah gagal. Raman memintanya untuk tidak mengacaukan keadaan, Ruhi jangan tahu dulu.

Ruhi menjauh dari situ dan mengatakan akan ke Shravan. Nyonya Bhalla menegur cucunya itu apa tidak lelah baru pulang sekolah.
Diluar rumah, Ruhi menangis.

Raman menenangkan Ishita. Dia merasa tidak lengkap tanpa Ishita. Keduanya tersenyum.

Sarika dan Romi berbicara. Sarika meminta Romi pergi ke kantor, sudah sebulan mereka bersama, sudah saatnya membatasi bersama-sama sekarang. Mereka punya bayi, prioritas mereka sekarang berbeda. Ia mengatakan harus mempersiapkan masa depan bayi mereka, jika ia keluar, yang rugi mereka. Ishita melihat mereka. Romi merasa risi dan pergi.

Ishita meminta maaf karena harus mendengar pembicaraan itu. Ia merasa Sarika benar, tetapi Romi juga tidak salah. Ia seperti itu karena mencintai Sarika.

Romi keluar.
Nyonya Bhalla mengomentari kalau anaknya itu baru bertukar pikiran dengan Sarika.
Ishita dan Sarika yang sedang bicara tertawa. Ishita meminta Sarika memberikan waktu untuk Romi, biar dia menikmati Sarika memanjakannya, hingga akan mengerti satu sama lain.
Nyonya Bhalla datang dan mendengar pembicaraan mereka.
Ishita meminta Sarika untuk melanjutkan pekerjaannya.
Sarika mengatakan tidak ingin melakukan pekerjaan sebagai asisten.
Ishita menganjurkan untuk meningkatkan diri, mengikuti kursus dan Sarika akan mendapatkan pekerjaan yang baik.
Sarika mengatakan ide Ishita sangat bagus, ia akan ijin Romi dan mengucapkan terima kasih.
Nyonya Bhalla keluar.

Ruhi datang ke rumah sakit dan ingin data dokter Ishita Bhalla. Ia bersikeras agar perawat membawakannya.

Ishita menanyakan keberadaan Ruhi. Nyonya Bhalla mengatakan kalau tadi pulang sekolah Ruhi sangat senang, ia akan menunjukkan nilainya.
Ishita heran dan bilang tidak menemuinya.
Nyonya Bhalla bilang kalau Ruhi sedang ditempat Shravan.
Ishita mencarinya. Raman juga tidak tahu kemana Ruhi pergi. Sarika melaporkan kalau tidak bersama Romi juga.
Semuanya berusaha menemukan Ruhi.
Ishita mendapat telpon dan terkejut.

Ruhi menemui Manoj dan bicara bagaimana Mukherjee mengatakan Manoj akan membantunya, sekarang kenapa ia mengatakan Ishita Maa nya tidak akan mendapatkan bayi. Ia tidak akan membiarkan Manoj berbohong. Ruhi menangis.

Manoj mengatakan kalau ia tahu Ruhi sangat mencinta Ishita Maa dan menginginkan bayi, tetapi itu tidak mudah.
Ruhi masih menangis dan bertanya mengapa.
Raman dan Ishita datang.
Ishita mengatakan kalau ini salahnya, bukan salah dokter, ia harap Ruhi mau memahaminya.
Raman meminta Ruhi untuk mendengarkan Ishita.
Manoj bilang kalau ia akan memeriksa Ishita lagi, ia meminta Ruhi dan Raman menunggu diluar. Ruhi menolak. Ia berkeras untuk ikut.

Raman coba bicara pada Ruhi. Ia bingung mau memberitahu Ruhi, belum nasib. Ia menangis bersama.
Manoj berbicara pada Ishita.
Raman hanya menatap Ruhi pergi mencari Ishita. Ia melihat Ruhi berdoa.
Manoj akan melakukan tes pada Ishita dan mengambil sample untuk tes kehamilan. Berharap mengerti. Berharap tesnya baik.
Ruhi menangis sambil berdoa.
Raman mendapat telpon dan bilang ia tidak bisa datang sekarang.
Manoj bertanya apa Raman akan pergi.
Raman mengatakan bagaimana ia bisa pergi, istrinya disana, anaknya berdoa.
Ruhi bertanya pada Manoj tentang hasil tes Ishita.
Manoj menjelaskan masih melakukan beberapa tes.
Ruhi pun menyimpulkan kenapa ia mengganggu doanya, ia kembali pergi.

Raman menegur Manoj yang memberikan harapan palsu pada Ruhi.
Manoj beralasan, Ishita kuat, tidak perlu khawatir, ia akan baik-baik saja.
Ishita sangat kaget melihat hasil tes kehamilan dan menunjukkannya pada Manoj.
Manoj tersenyum, kau tahu artinya ini.
Ishita jadi berkaca-kaca dan menegaskan ia hamil.
Manoj bilang tepat, itu sebuah keajaiban.
Ishita minta penjelasan. Manoj mengatakan tidak bisa 100% yakin pada ilmu kedokteran, sekarang buktinya.
Ishita menangis dan tersenyum.

Ishita bilang akan memberitahu Raman.
Manoj menahannya, ia harus melakukan tes lagi.
Ishita duduk dan ingat harapan Ruhi dan ejekan ibu Subbu. Ia juga ingat Shagun mengejek dan jadi menangis. Ishita memikirkan ucapan Raman dan kembali merasa baik.

Raman di kantor dan memberitahu manajer untuk bertemu klien. Ia pergi.
Klien Sharma datang dan meminta Raman membahas proyek. Raman sambil bekerja terus melihat jam.

Ishita tersenyum dan memeluk Ruhi. Ruhi menebak bahwa Manoj mengatakan pada Ishita kalau akan punya bayi.
Ishita bertanya bagaimana Ruhi bisa melakukan semua ini. Ruhi adalah seorang malaikat, ia menjadikannya ibu untuk kedua kalinya sekarang. Ishita bilang mencintai Ruhi.
Ruhi juga bilang kalau ia juga mencintai Ishita Maa, ia mengajak memberitahu keluarga.
Manoj melarangnya, meminta Ishita untuk tidak berbagi dengan siapapun karena memiliki beberapa komplikasi.
Ruhi menawar kalau mereka bisa memberitahu ayahnya.
Ishita setuju.
Manoj memberitahu Ishita agar meminta Raman untuk menemuinya untuk berbicara. Ishita mengucapkan terima kasih atas kabar bahagia ini.

Shagun bicara dengan kepala perawat dan mengatakan ia punya hubungan baik dengan dokter, ia akan mengekspos penipuan ini. Dia di rumah sakit Manoj dan mendengar tentang gadis Ruhi yang berjuang dengan dokter. Perawat mengatakan pada Shagun bahwa Ruhi bersikeras dokter melakukan pemeriksaan ulang pada ibunya, dan dokter mengetahui bahwa ibunya itu benar-benar hamil. Shagun bertanya apa nama ibu gadis itu Ishita Bhalla.
Perawat mengiyakan.
Shagun tak mempercayai apa yang di dengarnya dan bergegas untuk melihat mereka.

Ashok juga di rumah sakit sedang menjalani pemeriksaan.

Shagun menemui Manoj dan memberikan pelukan dan ciuman dengan sangat senang. Ia mengucapkan terima kasih. Manoj tidak menyangka Shagun akan bertemu dengannya seperti ini setelah berita kehamilan Ishita, kalau begitu ia akan melakukan keajaiban ini sebelumnya.
Mereka mulai berdebat.
Manoj mengatakan tidak ada yang tidak bisa ia lakukan lebih baik dari Shagun.
Shagun menciumnya dan meminta untuk melakukan hal itu. Itu bukan omong kosong, ia mencium dalam kegembiraan. Ia pergi.

Ashok melihat Shagun pergi dan Manoj memanggil Ruhinya.
Ia bergumam kalau bekas pacarnya itu benar-benar melupakannya. Ia berpikir kenapa Manoj memanggilnya Ruhi. Ia harus mencari tahu.

Romi pulang dan menemui Rohit. Sarika minta maaf padanya. Dia menceritakan bagaimana ia bertahan setelah ibunya meninggal. Mereka harus bicara. Ia mengatakan Ishita yang menyarankannya untuk belajar dan memperlihatkan daftar. Romi menyukai ide itu dan melihat daftar. Sarika tersenyum.

Ishita datang ke kantor dan bertemu Raman. Dia mengatakan tes sudah selesai. Raman bilang kalau ia tidak mau mendengar apa yang menyakiti Ishita, ia tahu Ishita tidak bisa menjadi ibu.
Ishita minta Raman mendengarnya, hasil tes positif, ia telah mengandung bayi mereka. Ia bilang ia hamil.
Raman senang dan meminta ketegasan Ishita kalau apa yang dikatakannya itu benar, ia tidak percaya. Mereka saling memeluk dengan mata berkaca-kaca untuk kebahagiaan.

Raman bilang ia mencintainya. Ia sangat bahagia. Ia akan memberikan kebahagiaan untuk anak mereka, akan menjadi orang tua terbaik. Akan mengirimnya ke luar negeri untuk belajar, mempersiapkan masa depan yang terbaik. Ishita tidak boleh melakukan apapun, hanya istirahat. Ia akan beritahu semua orang di rumah, ia akan memperhatikan.
Ishita mengingatkan Raman yang sudah punya dua anak.
Raman mengiyakan dan bertanya apa kata dokter.
Ishita memberitahu kalau Manoj terkejut, tidak tahu bagaimana hal itu bisa mungkin, Raman memiliki bayi da dalam Rahim Ishita. Raman memeluknya.

mohabbatein-toshi-mengkhawatirkan-romi

Romi menelpon tentang pekerjaan.
Nyonya Bhalla yang memperhatikannya berpikir suasana hati anaknya itu sedang baik dan ini kesempatan untuk berbicara dengannya. Nyonya Bhalla mulai bicara tentang Sarika. Ia mengusulkan agar Sarika tidak perlu ikut kursus lagi.
Romi tentu saja bertanya kenapa.
Nyonya Bhalla mengingatkan siapa yang akan mengurus Rohit.
Romi enteng menjawab bahwa semua orang di rumah bisa mengurus Rohir.
Nyonya Bhalla mengingatkan Romi bahwa anaknya itu tidak berpendidikan bagus. Jika Sarika belajar banyak, hal itu bisa mempengaruhi hubungan keduanya, ini bisa jadi masalah besar. Ia tidak masalah dengan belajar lagi, tapi ia mengatakan apa yang mungkin terjadi.
Romi mengatakan kalau apa yang dikhawatirkan ibunya itu tidak akan terjadi dan meminta ibunya tidak perlu khawatir. Dia sendiri akhirnya jadi khawatir.

Ashok menemui Manoj dan bertanya padanya tentang Shagun yang ia panggil Ruhi. Ia tahu mantan wanita itu dengan baik.
Manoj meminta Ashok untuk keluar.
Ashok meminta Manoj untuk mencari tahu padanya.
Manoj tetap meminta Ashok meninggalkannya.
Ashok mengatakan bahwa perempuan itu memanfaatkan orang-orang seperti mereka, membuatnya melakukan apa yang dia mau.
Manoj mengusirnya keluar dan pergi. Ada kertas terjatuh.
Ashok mengambil kertas itu dan data kehamilan Ishita. Ia langsung bergumam kalau itu berita besar, Raman menjadi ayah lagi. Ia kedudian memberikan kertas itu ke perawat dan berkata ia merasa senang mendengar berita Raman ini.

Keluarga Bhalla sedang makan.
Sarika mengatakan pada Ishita bahwa ia akan kursus manajemen rumah sakit.
Nyonya Bhalla meminta Sarika untuk diam dan memintanya untuk tidak pergi.
Raman juga meminta Ishita untuk tidak pergi keluar, beristirahat saja.
Ruhi membuat pengumuman bahwa ayahnya itu meminta Ishita Maa istirahat karena sedang hamil.
Semua yang mendengarkan terkejut.
Ruhi menambahkan bahwa Ishita Maa akan punya bayi.
Nyonya Bhalla minta kepastian pada Raman.
Raman tersenyum, mengatakan tidak, bukan bayi, tetapi virus bayi, gejala aneh yang,,.
Ruhi memotong ucapan Raman agar tak berkata seperti itu dan harus minta maaf.
Raman membuat alasan dan mengatakan Ruhi ingin bayi, jadi saat bicara tentang virus, ia mendengar jadi salah paham.

Adi mengatakan Ruhi konyol.
Nyonya Bhalla menanyakan tentang virus bayi yang dimaksud Raman, ia tidak pernah dengar sebelumnya.
Raman mengatakan ia hanya mengarang, sekarang dikenal, mereka akan pergi mencari ice cream.
Romi nyelutuk bagaimana membeli ice cream padaha ada masalah virus bayi.
Raman meminta Romi untuk makan makanannya, ia akan membelikan untuknya juga.
Raman keluar dnegan Ruhi dan menjelaskan ke Ruhi bahwa masalah Ishita adalah khusus dan memintanya membiarkan Ishita istirahat. Mereka akan memberitahu semua orang nanti.

Iklan

One response to “Mohabbatein : Ishita Hamil Berkat Harapan Ruhi

  1. Ping-balik: Mohabbatein : Ishita Hampir Tertabrak, Manoj Menilai Shagun Wanita Hebat & Aditya Sasaran Balas Dendam Untuk Ashok | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s