Uttaran: Episode Akash Membuktikan Cinta – Tapasya Salah Paham Dengan Surat Cinta Vishnu untuk Mukhta, Malah Menjodohkan Meethi


Esok paginya, Vishnu bergabung dengan semuanya untuk sarapan. Jogi menanyakan keberangkatannya. Vishnu mengiyakan. Tapasya memintanya untuk tinggal beberapa hari lagi. Damini juga meminta hal yang sama.

Vishnu mengatakan ada pekerjaan penting yang sedang menunggu.
Tapasya meminta Meethi untuk memberi tahu Vishnu.
Sebelum Meethi menjawab, Akash muncul membawa sarapan tambahan. Melihat hal itu, Meethi malah semakin sengaja meminta Vishnu untuk tinggal. Akash menatap Meethi, Meethi pun membalasnya dengan maksud memanasinya.

Vishnu yang tak menyadari dua orang itu saling melihat, menjelaskan pekerjaan kantornya. Tapasya menegur Akash yang masih berdiri disitu.
Meethi malah merayu Vishnu, “kau akan mengantarkanku belanja kan?”
Tapasya langsung mendukung.
Akash hanya tersenyum.
Mukhta bergabung untuk sarapan.

Tapasya meminta Mukhta untuk ikut pergi belanja bersama Meethi dan Vishnu. Mukhta setuju.
Akash hendak berbalik ke dapur saat Mukhta memintanya untuk ikut juga. Tapasya menanyakan alasan Mukhta.
Mukhta beralasan bahwa mereka pasti membutuhkan seseorang untuk memegang tas belanjaan.
Tapasya coba membuat Akash ga usah diajak, tapi Meethi yang bermaksud memanasi Akash justru setuju dengan ajakan Mukhta, “dia juga harus tahu tempatnya di rumah.”
Tapasya dan Damini saling bertatapan dengan cemas.
Akash mengangguk sopan merespon ucapan Meethi.

Kedua pasangan, Mukhta, Vishnu, Meethi, Akash, yang berbelanja sedang mau makan di sebuah mall. Vishnu memuji makanan disitu. Akash duduk di meja yang agak jauh dari mereka bertiga. Mukhta coba menawarkan untuk bergabung, tapi Akash menolaknya.

Vishnu bertanya pada Meethi apa yang akan dipesan. Mukhta sedikit bereaksi. Meethi pun sengaja meminta Vishnu memilihkan makanan yang disukainya. Akash paham.
Vishnu kemudian beralih ke Mukhta untuk memesan makanan yang disukainya.
Mukhta ingin tahu apa yang Vishnu suka, dan pesan yang sama juga untuk Akash. Akash kembali tersenyum.
Pelayan mencatat pesanan.
Akash memberitahu pelayan untuk tidak menambahkan rempah-rempah dalam pesanan untuk wanita berpakaian biru. Dia tidak suka pedas, karena dia sendiri adalah cabenya. Meethi yang dalam setelan pakaian biru mendengar semua yang dipesankan Akash itu.

Beberapa orang baru datang ke restoran, mereka memerintahkan manajer untuk melayani mereka. Salah satunya melemparkan salah satu tas belanja Akash. Ia kemudian menatap Mukhta kemudian Meethi. Makanan yang Paratha yang disajikan untuknya di puji Vishnu.

Lelaki yang menatap Mukhta Meethi, menggeser duduk temannya, melontarkan kata-kata murahan sambil menatap Meethi tapi menggantinya seolah untuk Paratha.

Akash tentu saja mendengar itu, ia memejamkan matanya menahan marah karena ucapan lelaki itu melecehkan Meethi.

Si lelaki terus melontarkan kata-kata murahan, ia menyebut Meethi dingin, tapi manis juga.
Akash mengaduk karinya, mulai marah.
Lelaki dan teman-temannya bangun, seakan menantang.
Akash mengatakan ada batu kecil di kari.

Lelaki itu dengan sombongnya bilang bahwa Akash datang hanya untuk dipukuli olehnya.
Vishnu ikutan bangkit dan bicara dengan lelaki itu.
Lelaki itu hendak memukul Vishnu, tapi Akash menahan tinju lelaki itu. Mukhta Meethi bangkit dari tempat duduk.

Akash bicara pada lelaki itu kalau dia terlihat dari keluarga baik-baik, tapi kelakuannya sangat rendah. Ia akan menjelaskan kepadanya sambil menghadap Vishnu dan memberi isyarat.

Akash juga meminta pelayan untuk menyingkirkan hal-ahal yang mungkin rusak, kemudian kembali menghadapi lelaki yang coba memukulnya dan berusaha dia hindarkan. perkelahian pun dimulai. Akash dan Vishnu melawan berandalan yang mengusik mereka, sedang Mukhta Meethi menatap dengan cemas.

Seorang wartawan yang hadir dilokasi mengambil gambar perkelahian. Salah satu dari lelaki berandalan berhasil memukul kepla Akash. Meethi terkejut. Vishnu menyudahi perkelahian dengan para lelaki itu.

Para pelayan membantu Akash, manajer restoran menelpon polisi. Vishnu yang berhasil mengalahkan ketua kelompok lelaki yang mengganggu mereka, diteriakan olehnya, apa Meethi itu istrinya. Vishnu yang terpancing emosinya malah mengiyakan.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan