Uttaran: Episode Akash Membuktikan Cinta, Menjadi Pelayan di Rumah Keluarga Meethi. Mukhta-Vishnu Saling Suka


Akash turun dengan wajah sedih. Rathore yang sedang bicara di telpon dengan seseorang, berhenti, menatap Akash, apa mata Akash sakit.
Akash berjalan pergi.
Rathore melihat gelang kaki di tangan Akash, ia menyelesaikan panggilannya.

Sementara itu, Meethi duduk di tempat tidur. Meethi di kamar dan Akash di dapur, keduanya sama-sama melamun. Rathore mengawasi Akash yang sedang memotong tomat dari pintu dapur, “kau merasa sedih karena tidak terjadi seperti yang kau inginkan.”
Akash mendongak terkejut, menyeka air matanya, “aku sedang memotong bawang, makanya keluar air mata.”
Rathore berkomentar lagi, “apakah tomat di sebut bawang di Aatishgarh.”
Akash terdiam, menyadari alasannya yang tak tepat.

Rathore terus berkomentar, “membeli hadiah dengan begitu banyak cinta,, tidak diterima. Menempatkan hidupmu dalam bahaya demi hadiah itu, merasa begitu sedih makanya menangiskan?”
Akash mengangguk, “air mata ini pantas buatku. Aku juga akan mendapatkan rasa sakit yang sama yang telah diberikan ke Meethi. Sekarang hanya merasa sedih, makanya.”

Rathore bersuara lagi, “dia memiliki hak untuk marah padamu. *Akash mengangguk* Aku tidak tahu apakah cintamu benar atau tidak, tetapi jika memang, maka setiap kebahagiaanmu harus menjadi miliknya dan setiap kesedihan harus menjadi milikmu.”

Jogi bergabung, ia bertanya pada Rathore, “apa kau tau kalau Akash belum tidur sejak jam 3 dinihari? Dia keluar rumah diam-diam. Aku tahu motifnya juga.”
Akash menatap Jogi dengan wajah kaget.

Jogi membuka telapak tangan Akash, memperlihatkan luka di tangan Akash, “aku tahu kau bekerja di bengkel di malam hari karena aku telah melihat dengan mata sendiri. Aku belum memberi tahu siapapun di rumah karena aku ingin tahu motif di belakang itu. Sekarang, setelah mengetahui kebenarannya, percayalah, kau telah menyentuh hati ku. Aku perlahan-lahan telah mempercayaimu sekarang.”

Akash merasa tidak enak hati, “saat aku melihat kepercayaan yang anda miliki dimata anda untukku maka aku bersemangat karen anda satu-satunya orang yang telah memberiku kesempatan ini. Aku tidak akan mengecewakan anda. Aku akan bekerja lebih keras untuk memenangkan cintanya daripada yang telah ku lakukan untuk membelikannya hadiah. Suatu hari aku akan membuat dia mengenakan gelang kaki ini dengan tanganku sendiri.”

Jogi berputar ke arah Rathore, “kau tahu kita bisa mendapatkan teh yang enak.”
Rathore membalas, “aku baru bisa berkomentar jika aku mencoba pakoras dengan teh.”
Akash setuju untuk membuatnya.
Rathore mengingatkan Akash untuk membuatnya dengan bawang bombai tidak dengan bawang Aatishgarh.
Akash meminta untuk pergi ia akan segera menyiapkannya.
Jogi beranjak keluar setelah menepuk lembut pipi Akash. Akash mengucap syukur pada Dewa.

Malam hari, Vishnu menghentikan Mukhta, “apakah pesta telah dibatalkan?” Mukhta mengernyit.
Vishnu menjelaskan pesanan kue telah dibatalkan, katering juga memastikan hal yang sama.
Jogi dan Rathore mendengar obrolan mereka.

Mukhta mengatakan dia tidak melakukan mungkin Ma yang melakukannya.
Tapasya mengernyitkan wajah.
Semua jadi terkejut heran saat Meethi mengumumkan bahwa ia yang membatalkan semua order, “aku yang lakukan! Aku hanya ingin tidak ada orang luar yang datang, hanya kita yang merayakannya.”

Mukhta minta kejelasan kenapa Meethi membatalkan kue dan makanan.
Meethi memberitahu, “segala sesuatu yang diperlukan akan dibuat oleh pelayan baru rumah kita.”
Semua terkejut.
Rathore melirik Akash.

Meethi terus bicara, “dia akan membuat kue dan makanan juga. Kau sudah belajar semuanya dari buku masak yang tepat? Daftar pertama sudah harus siap di meja dapur pukul 21.00.”
Meethi memastikan jam pesta dengan Tapasya.
Vishnu melihat jam tangannya, “bagaimana akan mungkin dalam 3 jam?”
Meethi tersenyum. Mukhta melihatnya seakan bertanya mengapa Meethi melakukan semua ini.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan