Uttaran: Episode Akash Membuktikan Cinta, Menjadi Pelayan di Rumah Keluarga Meethi. Mukhta-Vishnu Saling Suka


Penjahat masuk ke dalam tenda dimana sudah ada penawar. Vasu datang dengan menutup dirinya dengan selimut. Ia menaroh chit di saku mereka. Mereka menyebut tenda.
Mereka akhirnya melihat seorang pria berdiri berjaga di luar tenda, mereka kemudian datang dari arah berbeda untuk melumpuhkan penjaga.

Salah satu penjahat menginformasikan penjahat yang dari Sankaar bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Terdengar bunyi tembakan ke udara, semua terhenti.

3 orang yang sedang mencari juga sampai di dekat tenda. Penjahat mengingatkan untuk tidak bergerak saat Vasu membunyikan lonceng kecil yang dibawanya. Semua menatapnya. Vasu menunjukkan wajahnya, melemparkan bubuk warna ke mereka, saya coba untuk tidak menjadi musuh, tapi.

selanjutnya, Jai memegang manglsutra yang dilemparkan penjahat ke tanah, Vasu mengalahkan damru, Akash memegang trisula.
Ketiganya dan Rathore mengalahkan preman. Polisi juga datang dan membawa para preman.

Rathore mengatakan pada Vasu bahwa setiap orang memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah ibunya.
Vasu nyahut bahwa ia punya kebiasaan buruk yang memamerkan apa yang dia tahu.
Rathore tak membantah.
Jai berterima kasih ke semuanya satu persatu.

Rathore kembali mengulang ucapannya bahwa semuanya sudah ditulis nasib untuk bertemu dan membantunya. Bhoomi beruntung memiliki suami seperti Jai.

Di tempat lain, Vishnu sedang menatap foto Mukhta di laptop ketika Mukhta datang ke kamarnya untuk mengembalikan payung. Ia melihat Vishnu melamun menatap layar laptop. Mukhta mengetuk, batuk dan masuk ke dalam.

Vishnu bangun, kemudian menyadari satu hal, tergesa menutup laptopnya, “kau! Apa kau datang lagi untuk mencari anting-anting mu lagi ke kamarku?”

Mukhta mengibaskan rambutnya, memperlihatkan antingnya, “sebenarnya aku datang untuk mengembalikan payung pada pemiliknya.”

Vishnu melamun, “pemilik, itu milikku. Aku sengaja meningalkan payung di rumahmu, biar bisa jadi alasan berkunjung berikutnya.”
Mukhta menunjukkan payung apa dia mau datang lagi untuk mengembalikannya.
Mereka saling tatap.
Mukhta pergi sementara Vishnu sibuk menggelengkan kepala. Mukhta berhenti dan mengucapkan selamat malam.

Esok paginya, Mukhta dengan hati-hati membuka pintu kamar Meethi. Ia memberi tanda pada yang lain, Divya, Jogi, Tapasya, Damini, posisi masing-masing.

Damini dengan penuh cinta membangunkan Meethi. Meethi menaroh kepalanya di pangkuan Anni dan melompat kaget begitu menyadari bahwa semuanya berkumpul mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Semua mendoakan dan memberkatinya.
Tapasya berharap Meethi mmeberi hidupnya untuk Meethi.
Meethi menolak, ia sudah kehilangan satu ibunya, tidak mau kehilangan yang lainnya.
Tapasya terbawa perasaa.
Akash mengawasi semuanya dari pintu, “happy birtday Meethi.”
Semua mengalihkan perhatian padanya.
Akash menambahkan, “madam.”
Tak ada yang merespon.

Rathore melangkah masuk dan mencairkan suasana hati mereka sambil melihat Akash. Ia juga ke Meethi.
Damini memberkati Meethi untuk memulai hidupnya dari awal dan itu terlalu terburu.
Rathore bisa melihat rasa sakit Akash karena Meethi hanya mengangguk sebatas perjanjian.
Jogi mengalihkan perhatian ke kue.
Semua keluar hingga Meethi bisa turun cepat setelah bersiap-siap.

Meethi ditemani Mukhta. Semua yang hadir bersemangat. Meethi mengucapkan terima kasih untuk kejutan itu.
Vishnu datang dan menyerahkan sebuah karangan bunga. Mukhta meminta bagiannyanya. Vishnu bilang sedang dalam perjalanan. Mukhta tertawa.
Vishnu dan Mukhta mengatur lilin pada kue, tangan mereka saling menyentuh, mereka saling tatap lagi sepintas.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan