Uttaran: Episode Akash Membuktikan Cinta, Menjadi Pelayan di Rumah Keluarga Meethi. Mukhta-Vishnu Saling Suka


Akash kembali ke toko perhiasan, “aku pikir anda telah menutup toko anda.”
Penjaga toko mengatakan bahwa ia masih buka hanya untuk menunggu Akash.
Akash menyerahkan uang ke tangan pemilik toko dan mendapatkan gelang kaki yang diinginkannya.

Akash kembali berjalan menuju pulang, hujan turun sangat deras. Beberapa preman melihat Akash datang dari mana, mereka bilang, “mangsa”
Preman itu mengikuti Akash dan membentuk lingkaran mengelilingi Akash, melemparkan ucapan yang mengganggu.

Akash mengatakan pada para preman untuk membiarkannya pergi karena ia tidak punya permusuhan dengan mereka.
Preman meminta Akash menyerahkan semua barang miliknya. Mereka menemukaan dompet Akash kosong.

Akash mengatakan bahwa ia tak punya apa-apa, apa yang ia miliki tidak ada gunanya bagi para preman.
Mulai perkelahian.
Akash melawan dengan baik, tapi salah satu preman menyerang kepala Akash dari belakang. Akash jatuh ke jalan, preman terus memukulnya dan merebut gelang kaki yang dipertahankannya.

Akash dengan terpincang coba merebut kembali gelang tersebut, tapi para preman menjauhkannya.
Tiba-tiba tangan Jai mendarat pada preman yang sedang mempermainkan Akash. Ia meminta preman untuk mengembalikan kepunyaan Akash. Tapi malah menerima ejekan.

Rathore ikut bergabung, mulai menghitung mereka.
Preman bertanya mengapa ikut campur. Rathore cuek, ia akan mengantarkan semua preman itu ke rumah sakit, makanya ia ikutan.

Rathore dan Akash mulai memukuli preman sampai lebam. Jai juga ikut membantu. Semua preman kabur. Jai mendirikan salah satunya, pergi sebelum ku lukai. Si preman mundur dengan ketakutan.

Rathore menanyakan kondisi Akash apa baik-baik saja. Akash mengangguk.
Jai menanyakan apa yang begitu berharga hingga menempatkan hidupnya dalam bahaya begitu.
Akash memberikan alasan bahwa itu untuk memenuhi bukti cinta pertamanya, tak masalah jika ia harus mati.

Rathore mengatakan pada Jai bahwa akan siap menolongnya. Kita telah bertemu karena nasib saja. Ini bukan keinginanku, tapi sinyal dari nasib.
Akash juga menawarkan untuk membantu.
Jai mengatakan bahwa ia percaya mereka berdua siap membantunya tanpa diminta, sementara sudah ada yang telah menawarkan bantuannya.
Rathore bertanya siapa.

Kemudian, mereka semua sampai di tempat Vasu. Jai mengucapkan terima kasih karena bersedia menemuinya. Ia memastikan apakah masih bersedia membantunya atau tidak. Ia menunjukkan foto Bhoomi, “kita hanya punya waktu sedikit karena hidupnya dalam bahaya.”

Akash ikut berkomentar, “ini tentang istri, dan seorang istri paling penting dalam kehidupan siapapun, harap kau tahu itu. Apa kau mencintai seseorang?”
Vasu diam.
Akash mengatakan pada Jai bahwa mereka harus mulai sendiri
Jai bersuara, “seseorang harus memiliki hati untuk memahami masalah seseorang. *Rathore terus memperhatikan Vasu* Jika hati ku besi, maka aku ingin melihat apa yang ada di dalam dirinya, hati atau batu!”

Vasu bersuara, “aku bukanlah Vasu jika aku punya hati.”
Rathore berkomentar, “jika kau tidak punya hati, setidaknya punya beberapa keluarga, kakak laki, saudara perempuan atau ibu!”

Vasu melihat Rathore begitu ada kata ibu. Rathore jadi tersenyum samar, “setiap orang memiliki kelemahan. Aku harus tahu anda hari ini. Jika anda tak mau membantu tak masalah.”

Rathore berbalik pergi saat Vasu mengatakan tunggu, hanya ada satu lokasi untuk menjual perempuan, Nafispura. Ada keramaian hari ini, akan dilakukan setelah puja Kaakat.
Mereka semua pergi, kecuali Vasu.

Mereka bertiga mencapai tempat yang diberi tahu Vasu. Mereka berjalan ke arah yang berbeda mencari Bhoomi. Jai sangat merindukannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan