Uttaran: Episode Akash Membuktikan Cinta, Menjadi Pelayan di Rumah Keluarga Meethi. Mukhta-Vishnu Saling Suka


Vishnu bangkit dengan terkejut hingga membuat kursi jatuh. Mukhta memintanya untuk hati-hati.
Vishnu menanyakan kenapa Mukhta kesitu.
Mukhta balik nanya apa Vishnu sedang mengharapkan orang lain.
Vishnu menunjukkan wajah bukan.
Mukhta mengucapkan terima kasih mendukung Akash.
Vishnu menegaskan bahwa ia mendukung Mukhta, mempercayai Mukhta bukan Akash, “kau benar, itulah sebabnya atau aku tidak terlalu suka padanya seperti yang lain. Meski aku tidak harus memberi nasehat, tapi ku minta kau jangan terlalu percaya padanya.”

Vishnu malah mendapati Mukhta terpana. Vishnu menjentikkan jarinya, Mukhta tersadar dari keterpanaannya. Vishnu menggoda, “kau tersesat kemana dan terpaku.”
Mukhta ngelesh bahwa ia tidak membuat kesalahan dengan percaya Akash.

Vishnu mengangguk, “sepertinya kau menyukainya,” sambil kembali bekerja.
Mukhta jadi bertanya apa Vishnu terus bekerja seperti itu setiap malam.
Vishnu menjawab sambil tersenyum, tidak setiap malam tapi ada pekerjaan penting saat ini. Tidak bisa ditunda sampai besok!”

Mukhta menyimpulkan, “itu artinya aku harus pergi dari sini?”
Vishnu tanpa sadar setuju, “jika kau tidak pergi maka bagaimana aku akan bekerja?”
Mukhta mengulang ucapan Vishnu, “kau memintaku untuk keluar?”

Vishnu baru menyadari kekeliruannya, “aku hanya mengatakan pekerjaan itu penting.”
Mukhta ngambek, “kalau begitu lakukanlah, aku tidak akan datang ke sini lagi.”
Vishnu coba mengatakan sesuatu, tapi Mukhta keluar dengan marah.
Vishnu kembali duduk untuk melanjutkan kerjanya, “aku tidak bisa menulis beberapa baris? tulis draf nya aja.”

Sementara itu, Akash memberi salep pada lukanya saat ponselnya berbunyi. Maiyya di ujung telpon bertanya apakah Meethi datang atau Akash akan pulang kembali sendirian.
Akash mengingatkan Maiyya tentang sumpahnya, “aku telah memenangkan hati para tetua rumah ini, tinggal tersisa Meethi.”

Maiyya masih tidak bisa terima kenapa Akash harus jadi pelayan.
Akash menjelaskan bahwa ia telah melakukan begitu banyak dosa, perlu melakukan penyesalan juga. Ia hanya melakukan itu saja.
Maiyya bilang Akash keras kepala.
Akash membalikkan ke Maiyya, “itu karena darah! Beri berkat, maka menantu mu akan kembali dan kakak ku akan berada disini di tempat yang tepat.”

Maiyya pura-pura memberi berkatnya, “kembali padaku segera.”
Sebelum memutuskan telpon, ia titip pesan pada Kajri, “iparnya tidak menyerah. Kajri harus mengurusnya, aku akan segera kembali.” Panggilan terputus.

Maiyya ngedumel, “dia anakku? Aku harus menanggung begitu banyak rasa sakit untuk melahirkannya ke dunia ini, membesarkannya, dan dia duduk disana. Aku merasa malu.”
Kajri mengetuk pintu, memberitahu kedatangan seseorang.
Ekadish memberi isyarat dia untuk pergi.
Ekadish kemudian membathin, “ini adalah satu-satunya cara untuk memanggilnya kembali. Setiap sumber masalah akan dihilangkan sekarang!”

Vishnu tidak bisa menulis draft, kertas berserakan di kamarnya. Dia menyatakan dirinya tak akan mampu melakukannya, “kau, telah melakukan segalanya, tetapi lemah dalam hal ini.”
Vishnu memperhatikan kekacauan yang telah diperbuatnya, memikirkan sesuatu, menatap monitor, menulis pada word, “Vishnu mencintai Mukhta.”
Ia bertanya-tanya sendiri, “apakah dia marah? Dia akan membuatku dipukuli ayahnya.”
Vishnu menghapus nama dan meninggalkan inisial saja di tulisannya, “V ❀ M,” kemudian berdoa pada Dewa untuk menolongnya.

Sementara Mukhta yang marah menyebut Vihsnu pengecut, tidak tahu apakah dia akan pernah bisa mengatakan apa yang ada dihatinya atau tidak. Mengapa aku terbagun, aku harus tidur! Komputernya berbunyi, notif email masuk.

Mukhta begitu senang begitu tahu email itu dari Vishnu. Ia begitu bahagia, berdoa sebelum membuka file. Mukhta melihat tulisan “V ❀ M,” lilin, balon dan dekorasi. Mukhta menatap layar monitor dengan tatap cinta. Dia bahagia dan malu, menulis pesan, “datang dan bertemu di dapur.”

Di Aatishgarh, Ekadish menyambut beberapa keluarga Durjan Singh. Mempersilahkan duduk.
Agart minta petunjuk kedatangan mereka.
Ekadish mengatakan kesalahan itu, makanya ia pikir harus diperbaiki. Kau telah menolak penawaranku jadi ku pikir untuk memanggilnya. Kepahitan tidak baik dalam hubungan. Durjan Singh telah meminta Surbhi untuk anak sulungnya. Durjan mengangguk, “kau mendengarnya.”

Ekadish berkata manis bahwa saudaranya tinggal di desa yang sama dengan Durjan, makanya ia mendengar bahwa ia sedang mencari pengantin untuk anak lelaki mudanya.

Durjan Singh menjelaskan ia memang punya dua anak lelaki, ternyata yang satu buruk, ini satu-satunya yang pantas, jika pernikahan ini terjadi ini akan menjadi yang terbaik. Kajri yang ikut mendengar terkejut.
Nirbhay memintanya untuk memasak makanan di dapur.

Durjan Singh hanya ingin Surbhi, tidak ada yang lain, dia bertanya pendapat Agarth.
Agarth hanya ingin putrinya bahagia, ia harus memberitahu satu hal, tidak boleh ada dusta dalam hubungan kita. Putriku harus bercerai dari pernikahan pertamanya. Ini akan menjadi pernikahan keduanya.

Keluarga Durjan tak mempermasalahkan itu. Ia memuji Agarth untuk bicara jujur. Mereka sudah tahu sebelumnya, karena mereka tidak tinggal di persembunyian. Ia salut Agarth mengatakannya sendiri.

Ekadish meminta Pavitra untuk menghidangkan manisan.
Durjan meyakinkan Surbhi akan diperlakukan seperti seorang putri baginya, tidak mengakui 2 anak lainnya. Semuanya untuk Surbhi.

Pavitra mengingatkan Kajri untuk bekerja lebih cepat. Kemudian menegaskan pernikahan kedua Surbhi.
Kajri bertanya, “apa mereka tahu Surbhi sedang hamil.”
Pavitra menjawab, “mereka tak keberatan pernikahan kedua ini, maka mengapa mereka akan khawatir tentang anak itu. Kau selalu menanyakan pertanyaan yang salah.”

Pavitra kemudian membagikan manisan pada semua orang untuk kelancaran pernikahan.
Ekadish mengatakan untuk memanggil Surbhi.
Gomti bilang kalau Surbhi lagi sakit perut.
Nirbhay ingin memastikan, Pavitra mengikuti sambil ngoceh, “mereka kau khawatir mereka tahu semua, mereka memiliki hati yang besar! Ketika mereka menerima Surbhi maka mereka secara otomatis akan menerima anak yang belum lahir di dalam dirinya.”

Ekadish coba menengahi situasi. Agarth sangat marah.

Episode selanjutnya, Nirbhay mengatakan bahwa ia sudah cukup mendengar para tetua. Sekarang apa yang akan ia katakan yang akan terjadi. Surbhi turun. Nirbhay mengumumkan bahwa anak Surbhi akan digugurkan dan akan menikah dengan keluarga baik.
Surbhi, Agarth dan Kajri terkejut, sementara Maiyya memperlihatkan wajah jahatnya.

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.