Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari


Akash mengingatkan, jika ia tidak dapat membuktikan bahwa Meethi mencintainya.
Meethi menerima taruhan konyol itu, lupakan 23 hari bahkan jika Akash menginap selama satu tahunpun, jawabannya tetap sama seperti hari ini. Menerima kondisi Akash.

Tapasya dan yang lain terkejut.
Kanha, Divya, Damini mempertanyakan pikiran dan yang dirasa Meethi, “apa yang kau bicarakan?”

Meethi memberitahu semunya baha ia setuju untuk memberinya kesempatan tetapi ia harus hidup seperti seorang hamba. Dia harus melakukan segala sesuatu yang diminta darinya.
Akash pun setuju dengan semua syarat dan ketentuan yang diberikan

Meethi mengingatkan bagaimana keluarganya telah membuatnya mengambil air dari sumur, mencuci peralatan sampai bersih, dan lainnya. Ia tidak akan ingat itu.
Akash mengatakan kalau ia ingat semua itu dengan baik, bahkan jika Meethi menghinanya seperti keluarganya lakukan maka ia tak masalah. Ia tidak akan mengatakan apa-apa, akan melanjutkan pekerjaannya diam-diam.

Meethi mengingatkan jika Aksh melakukan satu kesalahan dalam pekerjaannya maka ia akan menunjukkan kepadanya pintu. Apakah setuju untuk itu?

Akash menerima semua kondisi yang diminta. Untuk 23 hari ke depan ia akan menjadi pembantu Meethi. Akan melakukan apapun yang Meethi inginkan, jika melakukan kesalahan maka Meethi bisa menunjukkan pintu keluar. Tapi ia percaya pada dirinya sendiri ia tidak akan melakukan apapun.

Akash melihat jam tangannya, “dalam waktu 2 jam kurang 30 detik yang masih tersisa, kau sendiri mengundangku ke dalam.”

Tapasya jadi bertanya pada Meethi, apa anak ggadisnya itu tahu apa yang dilakukannya.
Meethi meyakinkanka, ia menerimanya. Ia hanya ingin Akash memahami bahwa tidak ada tempat tersisa untuknya dihatinya. Jika pun ada hanyalah kebencian! Keluarganya bersamanya apapun yang diputuskan. Kebohonganmu tidak akan bekerja disini. Kau menikah dengan menipuku. Itu merupakan kesalahanku untuk percaya dan mencintaimu. Aku juga ingin 23 hari untuk membuktikan bahwa ia tidak punya tempat dihatiku. Aku hanya benci dia, tidak ada yang lain. Ini kesempatan terakhirmu. 23 hari,, pada hari ke 24 kau akan menandatangani surat cerai dan pergi.

Akash nyahut, “terserah kau saja.”
Meethi berteriak, “hamba jangan bicara seperti dia ini. Ingat Akash Chatterjee, satu kesalahan kau berada diluar!”
Akash tersenyum saat Meethi membathin kau tidak akan sampai 3 hari disini, lupakan 23 hari.

Akash mengingatkan janji bahwa jika ia tidak mampu mengubah kebencian semua orang , kemudian ia akan mengubah namanya.

Jogi bersuara, “aku bisa memahami perasaan Meethi dengan baik, aku mendengar setiap kata denga sangat jelas. Aku ingin bicara denganmu. Jangan berpikir bahwa kami akan menyambutmu di rumah kami setelah semua kericuhan yang telah kau lakukan. Bagimu 23 hari mungkin semacam kegilaan, tapi bagi cucuku itu sangat berarti. Kau belum diizinkan. Aku ingin berbicara denganmu terlebih dulu, kemudian hanya aku yang memutuskan apakah kau layak dapat satu kesempatan atau tidak. Ikut denganku.”

Akash mengikuti Jogi.
Yang lain berdiri dengan wajah terkejut.
Tapasya begitu yakin jika ayahnya takkan memberikan izin.

Jogi bicara pada Akash, “kau berpikir setelah semua yang terjadi, orang disini akan mempercayaimu? Ketika seluruh keluarga telah menitipkan kepercayaan mereka padamu, kau menipu mereka. Kau tau apa yang kau lakukan berimbas pada siapa saja? Kau telah begitu banyak menyakiti Meethi, dia baru saja kembali dari neraka. Katakan padaku kenapa aku harus mempercayaimu? Jangan anggap diamku sebagai kelemahanku. Meethi telh membuka pintu untukmu, tapi itu bukan berarti kau bisa melakukan apa saja.”

Akash melipatkan tangannya di depan, “aku hanya ingin membuktikan kebenaranku kepadamu. Aku sudah mati lama di hutan jika Meethi tidak menyelamatkan ku. Aku hidup hanya karena dia. Ketika aku menyadari ini, aku membiarkannya pergi jauh dariku, hidupku. Aku telah dibesarkan dengan satu hal sepanjang hidupku oleh keluargaku dan ibuku. Mereka selalu bercerita tentang balas dendam dan kebencian. Aku juga menggunakan bahasa yang sama sampai beberapa waktu yang lalu. Tapi Meethi datang dalam hidupku. Dia mengubah kebencianku menjadi cinta. Aku berdiri disini dengan kepala tertunduk. Sekarang jika kau ingin membunuhku, aku hanya akan mengatakan bahwa aku benar-benar mencintainya.”

Jogi memalingkan wajahnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan