Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari


Rathore meyakinkan Meethi bahwa ia datang bukan untuk memaksakan pemikirannya. Ia datang untuk mengatakan bahwa keputusan terakhir harus ditangan Meethi karena menyangkut hidupnya. Ia tidak boleh dibawah tekanan apapun. Ambil keputusan yang tidak akan disesalinya. Hal itu penting untuk kebahagiaan Meethi. Rathore kemudian keluar.

Vishnu terlihat memegang sesuatu ditangannya. Saat Mukhta datang, dengan cepat ia sembunyikan. Mukhta memintanya untuk menunjukkan apa yang disembunyikan. Vishnu memperlihatkan. Mukhta memuji. Vishnu memasangkan ditelinga Mukhta sambil berujar, “jangan menghilangkannya.”
Mukhta tersipu malu, “aku tidak akan seperti itu, ini adalah kenangan pertama cinta kita.”
Vishnu akan menyentuh pipi Mukhta, tetiba bayangannya menghilang,,, ternyata hanya mimpi. Ia kemudian menatap apa yang masih dipegangnya, menepuk dirinya dengan lucu.

Mukhta ke halaman menunggu telpon Vishnu. Rohini muncul sambil memberitau ada telpon untuknya. Berpikir itu telpon Vishnya, ia pun beranjak melupakan ponselnya. Ponsel Mukhta berdering, Vishnu yang tak tahu siapa yang mengangkatnya, langsung nyerocos bahwa ia memiliki hadiah untuknya. Rohini yang mendengar itu langsung bahagia, ia tahu bahwa itu untuk orang lain, menduga itu untuk Meethi.

Rohini meminta hadiah untuknya. Vishnu setuju untuk memberi tas, tapi panggilan sudah terputus sebelum sempat berbicara tentang Mukhta. Mukhta sudah muncul. Rohini pun mengatakan bahwa ia akan dapat hadiah sambil pergi. Mukhta kesal. Harusnya walau bukan ulang tahunnya, tapi setidaknya Vihsnu memberinya juga hadiah kecil buatnya. Dasar pelit!

Tapasya coba memberi obat Damini, tapi ditolak. Meethi datang dan menguping obrolan yang sedang terjadi. Terdengar suara Anni, orang itu telah menghancurkan kehidupan kita. Aku tidak bisa melupakan bahwa aku memiliki darahnya dalam pembuluh darahku. Mengapa orang tidak menghentikannya? Kau harus membiarkan aku mati.

Tapasya coba menenangkan Damini, “aku tahu itu salah, Tapi penting untuk menjaga Meethi jauh dari Akash hingga tidak membawa kembali bersamanya ke Aatishgarh.”
Damini emosi, “selama ia berkeliaran, tidak ada yang akan baik-baik saja. Dia datang ke kamar Meethi kemarin malam.”
Tapasya yang mendengar cerita Damini lengkap dan Meethi yang menguping, sama-sama terkejut. Meethi bergumam, “bagaimana kau berani datang ke kamarku Akash!”

Meethi keluar untuk berbicara dengan Akash. Dia tidak bisa menemukan Akash dimanapun. Ia bertanya pada penjual jagung. Saat itu Akash sudah muncul dan memberi isyarat pada si penjual untuk tak mengatakan apapun. Penjual jagung pun pura-pura tidak tahu. Mungkin akan segera datang, Meethi ditawarkan jagung, tapi ditolak.

Penjual jagung terus bersuara, ia memuji Akash. Sepertinya ia sangat mencintai Meethi. Meethi berbalik sambil bilang penipu. Ia pun menabrak Akash.

Akash memberikan senyum manisnya, “kau mencariku? Aku disini, bolehkah kita?”
Meethi menyela untuk menghentikan omong kosong itu. Mengapa datang ke kamarnya seperti pencuri.
Akash dengan manisnya mengatakan bahwa ia datang untuk melihat wajah istrinya. Ia akan pergi saat Anni datang.

Meethi nyela, dia bersyukur pada Dewa karena telah menyelamatkan dirinya atau Akash akan membunuhnya sebagai balas dendam maiyya yang belum terpenuhi.
Akash membela diri, jika ia ingin melakukan hal itu, akan menculik Meethi lagi, tapi tidak.

Meethi mengungkapkan, semua kejahatan, penculikan, pencurian, pembunuhan, dan lainnya, itu yang diajarkan Akash di Aatishgarh.

Akash mengatakan bahwa dirinya memiliki kelebihan, memperbaiki hubungan yang rusak, sambil menunjukkan mangalsutra. Aku berpikir untuk memberikan kembali padamu, tapi kemudian berpikir bahwa kebahagiaan akan semakin berlipat ganda jika kau sendiri yang akan datang padaku meminta untuk itu.

Meethi kesal dan meminta Akash untuk tidak bermimpi. Tidak pernah terjadi. Ia tidak akan menerima Akash datang bersamanya ke dalam rumah.
Akash menjadikan itu sebuah tantangan.
Meethi membalas, coba aja, tapi tidak masuk ke dalam dengan sembunyi atau dengan kekerasan, sambil melangkah.

Akash nyahut, “aku bisa. Dan itu akan terjadi hari ini, sebelum matahari terbenam. Kau yang akan membawaku ke dalam bersamamu.”
Meethi memperingatkan Akash, ia akan panggil polisi jika ia macam-macam memaksanya. Teruslah bermimpi, ia tak peduli. Itu adalah hidupmu.

Akash berkata, “tersenyumlah sebanyak yang kau mau. Tapi satu yang pasti. Aku, Akash Chatterjee akan berada di dalam rumah itu sebelum matahari terbenam dan jika tidak, maka aku akan berangkat ke Aatishgarh.”
Akash meraih tangan Meethi, agar setuju dengan tantangannya itu. Meethi setuju.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan