Serial Bollywood

Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari


Tapasya berteriak tidak setuju,”kita tidak bisa memberinya kesempatan lain. Setelah mengetahui semuanya, kau masih ingin memberinya kesempatan lagi? Kau ingin membantunya, silahkan lakukan, tapi jangan harapkan itu dariku. Aku tidak akan mempercayai dia lagi.”
Damini duduk dengan wajah sedih.
Tapasya menghampirinya, meminta Mukhta untuk membawanya keluar ruagan.
Rathore membuang nafas resah bercampur putus asa.

Di Aatishgarh, Maiyya masuk ke kamarnya sambil memegang kurungan, “burung, kau tidak akan kembali sekarang.”
Terdengar suara telpon, Akash. Mereka saling bertukar salam.
Maiyya bertanya apa Meethi tidak siap untuk kembali.
Akash memberitahu bahwa Meethi sangat marah padanya. Ia tidak tahu harus melakukan apa.

Maiyya pura-pura bersimpati bahwa ini semua salahnya, tapi apa yang bisa dilakukan saat ini. Akash kembali, jika Akash bertekad, jika tidak hari ini maka besok.

Akash menegaskan bahwa kali ini ia takkan menyerah, “kali ini aku akan menang atas nasib. Tapi aku tidak mengerti satu hal, ketika aku bertemu Meethi, neneknya bilang ibu menelponnya. Apa benar bu?”

Maiyya mulai menghasut Akash, “mereka berbohong padamu seperti itu? Mengapa aku menelponnya dan bicara pada neneknya?”
Akash percaya aja sama ucapan ibunya, “aku tahu kau tidak bisa melakukan hal seperti itu.”
Maiyya pun senang mendengar Akash begitu mempercayainya.
Akash terus bicara, “sekarang aku minta doa ibu untuk memenangkan hati menantumu dan membawanya kembali ke rumah yang seharusnya. Kali ini aku tidak akan datang sendirian.”
Maiyya memberkatinya. Akash memutuskan panggilan.

Maiyya bicara sendiri, “sekarang biarkan dia mencoba sebanyak yang dia inginkan. Gadis itu tidak akan kembali ke Aatishgarh.”

Di kediaman Thakur, Tapasya menatap Rathore, “jika kau memihak Akash, aku tidak berbicara padamu.”
Rathore mengatakan bahwa ia tidak berpihak. Ia tidak datang untuk mewakili orang lain tetapi berbicara untuk Tapasya, “kau ingat hari apa ini?”

Tapasya gondok, ia tak ingat apa-apa kecuali putrinya dalam kesulitan.
Rathore menjelaskan, “hari ini adalah hari ketika kau datang padaku dengan pertanyaan di rumahku. Maukah kau menikah,,, ingat?”

Rathore mengkilas balik kejadian lalu itu bagaimana ia bertanya apakah Rathore akan menerimanya. Aku memberimu jawaban itu dan menikahimu. Aku memberikanmu sebuah cincin pada waktu itu yang aku tidak tahu aku tidak bisa melihat lagi di jarimu. Kemarin kau pergi dengan marah dariku, aku tidak bisa juga mengendalikan diri dari mendapatkan ini.

Rathore kemudian menunjukkan sebuah kotak dan membukanya, ada cincin dibagian dalam. Tapasya melihat dengan perasaan campur aduk.

Rathore bertanya apakah ia bisa memasangkannya. Tapasya mengulurkan tangannya, Rathore memakaikannya, “kau begitu cantik, tapi kenapa irit senyum?”

Tapasya kembali ke pokok persoalan awal, “mengapa kau mendukung dia?”

Rathore mengabaikan kejengkelan Tapasya, kita selesai dengan diskusi itu. Apakah kau ingat dengan apa yang kulakukan? Aku masuk ke rumahmu berpura-pura menjadi pelukis, membawa prosesi pernikahan ke rumahmu. Aku menyadap telpon, tahu semua yang kau lakukan termasuk janji dengan doktermu. Dia juga sedang mencoba melakukan hal yang sama.”

Tapasya tetap keukeuh bahwa ada perbedaan antara kasus Akash dan kasus Rathore.
Rathore langsung menyambar, “mungkin, tapi satu kesempatan harus diberikan. Lihat aku, aku masih berdiri disini, dekat mu setelah menandatangani surat cerai.”

Sebelum Tapasya ngeyel lagi, Mukhta muncul. Awalnya ia berniat akan membuatkan kopi langsung, tapi ia melihat tangan ibunya yang segera ditarik dari tangan ayahnya hingga ia melihat cincin yang terselip di jari Tapasya, “aku tidak pernah melihat itu sebelumnya.”

Tapasya mengatakan bahwa papanya Mukhta membawakannya sebagai hadiah untuknya.
Mukhta sangat senang untuk kebahagiaan ibunya, “ini sangat cantik.”

Tapasya kembali lagi ke pembicaraannya sebelumnya dengan Rathore, “aku ingatkan lagi bahwa kau salah.” Ia berhenti begitu menyadari kalau Mukhta masih disitu. Ia memintanya pergi.
Mukhta menggoda ayahnya, “papa tidak pernah membawakannya untukku. Aku juga menginginkannya.”
Rathore menjawab putri kesayangannya itu, “untuk ibumu, itu hanya 1 cincin. Aku akan memborong isi toko perhiasan untukmu. Tapi jika kau menginginkan yang seperti ini, pergi minta pada orang yang kau impikan, pada seseorang yang kau berikan senyum khusus diwajahmu.”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

12 tanggapan untuk “Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari”

  1. Lucu tapi juga romantis, suka sama sikap aakash yang nggak gampang nyerah. Tapi sebenernya masih bingung pernah liat kalo aakash punya anak sama orang lain, tapi kok bisa gitu ya? Bukannya dia sukanya sama meethi doang?

    Suka

    1. Akash kan memang nikah sama wanita lain juga, *versi lain Veer*
      tapi yg generasi ini, Akash yg punya anak sm istrinya itu, sama Meethi enggak.
      Tapi ntar mantan istrinya itu masuk penjara, Akash-Meethi yg membesarkan anak itu, plus anak dr lelaki yg ditembak oleh manta istri Akash tsbt.

      Suka

      1. Min, akas nikah lagi alias poligami setelah rujuk sama metthi or belom, klo iya aks jahat dong, anak kanha dan surabhi gmn nasibnya min?

        Suka

  2. oyah kn nanti akash pas mau pergi dicari meethi ..trus blang i love u akash
    tp kenapa ujungnya meethi malah jadi nikah sama wisnu?? mhon jwbnnya .pnasaran ..lhat youtube g ngrti bahasanya

    Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.