Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari


Damini semakin marah, “untuk apa? Biar kau, ibumu dan keluargamu membuat hidupnya seperti di neraka?”
Akash mengatakan kalau Damini salah paham.
Damini pun mengatakan bahwa maiyyanya Akash telah menelponnya dan memberitau konsekuensi jika mengirim Meethi kembali bersama Akash. Bagaimana ia akan percaya pada ibu anak yang seperti itu?

Damini juga menyampaikan bagaimana Ekadashi sudah memperingatkannya. Maka lebih baik Akash meninggalkan tempat itu, jika yang lain bangun tidak ada yang bisa menyelamatkan Akash. Pernikahan Meethi dengan Akash dan mengirimnya ke Aatishgarh merupakan kesalahannya dan keluarga. Sekarang ia tak mau mengulangi kesalahan yang sama.

Akash menyetujui semua yang diucapkan Damini. Ia tahu bahwa Damini hanya menginginkan kebahagiaan Meethi. Tapi adakah yang bertanya apa yang diinginkan Meethi untuk dirinya sendiri.

Akash berlututu di depan Damini, “Anni, aku menerima semua kelakuan burukku dan hukuman untuk itu. Aku mohon jangan jauhkan aku dengan istriku. Mohon maafkan aku. Percayalah, aku hanya menginginkan kebahagiaannya. Aku tidak datang kesini untuk menipu atau Meethi lagi.”

Damini membuat Akash berdiri, “pertama aku bukan Anni-mu. Kedua, beritau Maiyya mu bahwa putriku tidak melahirkan Meethi untuk balas dendammu. Sudahi sandiwara ini dan pergi!” sambil mendorong Akash. Akash pergi.

Paginya, bel berbunyi. Damini terbangun dengan kaget. Dia bergegas dari kamarnya sambil menggerutui Akash, “aku sudah katakan padanya untuk tidak datang.” Terus melewati Mukhta dengan ocehan yang sama, membuka pintu, “mengapa kau datang?”
Ternyata yang berdiri di depan dan membunyikan bel adalah Rathore. Rathore bingung, “mengapa kau terlihat cemas?”

Damini terus bergumam tentang Akash.
Rathore membawa Damini duduk dan memintanya untuk tenang. Damini terus bergumam, dia bisa datang kapan saja dan tidak takut siapapun.
Rathore menebak kalo yang dibicarakan itu Akash.
Damini kemudian menceritakan bagaimana ia memergoki Akash di kamar Meethi semalam. Akash ada disana saat semua sedang tidur.

Rathore bertanya apa Akash mengatakan sesuatu. Damini mengelak tapi Akash bisa melakukan apa saja. Rathore harusnya tak mengeluarkannya dari penjara. Ia sudah menerima kesalahannya.

Rathore menjelaskan bahwa dia harus bertanya pada orangnya langsung, sampai saat ini walau dia kesini tidak terjadi apapun. Ia tidak akan membiarkan siapapun melukai anggota keluarganya.

Damini mengatakan bagaimana ia terluka tapi tidak akan dapat dipahami. Rathore memiliki kepercayaan pada cinta, tapi ia tidak.
Rathore meyakinkan dia tidak ingin melakukannya, ia juga berjanji selama ia masih ada tidak akan ada yang terluka. Akash ingin memperbaiki kesalahannya, aku hanya memberinya satu kesempatan. Dia mungkin telah berubah.

Damini bereaksi keras, “dia tidak berubah, tetapi datang kesini untuk balas dendam. Dia kembali untuk menciptakan masalah dalam hidup kita. Dia harus membawa Meethi kembali bersamanya ke Aatishgarh.”

Mukhta juga berusaha menenangkan Damini, “bukan begitu Anni, dia telah membantu kita semua, termasuk Anni.”
Damini bingung.

Rathore menjelaskan bahwa Akash lah orang yang telah menyumbangkan darahnya ke Damini. Damini terkejut, “itu tidak mungkin.”
Mukhta menegaskan bahwa itu memang benar.
Damini mempertanyakannya, “aku tidak percaya padanya.”

Rathore menenangkan, “aku tidak memintamu untuk percaya padanya, memaafkannya atau lupa apa yang telah dilakukannya pada kita dimasa lalu. Aku hanya ingin kau berpikir jika dia ingin menyakiti kita, kenapa dia harus melakukan hal ini?.”

Tapasya ikut bersuara dari tangga, “apa yang kau katakan benar!”
Tapasya juga meragukan Akash, “dia telah menipu kita semua. Kau katakan dia harus diberi kesempatan lagi? Tidak ada yang percaya lagi padanya. Dia tidak pernah bisa berubah. Dia hanya ingin menyerahkan pada ibunya yang kejam setelah memenangkan keperceyaan kita. Setelah itu kita semua tahu apa yang akan dia lakukan.”

Damini langsung setuju dengan argumen Tapasya, ” dia bukan orang baik.”

Ratahore menjelaskan apa yang dilihatnya, “Meethi masih mencintai dia, bahkan saat dia disuruh tangkap. Aku melihat penyesalan dimatanya juga. Aku tidak mengatakan kita semua harus memaafkannya. Aku hanya mengatakan dia harus diberi kesempatan kecil untuk memenangkan cinta dan melakukan penebusan dosanya.”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan