Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari


Di Aatishgarh, Ekadish tidak percaya dengan pendengarannya. Tapasya mengulangi ucapannya, “anak mu tercinta, Akash, yang melayani kami disini. Dia bekerja sebagai pelayan disini, melakukan semua pekerjaan rumah tangga, mulai dari memasak, semuanya.”

Ekadish bilang Tapasya untuk menutup mulutnya, “aku telah membesarkannya seperti seorang pangeran, tidak untuk membersihkan kekacauanmu.”
Tapasya menikmati kemurkaan dan keterkejutan Ekadis, “Maiyya terluka seperti anaknya yang terluka. Kau tahu mengapa dia melakukannya? Ia membayar untuk kesalahanmu. Dia siap dihukum atas apa yang kau lakukan pada Meethi. Kau tidak percaya padaku? Aku akan membuatmu mendengar suaranya.”

Tapasya tanpa menutup telpon, memanggil Akash yang sedang menuju dapur. Akash mendekat, “apa anda perlu sesuatu nyonya?”
Tapasya menanyakan makanan, pekerjaan dapur dan barang-barang rumah tangga lain pada Akash, sementara Ekadish mendengar semua itu.

Tapasya kemudian berlagak pilon, “aku lupa, kau dapat telpon,” sambil menyerahkan telpon.
Akash menerimanya, Ekadish langsung bicara.
Akash berbalik akan pergi, tapi Tapasya mengingatkan untuk bicara disitu saja.
Maiyya bertanya apa yang dilakukan Akash. Akash pura-pura ga tau maksud maknya itu, ia selalu memberi kabar.

Ekadish berteriak, “kau melayani Meethi dan anggota keluarganya?”
Akash melihat ke arah Tapasya.
Ekasdih terus bicara di telpon, “kembali kesini, mengapa kau menderita karena dosa-dosaku? Mereka semua terbakar dalam api dendam. Aku sedih kembali dengan semua ini. Mereka membuatmu jadi seorang pelayan hari ini, mereka bisa juga membunuhmu besok. Aku mohon kau pulang kembali demi ibumu.”

Akash bertanya apa maiyya mau anaknya menerima kekalahan.
Ekadish tak peduli menang atau kalah.
Akash bicara dengan tenang, “aku akan membayar hutang pada Meethi. Aku punya satu kesempatan untuk meminta maaf dan untuk mendapatkan kepercayaan semua orang. Aku tidak akan kembali dalam situasi seperti ini. Apa yang aku lakukan padanya dalam 23 hari, tidak ada apa-apa dibandingkan dengan apa yang telah ku lakukan. Aku berjanji padamu aku akan mendapatkan kembali menantumu. Aku akan memenuhinya.”
Tapasya batuk.
Akash memutuskan panggilan.
Ekadish kecewa, menyeka air matanya. Akash juga mengusap air yang rembes dimatanya.
Berkat Tapasya, Akash berbicara dengan ibunya. Ia mengingatkan bahwa tidak akan membiarkan Meethi berbicara dengan salah satu dari ibu anak tersebut.
Akash bertanya apa Tapasya memerlukan teh atau kopi hitam. Tapasya mengisyaratkan dengan kepalanya. Aksh ke dapur.

Di Aatishgarh, Maiyya melihat sangkar yang ada di kamarnya, mengulang apa yang dikatakan Akash, “laba-laba telah tertangkap di jaringnya sendiri.”

Di kediaman Thakut, Mukhta duduk di teras sambil tersenyum sendiri. Ia ingat kejutan Vishnu yang menyembunyikan hadiah di punggungnya. Saat itu hari mulai hujan, ia berlari menuju rumah, tapi malah bertabrakan dengan Vishnu. Mereka berdiri terpaku saling tatap dibawah payung. Mukhta bertanya siapa yang dulu datang, hujan atau Vishnu.

Vishnu menjawab mereka datang bersama. Mukhta ingin tahu alasannya berkunjung. Vishnu kebingungan kemudian beralasan mau ngambil payung, ia lupa saat terakhir datang.
Mukhta tersenyum, ia ingat kalau Vishnu datang terakhir bukan saat hujan.
Vishnu ngelesh bahwa cuaca susah di prediksi makanya ia membawa payung. Ia kemudian menunjukkan gerakan payung yang bisa datang tiba-tiba.

Vishnu berkata, “itu datang saat yang tepat. Meski datang tanpa memintanya, ia membantumu terlindungi basah kuyup oleh hujan.” Mukhta tersipu malu.

Di ruang lain, masing-masing Akash dan Meethi teringat kembali insiden teh tumpah. Keduanya sama-sama tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Di Aatishgarh, Kajri sedang memotong sayuran, tapi maiyya mengambil alih tugas itu. Ucapan Tapasya dan Akash bergema di telinganya, Akash bekerja di rumah Thakur sebagai pelayan.
Kajri mengingatkan Maiyya yang terluka, dan coba membantu. Maiyya menolaknya, “tidak ada gangguan yang lebih baik dari ini. Aku tidak tahu bagaimana untuk menyuruhnya pulang.”

Di kediaman Thakur, Jogi bertanya tentang kunjungan Vishnu. Mukhta mengatakaan alasan yang sama yang membuat Jogi tersenyum. Vishnu mau berpamitan, tapi Jogi menawarkannya teh. Saat bersamaan Rathore juga masuk. Semua berbasa-basi.

Jogi berkomentar, “begini rasanya ketika seluruh keluarga berkumpul.”
Rathore dan yang lain sependapat, “tidak ada kekayaan berharga selain keluarga.”
Rohini tidak melihat Nani. Divya memintanya untuk menyiapkan kopi untuk Rathore. Raohini hendak beranjak, ketika semua orang melihat kehadiran Akash. Rathore dan Akash saling tatap, mengerti. Vishnu hanya menatang dengan bengong.

Akash tersenyum, Rathore mengangguk kecil. Vishnu sampai ternganga saat melihat Akash yang menyuguhinya minum.
Jogi berkomentar, “tampaknya situasi berubah atau tepatnya kita semua sudah terjerat.”
Rathore mengangguk, “terlihat. Aku menemukan hal menarik sebenarnya.”
Tapasya menjelaskan situasi bahwa Akash telah diizinkan tinggal.

Meethi pun bersuara meminta kopi yang pas. Secangkir untuk pamannya. Ia bilang ke Rathore, jika paman tidak suka kopi buatannya, bisa beritahu, biar ia bisa mengusirnya.
Rathore menahan senyum dengan hati-hati.
Akash tersenyum.
Rathore berkomentar, “intinya, telah melupakan semuanya, selain cinta mu,” sambil melihat ke arah Tapasya.
Mukhta tersenyum mendengar ucapan ayahnya.
Akash Meethi melirik kecil. Mereka berdua tersentak oleh batuk Tapasya yang pura-pura.
Meethi mengingatkan untuk dibuatkan kopi. Akash pun ke dalam.

Rathore mengajukan pertanyaan yang sebelumnya diajukan Jogi. Kembali Mukhta yang menjawab.
Divya mengingatkan bahwa ulang tahun Meethi 3 hari lagi. Semua jadi bersemangat.
Akash sengaja mendengar semuanya dari dapur.
Jogi mengusulkan untuk diadakan pesta, biar mencairkan situasi.
Rathore mengumumkan bahwa mereka mulai merayakan dari malam ini saja.
Akash jadi berguman, “aku hanya punya waktu 3 hari sebelum ulang tahun Meethi.”

Iklan

12 respons untuk ‘Uttaran: Episode Akash Mencoba Meraih Kembali Cinta Meethi, Janji Akan Terpenuhi Dalam 23 Hari’

  1. Liza berkata:

    Lucu tapi juga romantis, suka sama sikap aakash yang nggak gampang nyerah. Tapi sebenernya masih bingung pernah liat kalo aakash punya anak sama orang lain, tapi kok bisa gitu ya? Bukannya dia sukanya sama meethi doang?

    Suka

    • dizaz berkata:

      Akash kan memang nikah sama wanita lain juga, *versi lain Veer*
      tapi yg generasi ini, Akash yg punya anak sm istrinya itu, sama Meethi enggak.
      Tapi ntar mantan istrinya itu masuk penjara, Akash-Meethi yg membesarkan anak itu, plus anak dr lelaki yg ditembak oleh manta istri Akash tsbt.

      Suka

      • Novelia Anggraini (@NovelGreenz) berkata:

        Min, akas nikah lagi alias poligami setelah rujuk sama metthi or belom, klo iya aks jahat dong, anak kanha dan surabhi gmn nasibnya min?

        Suka

        • dizaz berkata:

          Mereka mah bukan poligami atuh kakak. Pernikahan mereka hanya satu hingga tujuh kehidupan, bukannya begitu? Kalau yg lain hanya krn keadaan aja 😀

          Suka

  2. nissa berkata:

    oyah kn nanti akash pas mau pergi dicari meethi ..trus blang i love u akash
    tp kenapa ujungnya meethi malah jadi nikah sama wisnu?? mhon jwbnnya .pnasaran ..lhat youtube g ngrti bahasanya

    Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.