Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Akash Masih Dalam Dilema, Mengantar Meethi Dalam Perjalanan Pulang


Rathore menghibur, “jelas, karena siang dan malam kau memikirkan hal yang sama, makanya melihat hal yang sama dalam mimpi juga. Dokter meminta untuk tidak banyak pikiran.”
Tapasya malah nyahut seandainya ia mendengarkan Mukhta saat itu.

Rathore mengingatkan Tapasya untuk tidak hidup di masa lalu, bagaimana jika. Tapasya tidak boleh tegang, dokter sudah menyuruh untuk banyak istirahat.
Tapasya coba bangun. Rathore memegangnya dan meminta duduk.

Tapasya mengatakan bahwa Ichcha sudah melakukan banyak hal untuk mereka. Mereka berhutang banyak. Ichcha sudah melakukan semua hal untuk putri kita yang seharusnya dilakukan ayah dan ibu secara bersama. Hari ini Meethi dalam kesulitan. Aku tahu kau telah berjanji akan menemukannya tetapi jika sesuatu terjadi padanya maka aku tidak akan bisa hidup. Tapasya berlinang.

Rathore memeluknya erat, “jangan pernah katakan itu lagi. Tidak ada yang akan terjadi pada Meethi. Aku telah berjanji, aku akan menemukan dalam keadaan selamat dan sehat.”
Di sisi lain, Mukhta berdoa pada Dewa, “tolong urus Meethi agar dia selamat.”

Di dalam hutan, Meethi mengatakan jika Akash tinggal bersamanya selamanya, maka itu akan menjadi kebiasaan untuknya. Ia tidak akan mampu untuk tinggal tanpa Akash. Karena dia sudah jadi kebiasaan untuk Akash.

Akash melepaskan tangannya, “lihat, aku meninggalkanmu sendirian. Sekarang silahkan berjalan sendiri.”
Meethi menantang, “dengan satu syarat, jika kau akan mengawasi ku setiap menit. Jika langkahku goyah oleh apapun, kau datang dan segera memegang tanganku. Janji?”

Meethi mulai berjalan sendiri, “sekarang kau mengikutiku. Jangan lupa memantau pergerakanku.” Tiba-tiba pakaiannya tersangkut duri, ia sibuk sendiri melepaskannya.

Akash kembali terbayang ucapan Maiyya tentang ia telah bersumpah dengan darah ibunya. Akash mengeluarkan belati, sambil mengingat janji yang telah dibuatnya sebagai seorang anak. Ingat ucapan Maiyya, “jika kau adalah anakku, maka kau akan membalas dendam tidak hanya pada Ichcha tapi pada seluruh keluarganya. Berjanjilah.”
Akash belia pun berjanji.

Akash menunjukkan tekad dengan belati ditangan. Meethi bertanya apa mereka akan pergi sekarang. ternyata Akash sedang menatapnya, melempar belati ke arahnya. Ia benar-benar terkejut. Akash berdiri dengan air mata berlinang.

Kantor polisi Mumbai, Veer dan Jogi ada di kantor polisi. Inspektur mengatakan pada mereka bahwa tak satupun dari mereka yang melepaskan pantaun dari ponsel untuk mengetahui lokasi. Veer jengkel dengan alotnya kerja polisi, “saat kalian menemukan hidupnya sudah hancur”
Jogi coba menenangkan.

Inspektur mengatakan kepada mereka bahwa mungkin mereka sudah berpindah lokasi. Polisi tidak memiliki informan disetiap tempat. Veer tak mau dengar, ia akan menemukan Meethi sendiri. Jogi coba menenangkan, tapi sia-sia. Ia pun menyusul keluar.

Di dalam hutan, Meethi menatap Akash tak percaya. Dia tergagap, “apa kau hendak membunuhku sekarang?” Akash berdiri terkejut di satu tempat.

Meethi mengulang pertanyaannya lagi apa Akash mau membunuhnya. Akash menunjukkan jarinya ke arah belakang Meethi, ada sesuatu. Meethi berbalik, ia menemukan ular di pohon di dekatnya. Ia terkejut, “ular?”

Meethi berjalan ke arah Vishnu, memeluknya erat, menangis, “aku minta maaf Vishnu. Maafkan aku.”
Akash balas memeluknya.
Meethi terus bicara sambil menangis, “aku bodoh, bagaimana aku bisa bicara begitu? Bagaimana aku bisa begitu bodoh begitu dengan meragukan orang yang mengurusku setiap detik dan menit? Dia adalah penyelamatku. Bagaimana dia bisa membunuhku? Dia pasangannya. Tidak pernah akan terjadi. Aku minta maaf Vishnu,” sambil memegang telinganya.

Akash menundukkan pandangannya, “tidak perlu minta maaf begitu untuk hal ini. Jika kau minta maaf, berarti aku benar,” sambil menyentuh pipi Meethi yang langsung tersenyum, “mari kita pergi.”

Meethi kemudian berhenti, berbalik, “mengapa kau membawa belati bersamamu.”
Akash beralasan bahwa ia tau mereka akan melewati hutan lebat ini hingga ia membawanya untuk jaga-jaga.
Meethi tersenyum, “kau melakukan hal yang benar,” sambil menggandengan tangan Vishnunya dan mulai berjalan lagi.
Meethi mengatakan untuk menunggu saat ia mengambil belati dan menyerahkan kembali pada Akash, “ini akan membantumu untuk menjaga putrimu lagi. Bisa kita pergi?”

Meethi mengatakan bahwa mereka harus pergi keluar dari hutan sebelum malam. Sekarang ia tidak mau melepaskan tangannya, mereka akan berjalan bersama. Ia menunjukkan sebuah perkampungan. Kita bisa meminta bantuan dari mereka. Akash setuju, mereka mulai menuju perkampungan, sampai ditempat itu dan menemukan beberapa orang.

Meethi melihat sekeliling, ia sangat tertarik dengan semua yang ada. Seorang wanita mendekati mereka dan bertanya mereka siapa. Mereka pun menceritakan bahwa mobil mereka rusak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan, mereka harus keluar dari hutan.

Wanita itu kemudian menunjukkan rute jalan setapak yang menuju keluar hutan. Akash melihat hal itu, membathin jalan di depannya tapi ia tidak mampu mewujudkan tujuannya. Apa yang harus dilakukan, apa yang Maiyya inginkan atau apa yang dinginkannya. Ia tidak bisa keluar dari dilema ini. Dewa, sekarang hanya kau yang bisa membantuku dalam memilih jalan yang benar.

Episode selanjutnya, Agarth memberitahu Ekadashi, dia tahu kebenaran tapi berusaha untuk menyangkalnya. Anakmu jatuh cinta pada Meethi. Maiyya menjawab bahwa Akash harus memilih salah satu, ia tahu Akash tidak bisa mencintai orang lain melebihi dirinya. Akash ditampilkan sudah memegang pisau.
Agarth tetap ragu karena Venus akan naik dan mars akan turun, cinta akan menang atas kebencian dan kemarahan seperti yang ditunjukkan horoskop.

2 respons untuk ‘Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Akash Masih Dalam Dilema, Mengantar Meethi Dalam Perjalanan Pulang

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.