Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Akash Masih Dalam Dilema, Mengantar Meethi Dalam Perjalanan Pulang


Vishnu bertanya apa Meethi takut.
Meethi menyangkalnya sambil tersenyum. sekarang yang ia pikirkan bagaimana akan bisa pulang ke rumah. Bagaimana kalau minta bantuan seseorang. Kemudian melihat sekeliling dan khawatir karena tidak ada sesiapapun. Siapa yang akan membantu mereka.

Akash menunjukkan jalan pintas ke arah hutan. Ia menunjukkan wajah ragu, apa Meethi takut. Meethi dengan yakin menjawab bahwa Vishnu bersamanya, tidak ada yang perlu ditakutkan. Kemudian ia minta tunggu sebentar, ia akan mengambil kotak makan siang mereka. Mereka bisa makan saat merasa lapar. Pergi mengambil ke laci dashboard dan mencium aroma makanan buatan Kajri.

Di Aatishgarh, Kajri membuat almond khidir, sambil terus membathin, “pasti ada alasan lain dibalik pengiriman Meethi pulang. Aku harus mencari tau alasan dibalik ini.”
Kajri mengingat saat ia bertanya pada Meethi kenapa pulang mendadak.

Meethi memberitaunya bahwa Maiyya yang telah mengatakan pada Vishnu hingga mereka memutuskannya segera. Kajri juga mengingat ucapan Maiyya yang tegas pada Aksh saat berpamitan, “kau tidak boleh melupakan tujuanmu. Kirim Meethi ke ibunya.”

Kajri menyimpulkan, semua ucapan itu ke arah yang sama, Metehi dalam bahaya. Bertanya pada Gomti, sama aja mengundang murka harimau betina. Mencari tau lewat Pavitra jauh lebih baik karena ia tidak bisa mengunci mulutnya, selalu keceplosan. Kajri pun mengambil semangkok khidir dan pergi dari dapur.

Dalam perjalanan dari Aatishgarh, Meethi dan Akash berjalan diatas batu. Meethi akan terpeleset saat Akash sigap memegangnya. Akash sok perhatian, apakah Meethi baik-baik saja. Meethi pun tersenyum manis, “tidak ada yang bisa terjadi padaku selama kau disisiku.”
Akash mengingatkan Meethi untuk jalan hati-hati dan memegang tangannya.

Di Aatishgarh, Pavitra sedang mencabut uban dikepalanya saat Kajri muncul. Kajri pun menawarkan semangkok khidir yang diterima Pavitra dengan senang hati.

Kajri mulai berbicara seperti memainkan teka teki saat Pavitra bertanya apa sedang ada perayaan atau ulang tahun seseorang. Kajri menjawab dengan wajah meyakinkan, “ya, itu adalah rahasia besar.”

Pavitra terpancing, “tidak ada yang bisa menyimpan rahasia dariku. Aku tahu segalanya.”
Kajri dengan wajah polosnya mengatakan mungkin bua (Ekadashi) lupa memberitaunya.

Pavitra menunjukkan itu takmungkin, “aku tahu semuanya dari awal, ketika Meethi akan datang. Apa yang akan terjadi saat ia tinggal dan sekarang kepulangannya. Tidak ada yang tersembunyi dariku. Aku bahkan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.”

Kajri terus memancing Pavitra, “aku tak yakin kau tahu semuanya. Kau tidak mengatakan kebenaran.”
Pavitra melotot, “ya Dewa, Ram Naam, yang akan terjadi pada Meethi, Itu yang kau maksud?” (Ram umumnya dinyanyikan saat membawa mayat ke area kremasi di India dan Nepal. Ucapan itu menunjukkan bahwa mayat tidak lagi bernafas. Mayat tanpa nafas atau Ram Nam, tidak memiliki nilai apapun). Kajri jadi gelisah sekaligus khawatir.

Kajri kemudian bersuara, “ya, itu saja.”
Pavitra menyebutnya bodoh, semua itu terjadi di depan matanya. Maiyya telah meminta Akash bersumpah dengan darahnya untuk membunuh Meethi. Ia akan membawanya ke hutan sekarang, melakukan apa yang perlu dilakukan. Balas dendam Jiji sekarang akan terpenuhi.”

Kajri ingin tahu, “Meethi? Apa yang dia lakukan? Dia tidak bisa menyakiti siapapun.”
Pavitra menjelaskan, “bukan Meethi, ibunya.” Pavitra pun menceritakan semuanya. Kajri seperti orang sakit. Pavitra meminta satu mangkok khidir lagi untuknya. Kajri keluar.

Dalam perjalanan dari Aatishgarh, Meethi dan Akash datang ke tempat dimana mereka bisa mendengar gema. Meethi berteriak, “Vishnu, aku mencintaimu.”
Akash tersenyum dan meminta Meethi untuk terus berjalan. Meethi menunjukkan wajah merajuk, “aku ga kuat jalan.”
Akash duduk ditanah, kilas balik ucapan Maiyya, “yang ingin hidup, ibu atau putri Ichcha?” Akash semakin dalam dilema sambil terus menatap Meethi.

Di Aatishgarh, Agarth memuji Ekadashi untuk sandiwaranya meyakinkan Akash kemarin. Dia memainkan trik yang baik.
Maiyya pun mengatakan jika ia sudah menunggu untuk membalas dendam pada Ichcha, tapi ia meninggal. Tapi, putrinya masih hidup. Seseorang harus menahan rasa sakit. Keluarga Ichcha akan menumpahkan jumlah air mata seperti yang kulakukan setelah suamiku meninggal.
Agarth mengangguk. Maiyya kesal sambil membetulkan selendangnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

2 respons untuk ‘Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Akash Masih Dalam Dilema, Mengantar Meethi Dalam Perjalanan Pulang

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.