Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya


Akash sedang mencuci pisau, ingat ucapan Meethi “Anni telah memberitahu ku bahwa semua orang mendapat suami yang baik oleh karma baik yang telah mereka lakukan dalam kelahiran mereka sebelumnya. Sama sepertiku kau.”

Akash berpikir keras, apa yang akan dilakukannya sekarang, “Maiyya menempatkanku dalam situasi dimana aku memutuskan mana yang harus dipilih. Tanganku menggigil hanya berpikir tentang hal itu. Bagaimana aku bisa membunuhnya, yang percaya aku dan seluruh keluargaku?”

Sisi jahat Akash muncul di depannya dengan menggunakan pakaian hitam, “percaya! Keyakinan ini bisa membuatnya begitu mudah. Kau lupa nyeri maiyya setelah mengingat wajah polos istrimu? Di dalam, kau mengatakan kau bisa melakukan apapun untuknya.”

Sisi baik pun muncul, “Vishnu, *koreksi dirinya sendiri* Akash. Kau merasa baik ketika Meethi penuh kasih memanggilmu Vishnu. Itu karena dia mencintaimu. Apa kau ingin membalas dendam? Bagaimana gadis malang itu bertanggung jawab untuk itu?”

Sisi jahat Akash tertawa, “Dia adalah putri dari wanita yang telah membunuh ayahmu dan membuat ibumu menjanda. Bagaimana kau bisa melupakannya?”

Sisi baik Akash nyahut, “apakah cerita berakhir setelah membalas dendam?”
Sisi jahat ga tinggal diam, “ini bukan cerita. Ini adalah kenyataan pahit kehidupan maiyya. Kau lupa itu semua karena cinta istrimu? Aku akan mengingatkanmu. Dia kehilangan suaminya 20 tahun yang lalu. Kau melakukan hak terakhirnya. Maiyyamu tidak senang sejak 20 tahun lalu dan hidup tanpa vermillion. Katakan padaku, kau begitu egois. Kau telah membuktikan bahwa cinta beberapa hari lebih besar dari hubungan darah.”

Sisi baik bersuara, “hanya cinta yang dapat memperbaiki kebencian.”
Sisi jahat mengolok-olok, “dia benar. Cinta mu untuk Maiyya akan mewujudkannya. Kau harus memadamkan api yang membara dalam dirinya, membunuh Meethi. Apa yang kau pikirkan? Kau dapat menyelamatkan Meethi atau Maiyya. Jika kau tidak membunuh Meethi maka kematian Maiyya yang akan kau lihat. Membunuh Meethi, balas dendam akan berkahir.”

Sisi baik bersuara, “jika kau menyelamatkan Maiyya, kemudian Meethi,,,”
Akash berteriak, “Tidak!”, ia frustasi sambil menutup telinganya.

Sisi jahat tak menyerah, “kau tidak perlu berpikir terlalu banyak. Lakukan seperti Maiyya katakan. Mengakhiri penderitaannya dengan membunuh Meethi.”
Kedua sisi jiwa Akash menghilang. Akash manatap pisau.

Di kediaman Thakur, Tapasya duduk di tempat tidur. Nani memberikan obat. Mukhta datang dengan segelas susu dan mengatakan untuk tidak minum obat saat perut kosong.

Tapasya menanyakan Meethi.
Mukhta mengingatkan bahwa Meethi sedang bulan madu dengan Vishnu.
Tapasya menanyakan apa Meethi akan kembali untuk ritual kematian ibunya.
Mukhta mengatakan agar Tapasya tak perlu khawatir karena Meethi dengan Vishnu di Swiss.

Tapasya coba meyakini, “aku khawatir tanpa alasan. Baiklah, buat ibu bicara dengannya sekali saja.”
Mukhta memberitau lagi bahwa mereka tidak bisa menghubungi Meethi, tapi Meethi telah meng-email kapan akan kembali.
Damini juga mengangguk setuju.
Mukhta agar lebih meyakinkan mengatakan mungkin ada masalah jaringan.
Tapasya malah menatap Mukhta ragu.

Di Aatishgarh, Meethi menatap penuh cinta foto pernikahannya dengan Akash, menciumnya. Dia berbalik dan tersenyum saat orang yang dicintainya muncul, memeluknya, “jika aku tahu bahwa kau berada dikamar, maka aku tidak akan menghujani cinta pada foto. Aku akan menciummu langsung.” Meethi melihat Akash tidak merespon dengan baik, merajuk.

Akash menghibur, “bukan begitu. Kita akan berpisah, itu sebabnya aku agak kesal. Kau akan pergi besok ke rumahmu.”
Meethi tak mengerti maksud ucapan Akash, “kau selalu becanda. Kemana aku akan pergi?”
Meethi kemudian tersadar dan tersenyum lebar, “apa itu serius? Apa kita akan pulang? Ini kabar baik, kenapa kau sedih? Kau harus senang, kenapa berwajah sedih begini?”

Akash memaksakan senyum, “aku sangat senang denganmu dalam beberapa hari ini. Sekarang kau akan bertemu dengan anggota keluargamu, ibumu,” meraih tangan Meethi, “tapi aku akan merindukanmu.”

Meethi menarik tangannya, “kita akan pergi bersama. Kita tidak tinggal jauh satu sama lain. Ditambah kau punya pekerjaan di Bundela Konstruksi. Aku jadi bersemangat. terima kasih banyak,” sambil mencium pipi Akash, “aku sangat bersemangat untuk bertemu semua orang.”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan