Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya


Divya dan Damini mengatakan agar Tapasya masuk ke ruang pooja dengan mereka. Tapasya menurut, “aku tidak akan meninggalkan temanku sendirian dalam perjalanan terakhirnya. Aku akan disisinya.”

Dalam perjalan dari Aatishgarh, Rathore menelpon inspektur polisi, “kami kembali segera. Tapi anda tetap memberi informasi saya dan terus mencari.” Kemudian memutuskan panggilan. Jogi bertanya. Rathore mengatakan hasilnya nihil, mereka tidak menemukan apa-apa juga.

Jogi sedih, “aku gagal untuk memahami apa yang harus aku lakukan. Pada satu sisi, Ichcha meninggalkan kami, sementara di sisi lain, Meethi hilang. Apa yang akan aku katakan pada Damini atau Mukhta?”

Rathore memegang Jogi sebagai bentuk dukungan. Jogi mengatakan sangat sedih tidak bisa menemukan Meethi.

Rathore mengatakan mereka akan mencoba yang terbaik. Mereka tidak akan kembali tanpa mencari benar. Pencarian akan terus dilakukan sampai menemukan Meethi. Kita hanya kembali untuk menghentikan Tapasya, sebelum mencapai rumah. Jika sesuatu terjadi padanya, maka pengorbanan satu putri anda untuk putri anda lainnya akan sia-sia. Meethi akan kembali. Saya telah berjanji akan menemukannya dengan selamat. Dan saya tidak lupa janjiku. Aku hanya berharap, jika dia dalam kesulitan dia tidak menyerah,, seperti ibunya.”
Jogi mengangguk setuju dan menepuk tangan Rathore.

Di Aatishgarh, Maiyya memastikan pada Agarth bahwa tidak ada yang menimbulkan kecurigaan. Agarth memastikan bahwa dia sudah memberikan informasi dengan meyakinkan hingga dipastikan si tamu tidak akan ke rumah lain di desa untuk mencari informasi.

Nirbhay menambahkan gambaran situasi menegangkan sebelumnya, “mereka begitu dekat.”
Agarth menambahkan, “kami berpikir kami akan ditangkap. Tapi kemudian kami berdiri di antara mereka seperti dinding. Baik Meethi atau mereka tidak bisa melihat satu sama lain.”

Nirbhay heran, “aku gagal memahami satu hal, bagaimana mereka bisa samapi kesini?”
Agarth merespon, “aku juga tidak tahu. Tapi bintang sedang tidak menguntungkan mereka. Kali ini kita dapat menyembunyikan, tapi berikutnya, mereka akan datang dengan polisi, lalu kita tidak bisa berbuat apa-apa.”

Maiyya jadi terganggu dengan semua kemungkinan itu. Maiyya meminta Nirbhay untuk memanggil Akash.

Akash sedang melamun di koridor, dia teringat ucapan Kajri, yang khawatir tetang Meethi, melihat cinta dimatanya. Berapa lama Akash mengabaikan kebenaran. Cepat atau lambat Akash harus menerima kebenaran.

Selanjutnya, Akash teringat ucapan Meethi bahwa Maiyya yang telah membesarkan Akash. Meethi rela mengorbankan hidup untuknya. Ma datang dalam mimpi Meethi dan mengkhawatirkan luka Meethi. Meethi meminta Ma tidak khawatir karena Vishnu bersamanya. Lamunan Vishnu terhenti karena menyenggol vas bunga, pikirannya kembali ke realita.

Akash membungkuk untuk mengumpulkan bunga, Meethi memanggilnya, “kau memetiknya untukku dan kemudian menjatuhkannya karena kesalahan, benar?”
Akash berdiri terpaku kehilangan kata-kata.

Meethi mengambil bunga dari tangan Akash, “begitu indah. Kau berdiri seolah-olah au guru dan kau muridku. Dan guru akan menghukum kau sekarang.”
Meethi tersenyum, “aku tidak mengatakan apa-apa padamu, minggir atau kau akan terluka oleh kaca.” Akash menatap nya, membungkuk untuk membantu membersihkan kekacauan.

Akash membathin, “apa yang ku lakukan. Bagaimana mereka bisa membalas dendam pada gadis lugu manis ini? Sama sepertiku kehilangan ayahku di masa kecil, dia juga telah kehilangan ibunya. Kasihan dia, dia bahkan tidak bisa bertemu untuk terakhir kalinya. Dia harus kembali ke rumah. Aku akan berbicara dengan Maiyya. Aku akan mengatakan padanya untuk membiarkan Meethi kembali ke rumahnya. Dia tidak dapat disalahkan untuk semua ini. Aku tau Maiyya akan setuju dengan apa yang ku katakan.”

Nirbhay muncul di lantai bawah dan melihat Akash Meethi. Dia memanggil Akash, “ayo, maiyya memanggilmu. Dia harus mendiskusikan sesuatu yang penting denganmu. Cepat.”
Akash mengangguk, dia mengatakan ke Meethi akan segera kembali. Meethi mengangguk, dan Akash meninggalkannya dengan Nirbhay.

Maiyya mengeluh pada Akash jika kepalanya sakit sekali, “tolong pijat kepala ibu dengan tanganmu sendiri.”
Perlahan, Akash mulai memijat kepala Maiyya. Maiyya menunjukkan wajah lega, “kau memiliki sihir ditanganmu. Obat tidak bisa melakukan, kau bisa melakukan,” sambil membawa tangan Akash ke pipinya, “kau memiliki darahku dalam tubuhmu. Kau mengambil semua rasa sakitku pergi.”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan