Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya


Dokter masih coba mencegah keinginan Tapasya karena Tapasya belum benar-benar sehat. Nani coba membuat Tapasya duduk beristirahat. Tapasya bersikeras agar ga terjebak dalam prosedur formalitas.

Di kediaman keluarga Thakur, pandit ji meminta semua orang untuk berdoa bagi yang meninggal hingga jiwanya ada dalam damai.
Damini jadi teringat ucapan Tapasya sebelumnya agar berdoa untuk orang mulia juga, orang yang memberinya hidup.

Surbhi memperhatikan sekeliling, menyadari Jogi tidak ada, “ini upacara putri kesayangnnya.” Surbhi bertanya ke Mukhta.

Mukhta berpikir lebih baik tidak berbagi dengan siapapun sampai dia mendengar sesuatu, “kakek tidak ada karena ada beberapa pekerjaan mendesak.” Surbhi ingin tahu lebih, tapi Mukhta tak menambahkan informasi apapun.

Di Aatishgarh, Agarth muncul bersama Nirbhay, duduk dan berbasa basi, bertanya apa yang bisa mereka bantu. Jogi memperkenalkan dirinya dan Rathore.

Rathore mengeluarkan foto Meethi dan mengatakan itu cucu Jogi Thakur, kemudian juga memperlihatkan foto Akash. Agarth melihat Nirbhay, mengambil foto ditangannya.

Meethi mengisi gelas air untuk para tamu, saat mau pergi, dihentikan Gomti, “tamu itu dari kota, tapi ini adalah sebuah desa. Seorang wanita tidak pergi keluar tanpa menutupi kepalanya di depan orang asing. Kau tidak akan seperti itu.” Meethi menaroh nampan.

Di ruang tamu, Rathore mengatakan bahwa siapa dia (Akash) mereka tak peduli. Mereka hanya ingin tau dimana Meethi. Apa mereka mengenalnya? Dia menjelaskan bahwa ia sudah diberitau bahwa hanya pemilik rumah ini yang dapat memberitaunya. Apakah anda melihatnya?

Agarth memperhatikan foto, menggeleng, “tidak, aku belum. Maafkan aku belum pernah melihat salah satu dari mereka. Apakah temanmu?” Nirbhay nyehut cepat, “tidak, mereka bukan dari desa ini.”

Agarth menambahkan keterangannya, “saya tahu masing-masing dan setiap orang di desa ini. Jika saya tau dia, aku sendiri yang akan patahkan tulangnya membawa dengan anda ke kantor polisi.”

Rathore bijak, “anda tidak perlu mematahkan tulangnya,” mengeluarkan kartu namanya, “ini nomer saya. Anda dapat menghubungi saya jika anda melihat atau mendengar sesuatu tentang mereka.”

Agarth menyerahkan kartu tersebut ke Nirbhay, sambil mengiyakan Rathore.

Meethi berjalan ke arah mereka. Nirbhay melihat ke ayahnya, sementara Meethi semakin dekat. Agarth dan Nirbhay melihat ke arah Meethi yang berjalan sambil menunduk.

Di rumah Thakur, pooja untuk arwah Ichcha sedang berlangsung, semua orang duduk sedih. Sebuah mobil datang, Tapasya melangkah keluar mengenakan saree hijau dengan diikuti Nani. Nani memapah Tapasya. Tapasya sangat senang bisa kembali ke rumah.

Begitu sampai di dalam dan melihat orang berdoa dalam pakaian putih dan wajah sedih, Tapasya mulai merasa tidak enak. Ia terus merangsak ke arah depan, begitu melihat foto Ichcha, Tapasya shok, ia jatuh pingsan.

Sementara Nirbhay dan Agarth berhasil meyakinkan Jogi dan Thakur bahwa orang yang mereka cari tidak ada di rumah dan desa itu. Jogi dan Rtahore pun tak mau berlama-lama, mereka segera pamit. Meethi yang mengikuti perintah Gomti agar saat menghidangkan minum ke tamu asing dengan sopan, tak menyadari tamu yang barusan pergi itu kakeknya, Jogi.

Di rumah Thakur, Damini menenangkan Tapasya yang sedih, “Thakurayin, mungkin ini sudah keinginan Dewa. Ini bukan waktunya menyembunyikan sesuatu. Ini adalah waktunya untuk mengatakan yang sebenarnya.”
Surbhi menunjukkan wajah jahat yang bahagia.

Damini berkata, “Tapasya, bayi ji, kau memiliki jantung Ichcha.”
Tapasya terkejut, tak berkata-kata. Mukhta menangis di bahu Damini.
Damini terus bicara, “dia memberikannya kepadamu, sementara ia meninggalkan dunia ini, sehingga ia bisa tinggal bersamamu selamanya. Dia tetap dengan kita semua.” Damini menangis.

Tapasya memastikan, “jantung Ichcha ada denganku?”
Damini mengangguk pelan, “ya”
Tapasya melihat ke arah foto Ichcha, “aku pergi, tapi sekarang aku kembali. Kau meninggalkanku sendirian,” sambil menangis menutup wajahnya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

9 respons untuk ‘Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya

  1. Ainur Irawan berkata:

    Kalau pas masuk sore kayak gini, kan gak bisa lihat tu..
    enaknya ya lihat sinopsis kayak gini, se enggaknya tidak ketinggalan alur ceritanya
    maksih udah posting gan

    Suka

  2. Esti berkata:

    Kak, perjalanan cinta meethi dan wisnu (akash) Akhirnya gimana? Ayo dong…di posting Lagi yang lebih panjang…Penasaran nih…😀
    Suka banget acting Tina Dutta vs Mrunal Jain…chemistry-nya dapet😬😬😬

    Suka

    • dizaz berkata:

      Episode setelah ini, Akash masih berkutat dengan suara hati, antara cinta atau ibu,,
      Mereka sempat ke perkampungan gipsi di hutan tersebut, diramal, dan Akash marah pada Meethi yang begitu semangat ingin tau ramalan tentang Akash. Akash sempat di gigit ular, Meethi yang sudah naik bus, ga mau pulang sendirian, turun lagi dan menyelamatkan Akash, duanya pingsan krn racun ular. Meethi dibawa kembali oleh Akash yg sudah siuman ke gipsi wanita yg sebelumnya meramal.

      Suka

  3. Esti berkata:

    Kak, Aku udah baca sampai yang Wisnu minta waktu 23 Hari untuk jd pembantu di rumah keluarga Thakur membuktikan kalau Meethi masih mencintainya…Jauh ya…hehehhe…Nah setelah itu penasaran banget kelanjutannya..Nyari2 belum dapet juga sinopsis yg sampe situ…Kakak Kasih dong…Please😊

    Suka

  4. Ega berkata:

    Menurut saya film in I sanggat bagus… tapi kalau bisa jangan berbelit” alur cerita nya… jdi Ngak menarik nantinya…

    Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.