Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya


Tapasya heran, “Ammo, mengapa kau menangis?” sambil menyeka air mata, “hari-hari kesedihan sudah lewat, yang diganti dengan kebahagiaan sekarang.” Tapasya membawa tangan Damini menyentuh dadanya, “jantungku masih berdetak, semua berkat donor itu. Ini adalah masalah kebahagiaan dan temanku tidak ada disini. Katakan padanya untuk datang. Aku baik-baik saja.”

Damini bicara menahan sedih, “dia denganmu bayi ji,, denganmu.” Mukhta yang melihat dan ikut mendengar diam-diam mengusap air mata yang mengalir di sudut matanya.

Damini menasehati Tapasya untuk berhati-hati karena jantungnya masih lemah. Divya muncul dan mengatakan, “mari kita pulang.” Damini pun beranjak ke sudut.

Tapasya menyela Divya, “ma, kenapa buru-buru.”
Rohini keceplosan, “karena kami akan mengadakan pooja hari ke 13 kematian.”
Divya mengoreksi cepat, “kami mengadakan pooja untuk kesembuhanmu.”

Tapasya melihat ke arah Mukhta dan memberi isyarat ke arah Divya, “berdoa di pooja bahwa temanku menjenguk secepat mungkin, atau aku yang akan secepatnya pergi menemuinya. Dia tidak mempedulikan aku, tidak, bahkan untuk datang bertemu denganku. Kau dengarkan Ammo?” Damini mengangguk.

Tapasya menambahkan permintaannya, “ma, berdoa juga untuk orang mulia yang telah membuatku hidup hari ini.”
Divya meyakinkan, “itu pasti,” sambil mencium jidat Tapasya. Semua bergerak ke luar.

Tapasya kembali bersuara, “ma, bisa aku bertanya satu hal? Siapa yang menyumbangkan jantung untukku?” Semua terdiam. Damini dan Divya berusaha menyembunyikan tangis dan agar tak terisak. Divya kemudian kembali menghampiri Tapasya. Damini tak berhasil mengendalikan air matanya yang terus keluar. Divya memberitau Tapasya, “seorang manusia mulia,” smabil menangis dan memeluknya.

Tapasya yang tak memahami situasi malah menenangkan ibunya, “aku baik-baik saja sekarang. Jangan menangis,” kemudian memberi isyarat ke arah Damini. Divya pun menghampiri Damini. Semua meninggalkan ruangan. Nani kembali ke Tapasya dan memintanya untuk istirahat, pasti lelah. Tapasya tersenyum.

Di Aatishgarh, Rathore dan Jogi samapi ke rumah yang mereka cari, mengetuk pintu. Meethi sedang di dapur. Gomti yang mendengar ketukan, memberitau Meethi untuk mencek ke depan. Meethi pun mengagguk dan mulai beranjak.
Rathore dan Jogi menunggu pintu terbuka,,,
Pintu terbuka,, Kajri yang membukanya.
Jogi pun memberitau tujuannya bahwa ia sedang mencari seseorang, bisakah dia bertanya. Kajri mempersilahkan masuk, ia akan memanggilkan ayah mertuanya. Kajri pun kedalam.

Rathore dan Jogi memperhatikan rumah kediaman yang mereka masuki dengan wajah agak khawatir, berharap Meethi aman dan sehat.
Karena Kajri sudah membuka pintu, Meethi kembali ke dapur. Gomti menanyainya, “siapa itu?”
Meethi nyahut, “tidak tahu, kakak ipar Kajri yang membuka pintu.”

Bersamaan dengan Kajri masuk dapur, “mereka orang asing, datang bertamu untuk pertama kalinya. Aku akan menelpon ayah mertua.”
Gomti mengangguk setuju karena itu tidak akan mengganggu maiya yang sedang beristirahat.

Di rumah sakit, Mumbay,, Tapasya sedang latihan jalan dibantu Nani. Keduanya tersenyum bahagi. Tapasya mulai lelah, tapi Nani terus mensupport agar mencoba sedikit lagi. Dokter Murthy masuk dan memberitau bahwa semua tes Tapasya hasilnya positif. Tapasya hanya perlu istirahat beberapa hari lagi, setelah itu boleh pulang.

Tapasya merespon keterangan dokter bahwa ia merasa sebaiknya segera pulang, ia tidak merasa baik di rumah sakit. Sudah terlalu lama, sekarang ia sudah mulai baik, sudah bisa berjalan sendiri. Tapasya kemudian memperlihatkan kemampuannya berjalan. Dia kembali meyakinkan dokter kalau ia akan semakin baik jika di rumah. Dokter coba mencegah keinginan Tapasya, “kami tidak bisa mengijinkan sebelum berbicara dengan ayahmu. Nani coba hubungi tuan Thakur.” Nani pun menelpon Jogi.

Di Aatishgarh, Rathore bersuara, “satu hal yang kupikirkan. Ada dalam mimpi, Tapasya memanggil Meethi. Skearang Ichcha dan suara Tapasya itu sudah menjadi satu. Dia menunggu putrinya. Seluruh keluarga menunggu Meethi kembali untuk melakukan visarhjan asti. Kita harus menemukannya, apapun yang terjadi.”

Jogi setuju, semua itu hati seorang ibu. Mereka harus menemukannya secepat mereka bisa.

Rumah sakit, Mumbay, Nani coba menghubungi Jogi berkali-kali, tapi tak satupun yang berhasil. Ia memberitau Tapasya. Tapasya meminta untuk tak melakukan itu lagi, jika pulang sekarang maka itu kejutan untuk semua orang. Tolong kemasi barang-barangku. Dokter kami akan pulang hari ini saja.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

9 respons untuk ‘Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya

  1. Ainur Irawan berkata:

    Kalau pas masuk sore kayak gini, kan gak bisa lihat tu..
    enaknya ya lihat sinopsis kayak gini, se enggaknya tidak ketinggalan alur ceritanya
    maksih udah posting gan

    Suka

  2. Esti berkata:

    Kak, perjalanan cinta meethi dan wisnu (akash) Akhirnya gimana? Ayo dong…di posting Lagi yang lebih panjang…Penasaran nih…😀
    Suka banget acting Tina Dutta vs Mrunal Jain…chemistry-nya dapet😬😬😬

    Suka

    • dizaz berkata:

      Episode setelah ini, Akash masih berkutat dengan suara hati, antara cinta atau ibu,,
      Mereka sempat ke perkampungan gipsi di hutan tersebut, diramal, dan Akash marah pada Meethi yang begitu semangat ingin tau ramalan tentang Akash. Akash sempat di gigit ular, Meethi yang sudah naik bus, ga mau pulang sendirian, turun lagi dan menyelamatkan Akash, duanya pingsan krn racun ular. Meethi dibawa kembali oleh Akash yg sudah siuman ke gipsi wanita yg sebelumnya meramal.

      Suka

  3. Esti berkata:

    Kak, Aku udah baca sampai yang Wisnu minta waktu 23 Hari untuk jd pembantu di rumah keluarga Thakur membuktikan kalau Meethi masih mencintainya…Jauh ya…hehehhe…Nah setelah itu penasaran banget kelanjutannya..Nyari2 belum dapet juga sinopsis yg sampe situ…Kakak Kasih dong…Please😊

    Suka

  4. Ega berkata:

    Menurut saya film in I sanggat bagus… tapi kalau bisa jangan berbelit” alur cerita nya… jdi Ngak menarik nantinya…

    Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.