Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya


Divya dan Nani mencari tau kondisi Tapasya, apa baik-baik saja dan seberapa cepat mereka bisa membawanya kembali ke rumah.
Dokter memberitau bahwa Tapasya akan baik-baik saja, dia perlu waktu dirawat kurang lebih 2 minggu lagi. Ditambah, dia perlu melakukan beberapa tes, setelah itu ia baru bisa memberikan informasi lebih lengkap. Divya pun mengatakan pada Tapasya untuk mengurusnya dengan dokter.

Tapasya memanggil Divya, “aku tahu Ichcha tidak bisa datang, tapi setidaknya Ammo bisa.”
Divya kehilangan kata-kta. Nani langsung mengambil alih situasi, “bukan begitu beta. Mengapa dia tidak datang? Dia akan datang.” Mukhta meminta Tapasya untuk bersantai.

Divya menemui Damini. Damini langsung menanyakan kondisi Tapasya. Divya pun memberitau, “dia baik-baik saja, tapi sampai kapan kau tidak akan bisa bertemu dengannya.”
Damini sedih, “tidak tahu, apakah aku akan mampu menahan air mataku atau tidak. Aku sangat takut. Bagaimana jika aku mengatakan sesuatu yang membuatnya curiga pada kita, bahwa kita menyembunyikan sesuatu darinya? Aku tidak benar-benar baik sampai sekarang.”

Divya meyakinkan Damini, “tidak akan terjadi seperti yang kau takutkan. Tapasya akan memiliki lebih banyak pertanyaan jika kau tidak menemuinya. Apa yang akan ku katakan padanya? Temuilah dia. Kita harus segera pulang sebab pandit ji akan datang bersama dengan,,, ” Divya tidak dapat melanjutkan ucapannya. Dia pun pergi menemui dr Murthy. Damini masih tetap cemas.

Di Aatishgarh, Akash berjalan sambil melamun. Dia terngiang ucapan Kajri “aku melihat cinta sejatimu untuk istrimu. Itulah yang membuatnya berani memberitaunya. Hari itu bagaimana kau menghentikan massi yang memaksa Meethi makan Prashad bali. Sebab aku melihat kau mengkhawatirkan Meethi,, sangat khawatir,, dan kau sangat mencintainya.”
Akash terbayang peristiwa lain, ucapan Meethi yang meyakinkan ibunya dalam mimpi untuk tidak perlu takut karena Vishnu bersamanya.

Akash membathin, “bagaimana jika apa yang kakak ipar Kajri katakan adalah benar. Apa yang terjadi padaku? Tiba-tiba setiap ucapan Meethi, kepercayaan, cinta berkedip di depanku. Semuanya membuatku menyadari bahwa aku hidup dalam kebohongan. Dia bahkan tidak tahu aku bukan Vishnu, aku Akash Chatterjee. Wanita yang aku sebut cintaku adalah ibu kandungku. Dia hanya memiliki kebencian dalam dirinya. Dia tidak pernah bisa mencintai Meethi.”

Sementara itu, Rathore dan Jogi menuju arah Akash datang. Sopir sedang berpikir untuk bertanya pada seseorang tentang kediaman. Ia melihat seorang wanita dengan anak laki-laki di ladang, sopir pun menghampirinya untuk bertanya. Wanita itu menjawab bahwa ia juga baru di desa tersebut dan datang untuk menghadiri acara pernikahan saja.

Rathore turun dan melihat sekeliling. Disaat yang sama, Akash melintas di belakangnya.

Akash berdiri di depan sebuah kuil kecil di pinggir jalan. Dia berkeluh kesah, “aku telah berdoa di depanmu Dewa dan telah berjanji untuk membalas dendam. Aku berpikir aku akan menemukan jalanku, tapi aku telah ada di persimpangan jalan. Sebuah perempatan!”

Rathore mengenali Akash dari punggungnya. Dia pun memberitau Jogi dan mereka berjalan ke arahnya.

Akash khusuk dengan tumpahan uneg-unegnya dalam doa pada Shiwa, “di satu sisi ada maiyya, cintaku, tanggung jawabku terhadapnya. Sementara disisi lain, ada cinta Meethi dan cinta sejatinya. Dia bahkan siap mengorbankan hidupnya bagiku. Aku tidak tahu mana yang akan ku pilih. Aku tidak bisa memahami siapa yang benar siapa yang salah. Satu hal yang pasti bahwa aku seorang yang akan patah hati. Aku merasa terjebak Dewa. Aku tidak bisa memutuskan mendukung siapa. Aku tidak mengerti apa-apa.”

Rathore sudah mendekat dan berdiri tak jauh dibelakang Akash. Jogi melihat sebuah becak dan bertanya. Rathore memanggil Akash. Akash diam tak bereaksi. Rathore menunggu tak sabar.
Jogi memanggil Rathore, “kita menemukan alamat. Sebentar. Tunggu kami akan datang ke sana aja.” jogi pun kembali ke mobil dan menuju tempat Rathore dan Akash berdiri. Rathore kembali ke dalam mobil. Akash tetap dalam posisi berdoanya, tanpa terusik apapun.

Di rumah sakit Mumbay, Damini memasuki bangsal Tapasya dirawat, memperhatikan wajah bahagia. Tapasya melihat kedatangan Damini dan bangun untuk menemuinya. Damini pun bergegas, memeluk Tapasya dan memintanya duduk.

Tapasya mengeluh, “syukurlah Ammo datang menemuiku. Ichcha tidak khawatir denganku. Ammo akan menyanyikan lagu untukku, lagu yang dinyanyikan ketika kami masih anak-anak.” Lagu Uttaran masa kecil pun menjadi latar. Damini menangis.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

9 respons untuk ‘Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya

  1. Ainur Irawan berkata:

    Kalau pas masuk sore kayak gini, kan gak bisa lihat tu..
    enaknya ya lihat sinopsis kayak gini, se enggaknya tidak ketinggalan alur ceritanya
    maksih udah posting gan

    Suka

  2. Esti berkata:

    Kak, perjalanan cinta meethi dan wisnu (akash) Akhirnya gimana? Ayo dong…di posting Lagi yang lebih panjang…Penasaran nih…😀
    Suka banget acting Tina Dutta vs Mrunal Jain…chemistry-nya dapet😬😬😬

    Suka

    • dizaz berkata:

      Episode setelah ini, Akash masih berkutat dengan suara hati, antara cinta atau ibu,,
      Mereka sempat ke perkampungan gipsi di hutan tersebut, diramal, dan Akash marah pada Meethi yang begitu semangat ingin tau ramalan tentang Akash. Akash sempat di gigit ular, Meethi yang sudah naik bus, ga mau pulang sendirian, turun lagi dan menyelamatkan Akash, duanya pingsan krn racun ular. Meethi dibawa kembali oleh Akash yg sudah siuman ke gipsi wanita yg sebelumnya meramal.

      Suka

  3. Esti berkata:

    Kak, Aku udah baca sampai yang Wisnu minta waktu 23 Hari untuk jd pembantu di rumah keluarga Thakur membuktikan kalau Meethi masih mencintainya…Jauh ya…hehehhe…Nah setelah itu penasaran banget kelanjutannya..Nyari2 belum dapet juga sinopsis yg sampe situ…Kakak Kasih dong…Please😊

    Suka

  4. Ega berkata:

    Menurut saya film in I sanggat bagus… tapi kalau bisa jangan berbelit” alur cerita nya… jdi Ngak menarik nantinya…

    Suka

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.