Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya


Akash ke Agarth untuk meminta berkat. Meethi berkata, “kau dapat melihat masa depan mama ji. Memberkati kami bahwa kami menghabiskan hidup kami bahagia.”
Agarth membalas, “aku sudah melihat masa depanmu. Itu sebabnya aku mengutusmu kembali. Ini adalah waktu yang tepat untuk bertemu ibumu. Segera berangkat, maka kau bisa tidur nyenyak dipangkuannya.”

Meethi tersenyum, “aku akan pergi dan bertemu mami ji.”
Agarth beralasan bahwa dia sudah mengirim Kadambari ke dokter di pagi hari, akan kembali malam hari.
Meethi meminta Agarth untuk menyampaikan salamnya.

Pada semuanya Meethi berkata kedatangan berikutnya ia akan datang dengan membawa kesukaan masing-masing dari mereka, permen untuk Nirbhay, saree mahal untuk Gomti dan perhiasan untuk Pavitra.

Meethi juga memberitau Pavitra bahwa bunga matahari yang di kamar minta disiram. Dia akan mempersembahkan bunga dari tanaman yang sama kepada Dewa saat dia nanti kembali lagi. Pavitra setuju dengan wajah bahagia, mereka semua juga akan berdoa untuk mengenang Meethi dengan persembahan bunga yang sama juga. Meethi berterima kasih.

Meethi kemudian ke Kajri, keduanya terbawa perasaan. Kajri meminta Metehi untuk tinggal beberapa hari lagi. Meethi mau aja, tipi ia terlalu lama meninggalkan ibunya. Kajri menangis, karena merasa begitu dekat dengan Meethi dalam beberapa waktu terakhir.
Meethi berpesan pada Kajri untuk menjaga diri. Ia juga telah menulis alamat dan nomer telepon untuknya. Kajri bisa menulis surat untuknya kapan saja dia mau. Kajri mengangguk.

Maiyya mengingatkan Meethi untuk segera ke mobil.
Meethi malah berkata pada Maiyya bahwa ia tau Maiyya sangat mencintai Akash. Meethi juga akan merawatnya. Dia harus mengatakan apa pada Maiyya.
Maiyya pura-pura hanya mengharapkan Meethi sampai dengan selamat. Itu sudah cukup baginya. Pavitra dan Agarth tersenyum mendengar dan melihat sandiwara Ekadashi.

Meethi mulai jalan. Kajri memanggilnya, keluar, mengikatkan benang hitam di tangan Meethi, “ini akan melindungimu dari segala kejahatan.”
Yang lain memperhatikan dengan wajah tak berminat. Kajri dan Meethi saling berlinang air mata. Meethi berterima kasih. Keduanya saling mengingatkan untuk menjaga diri.
Maiyya mengingatkan Meethi untuk segera pergi.

Akash mengeluarkan pisau, teringat ucapan Maiyya, “biarkan dia pergi.”
Dia kemudian menaroh pisau di dashboard diatas kotak makan siang.

Meethi duduk di jip. Kajri meingatkannya untuk makan parathas dan acar karena itu makanan favoritnya.
Pavitra ngejek Kajri, “dia tampak seperti dia akan ke rumah orang tuamu.”
Maiyya menambahkan, “dia sangat lembut hati.”
Meethi mau menjangkau box tempat Akash menaroh pisau, Akash menahan tangannya.

Akash mengatakan bahwa perjalanan akan lama, kadang harus menunggu. Meethi tersenyum, ia hanya ingin menikmati harumnya. Akash mengatakan Meethi nanti bisa menikmatinya. Meethi tersenyum dan nurut.

Akash mengunci dashboard dan menimpan kuncinya.
Meethi mengucapkan selamat tinggal pada semua orang. Mereka pun jalan.

Maiyya melipatkan tangannya dalam sikap doa, “Tuhan, kirim ke ibunya. saya tidak ingin apa-apa lagi. Dia begitu bersemangat untuk bertemu ibunya seolah-olah dia pergi ke surga.”
Mereka semua kembali masuk ke dalam, sementara masih sedikit mengkhawatirkan Meethi.

Meethi sangat bahagia melihat sekitar hutan. Akash menjelaskan, sambil terus memandang Meethi yang begitu bahagia kembali ke rumahnya. Kadang mereka saling tatap.

Meethi mengatakan bahwa dia sangat bahagia. Sebelumnya, saat datang ke Aatishgarh, dia tidak melihat keindahan tempat, tapi sekarang ia menyadarinya. Dia merasa seperti Ma memanggilnya, sepertinya sudah ditunggu sejak lama. Ma akan senang melihat kita berdua.

Dia melihat pohon mangga di jalan, dengan senang hati mengambilkan satu dari pohon. Menawarkannya, tapi ditolak. Mengigit sendiri, tapi ternyata sangat asam. Mereka berdua akhirnya memakannya.

Meethi mengatakan bahwa dia kehilangan Kajri, mengingatkannya paratha. Meethi mau membuka laci, tapi Akash mengatakan untuk bersabar.

Meethi melihat bunga liar, minta berhenti, mau mengambilnya. Akash mengatakan dia yang akan mengambilkannya. Meethi mencium pipi Akash dengan penuh cinta. Akash kembali dengan bunga, kemudian melanjutkan perjalanan. Dia menaroh satu bunga dibelakang telinganya, mereka saling bantu. Meethi tertidur di perjalanan.
Akash menghentikan jip di dekat danau dan keluar.

Akash teringat semua ucapan orang-orang satu persatu.
Maiyya memintanya memilih, yang ingin hidup ibu atau putri Ichcha. Selanjutnya ucapan Kajri bahwa ia akan menerima cepat atau lambat. Dia bisa melihat betapa Akash peduli dengan Meethi.
Akash ingat Meethi saat bangun sebelumnya dan bercerita mimpinya, Ma datang dalam mimpinya dan mengkhawatirkan lukanya. Meethi bilang pada Ma untuk tidak khawatir karena Vishnu bersamanya.

Meethi terbangun di jip dan melihat Vihnu tidak di sampingnya. Ia melihat sekeliling dan memanggil Vishnu. Akash terkejut.

Episode berikutnya, Maiyya mengatakan pada Agarth, bahwa ia menunggu untuk membalas dendam pada Ichcha, tapi malah meninggal. Tapi, putrinya masih hidup. Seseorang harus menahan rasa sakit. Keluarga Ichcha akan menumpahkan banyak air mata, jumlah yang sama yang ia lakukan saat suaminya meninggal.

Iklan