Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Tapasya Tahu Pendonor Jantungnya, Akash Bimbang Dengan Tugas Balas Dendamnya


Veer bersuara dengan nada mengejek, “ya, mengapa anda harus khawatir. Aku telah kehilangan istriku. Putri ku juga hilang. Mengapa anda harus khawatir? Aku akan menemukan anak ku,” kemudian keluar dengan gusar.
Jogi mengikutinya, Rathore menyusul, Damini hanya bisa menatap tak berdaya.

Jogi menghentikan Veer dekat pot Tulsi.
Rathore langsung bicara, “anda membuat kesalahan bukan karena anda meragukan saya. Tetapi karena anda berbicara kepada Jogi Thakur dengan cara yang salah. Anda meragukan cinta dan kejujuran dari Jogi Thakur.”

Jogi meminta Veer untuk tenang dan berpikir dengan jernih, “saya juga kehilangan seorang anak perempuan. Saya bahkan tidak sempat menangis, mulai mencari Meethi. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan padamu. Meethi cucu saya juga. Saya juga mengkhawatirkan dia. Percayalah padaku. Sekarang saya dan Rathore akan menemukannya bersama-sama. Tapi kita harus kuat untuk itu.”

Veer meminta maaf pada keduanya atas ucapannya. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Ia kehilangan akal sehat.
Rathore meyakinkan kalau mereka memahami apa yang dialami Veer.
Veer jujur kalao ia belum bisa berpikir dengan jernih sejak kematian Ichcha. Ia merasa kesepian. Ia berjuang dengan dirinya sendiri. Sekarang jiwanya hidup hanya untuk Meethi dan kebahagiaannya. Meethi tidak seharusnya dalam kesulitan.
Jogi memeluk Veer yang mennagis untuk menenangkan.

Di Aatishgarh, Akash mempersiapkan jip di luar rumah. Kajri menghampiri dengan dalih memberikan kotak makan siang. Akash minta untuk di raroh di dashboard. Kajri melakukannya dan menawarkan untuk membantu Akash mencuci tangan.

Kajri minta kejelasan Akash bagaimana bisa pergi dengan tiba-tiba. Akash kaget, menatap kosong, maiyya sudah memutuskan, mereka menjalaninya aja.

Kajri memperhatikan wajah Akash, “tapi kau tidak bahagia?”
Akash coba tersenyum, “aku senang, sedih hanya karena harus pergi segera, itu saja,” sambil beralasan ada yang mau diambil ke dalam.
Kajri memperhatikan Akash yang menjauh sambil membtahin, “kau pasti menyembunyikan sesuatu. Apa yang terjadi? Dimana ia membawa Meethi?” Kajri berdoa semoga Tuhan melindungi Meethi dengan wajah khawatir.

Di kediaman Thakur, Muhta membawakan obat untuk Tapasya. Tapasya membuat Mukhta duduk disampingnya, mulai berkata, yang aku cintai dari dalam hatiku, Tuhan membawanya pergi. Dia temanku, Tuhan menyambarnya dariku. Dia meninggalkan tanggung jawab dua putriku. Dia telah membesarkanmu dengan semua cinta dan perawatan. Dia akan mencintaimu dengan sepenuh hati. Sekarang Meethi dalam masalah, aku disini duduk di tempat tidur, semua tak berdaya.”

Mukhta menenangkan Tapasya untuk tak khawatir. Dia mengatakan bahwa Ichcha Ma telah memberitaunya bahwa Tapasya Ma sangat keras kepala, apapun yang diputuskan, akan mencapainya.

Tapasya tersenyum, “ya. Kami berbagi ikatan persahabatan sejak kami kecil. Hanya dia yang tau apa yang saya suka, tidak suka, apa yang buat sedih dan apa yang membuat saya bahagia. Dia adalah teman tempat saya berbagi semua hal, kesedihan, kebagaiaan, segalanya. Kau tahu, Ma dan Nani tidak suka dia sejak kecil. Begitu mereka bahkan mencoba memisahkan kami, aku jatuh sakit.”

Tapasya terbayang saat ia kecil, Jogi bergegas mendatangi nya yang sedang sakit. Ia meminta Ichcha. Jogi pun segera berjanji akan memanggil Ichcha segera. Tidak ada yang penting kecuali kebahagiaan putrinya.

Tapasya terus mengenang masa lalunya, tidak ada yang bisa menghentikan keras kepalanya. Papanya membawa Ichcha kembali ke rumah untuknya. Ia sudah bermain dengan temannya itu sejak kecil, tapi hari ini. Hari ini dia meninggalkan segala sesuatu padanya, meninggalkannya sendirian. Tapasya menangis.

Mukhta memeluk Tapasya untuk menghibur, “teman yang begitu banyak menyukai kenangan denganmu. Ia akan menonton dari ‘atas’. Dia juga akan melihatmu tersenyum ketika Ma terlihat cantik dan senang.”
Tapasya tersenyum, mencium dahinya.
Mukhta memberikan obat dan meminta ibunya untuk istirahat.
Mukhta membathin, “ma, Tuhan harus mengurus Meethi karena ia adalah putri Ichcha Ma. Tidak ada yang salah akan menimpa dirinya. Tidak ada!

Di Aatishgarh, Meethi dan Akash turun dengan bawaan mereka. Semua memandang mereka dengan wajah antusias. Keduanya meminta berkat Maiyya. Maiyya pun memberkati, “sekarang tidak ada kesulitan yang akan menimpamu, kau akan ke ibumu.”
Meethi tersenyum, bertanya tentang luka ditangan Maiyya.

Maiyya beralasan itu biasa baginya, dia terluka saat memotong supari.
Akash memeluk Maiyya. Maiyya berbisik, “kau tidak boleh lupa tujuanmu. Pastikan Meethi mencapai ibunya dengan aman. Paham?”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan