Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Pencarian Meethi, Percobaan Pembunuhan & Akash Yang Mulai Merasakan Cinta


Maiyya menatap Meethi tajam. Ia meminta Kajri untuk pergi. Meethi juga memberi sinyal untuk pergi.
Maiyya menceramahi Meethi, “kau tampak terlalu terburu-buru untuk mengubah ketentuan dan peraturan rumah ini dari ku. Kau mengatakan pada saudaraku tentang hubungan suami istri. Bagaimana seseorang mengurus yang lain saat dibutuhkan. Kau pikir kau tau lebih dari kami? Berapa usiamu sekarang? Kadambari hidup karena kakakku saja. Jika itu orang lain, maka penyakit itu akan memakan mereka. Lihat, aku sangat mencintaimu, itu sebabnya aku memperingatkanmu untuk tidak pergi kesana lagi.”

Nirbhay memperhatikan dari atas.
Meethi diam-diam mengangguk setuju. Maiyya pergi. Meethi juga keluar dari situ.
Nirbhay yang mengawasi jadi berpikir bahwa mereka telah menunggu lama. Mereka harus melakukan sesuatu segera.

Malamnya, badai. Nirbhay dan ayahnya sedang dalam sebuah ruangan. Nirbhay membuka pisau dan memeriksa ketajamannya. Agarth terngiang ucapan Meethi, “sumpah pernikahan itu benar, Tuhan melarang, jika kau esok sakit, maka jangan berpikir mami ji tidak merawat mu.”

Nirbhay bersuara, “anakmu akan membalaskan dendam untuk penghinaanmu. Dia berbicara terlalu banyak. Dia bahkan tidak takut berbicara di depanmu. Aku akan menunjukkan hari ini, apa ia akan takut pada seseorang. Dia tidak akan memapu mengucapkan sepatah katapun mulai besok.” Nirbhay kemudian keluar dengan pisau.

Meethi dan Kajri sedang di dapur. Gomti masuk dan meminta Meethi untuk membawakan lampu dari gudang karena cuaca buruk. Lampu bisa mati kapan saja. Meethi mengerjakannya.

Gomti melihat Kajri ingin tau, tapi dia meminta Kajri untuk pergi menutup semua pintu, jendela. Kajri pun buru-buru keluar, Gomti nyengir jahat.

Nirbhay sedang mengasah pisau dengan batu. Kajri melihatnya dari kejauhan, bertanya-tanya, “apa yang dilakukannya sekarang”. Kajri khawatir, tapi menyembunyikannya saat melihat Gomti datang mendekati Nirbhay, berbicara sesuatu, memberi sinyal ke atas. Nirbhay mengangguk. Keduanya menatap lantai atas.

Kajri kembali khawatir begitu menyadari bahwa Meethi telah ke gudang lantai atas untuk mengambil lampu, “apakah suamiku akan menyakitinya, atau bagaimana? Apa yang harus ku lakukan sekarang. Aku tidak memiliki kekuatan untuk menghentikannya. Berharap dia tidak membunuhnya. Apa yang harus ku lakukan sekarang.”

Meethi sudah memasuki gudang. Dia menyalakan lampu agar bisa melihat, agak takut. Nirbhay mengambil sekring. Meethi benar-benar takut, bagaimana ia akan menemukan lampu sekarang. Dia baru pertama kali ke gudang, harus menemukan segera, semua orang di lantai bawah akan duduk tanpa cahaya.

Nirbhay muncul di pintu masuk gudang dengan pisau. Wajah dibawah matanya di tutupi kain.

Akash menatap foto pernikahannya diatas meja, mengambilnya, ucapan Meethi pada Agarth sebelumnya, bergema di kepalanya, “janji pernikahan berarti benar. Jika istri sakit maka tanggung jawabmu merawatnya. Jika terjadi sesuatu denganku, maka aku berani bertaruh bahwa Vishnu akan mengurusku.”

Akash jadi bicara sendiri, “aku bisa merasakan bahwa setiap ucapan Meethi benar. Mengapa semua ucapannya terlihat benar sekarang? Apa yang terjadi padaku? Aku tidak harus berpikir seperti ini. Aku tidak menikahinya karena cinta. Aku menikahinya untuk membalas dendam maiyya. Mengapa aku berpikir semua ini?”

Akash sibuk dengan pikirannya saat Kajri datang dengan berlari ke kamarnya dan memanggil, “adik ipar!”
Akash menaroh foto yang dipegangnya, “mengapa kau terlihat begitu tegang?”
Kajri mengatakan, “Meethi ke gudang di lantai atas untuk mencari lampu. Sekarang lampu padam, pasti dia ketakutan. Aku mau kesana, tapi kakakmu memberiku beberapa pekerjaan hingga aku tidak bisa. Tolong kau yang pergi kesana secepatnya.”
Akash pun mengatakan akan pergi dan melihat kondisi Meethi. Kajri bernafas lega sambil berdoa suaminya tidak melakukan sesuatu yang salah. Meethi bisa tertolong.

Di lantai atas, Nirbhay sudah memasuki gudang. Meethi masih mencari lampu dan terbatuk karena debu. Akash berjalan menuju gudang. Nirbhay menutup pintu gudang dari dalam. Akash masih berjalan, Nirbhay sudah mendekti Meethi. Di luar, badai semakin kencang.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan