Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Pencarian Meethi, Percobaan Pembunuhan & Akash Yang Mulai Merasakan Cinta


Di rumah keluarga Thakur, Damini meminta maaf pada foto Ichcha, “Ibu tau, jiwamu merindukan anak-anakmu. Ibu tidak pernah bisa membawa Yuyraj kesini, tapi asthi Visarjan akan dilakukan oleh Meethi aja. Ini adalah janji ibu padamu.”

Semua yang mendengar, berlinang air mata, hanya Surbhi yang tersenyum tipis.

Jogi bersuara pelan pada Rathore bahwa ini saatnya untuk menemukan Meethi. Rathore meyakinkan Jogi dan berjanji akan membawanya kembali, dimanapun Meethi berada. Mereka pun berjabat tangan.

Kanha masuk ruangan, duduk disamping foto Ichcha, memanggil ibunya itu.
Damini meminta panditji untuk menjaga Kalash asthi. Semua prosesi harus dilaksanakan. Memberitau yang ada, harus tetap ada yang di ruangan, menyalakan diya 4 kali dalam sehari sambil melakukan pooja pagi dan sore. Semua harus berhati-hati untuk tidak melakukan apapun yang mungkin menyakiti jiwa Ichcha atau menghentikannya mencapai keselamatan.

Di Aatishgarh, Maiyya datang ke kamar Meethi, pura-pura baik, “apa yang terjadi menantu? Kau meninggalkan pesta. Semua orang sedang menunggu di bawah. Kembali dan selesaikan tarian, buat kami bahagia.”

Meethi mengatakan bahwa ia tidak bisa melakukannya. Akash heran dengan keberanian yang ditunjukkan Meethi.

Meethi mengatakan bahwa ia tidak ingin menari. Maiyya menanyakan alasannya, apa pergelangan kakinya terkilir atau ada sesuatu. Jangan sampai mengecewakan semua orang. Akash coba mengajak Meethi juga. Meethi menunjukkan wajah tegas.

Akash berusaha menengahi dengan alasan mungkin Meethi lelah, dia akan menyusul. Maiyya melotot pada Akash.

Meethi menegaskan pada Akash yang masih dikiranya Vishnu, “tidak Vishnu, aku tidak lelah, tapi aku tidak mau turun. Ini melawan nilai-nilaiku. Kau tau sendiri, saat ulang tahunku, salah satu tetanggaku meninggal. Anni membatalkan semua perayaan. Saat itu aku begitu marah dan kesal padanya. Tapi Anni menjelaskan bahwa tetangga itu sama dengan seseorang dari rumah mereka sendiri, bahkan sekalipun musuh yang meninggal, tidak boleh ada perayaan apapun. Aku dibesarkan tidak dalam tradisi ini.”

Meethi kemudian mengatupkan kedua tangannya ke arah Maiyya, “apa yang telah ku lakukan oleh kesalahanku. Mohon maafkan aku, aku tidak bisa datang. Aku tidak akan mengambil bagian dalam semua ini.” Ia kemudian keluar ruangan.

Maiyya kemudian berbicara pada Akash bahwa Meethi berbicara banyak, Tidak tau bahwa hatinya penuh dengan kebencian pada Ichcha dan kebencian ini akan membakar putrinya sekarang. Akash dengan enggan hanya bisa mengangguk.

Meethi turun ke ruangan dan berdiri di depan patung Shiwa. Ia melipat tangannya dan berdoaa. Sementara Akash mengawasi dari koridor atas.

Akash terngiang ucapan Meethi yang mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam perayaan semua ini. Akash jadi berpikir, “apa yang terjadi denganku? Maiyya sudah bilang bahwa aku tidak bisa membujuk Meethi. Maiyya sudah bersedih dalam tahun yang panjang dan alasannya Ichcha. Tapi, tidak tahu mengapa, aku merasa bahwa Maiyya salah dan Meethi benar. Aku sudah menjadi yatim dari kecil, dan hari ini Meethi menjadi piatu. Aku kehilangan ayahku dan dia kehilangan ibunya. Lalu apa perlunya untuk membalas dendam sekarang? Aku tidak bisa membedakan siapa yang benar atau salah, Maiyya atau Meethi.”

Akash menarik nafas, masih sibuk dengan pikirannya, “alasan pernikahan ini adalah balas dendam, tapi sekarang tidak ada alasan meninggalkan. Kenapa sekarang? Tapi tidak, aku tidak bisa berubah sekarang. Aku tahu Maiyya tidak pernah bisa salah.” Akash berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia tidak mungkin salah.

Di rumah Thakur, Damini menempatkan Kalash asthi di sebelah tanaman tulsi dan diya di sebelahnya. Surbhi memanggil dari balkon, “semua orang di dalam, mengapa kau disini sendirian? Anda masuk ke dalam dan istirahat, aku akan melakukannya. Aku tidak akan membiarkan diya tertiup angin.” Damini pun mengangguk sedih, kemudian keluar ruangan.

Surbhi bergumam, “diya ini akan selalu menyala”, tapi sambil nyengir berusaha meniupnya, tapi tak behasil. Surbhi berusaha mematikan diya dengan tangannya, tapi tangannya malah terbakar, ia melompat menahan sakit.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

2 respons untuk ‘Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Pencarian Meethi, Percobaan Pembunuhan & Akash Yang Mulai Merasakan Cinta

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.