Uttaran Sinopsis: Episode Setelah Ichcha Meninggal – Pencarian Meethi, Percobaan Pembunuhan & Akash Yang Mulai Merasakan Cinta


Meethi bertanya pada Akash, “apa kau sudah tidur?”
Air mata mengalir disudut mata Akash. Dia bangun setelah menyekanya.
Meethi meminta Akash untuk membantunya mengikat perban pada luka. Dia udah coba, tapi tidak bisa. Mungkin ketika tangan Akash menyentuh lukanya, cederanya akan cepat sembuh. Meethi tersenyum disaat Akash sedang galau dengan perasaannya sendiri.

Meethi meminta Akash menceritakan sesuatu. Ia tau Akash seorang yatim dan Agarth serta Maiyya yang merawat dari kecil. Meethi tidak akan pernah melupakan apa yang telah mereka lakukan untuk Akash. Meethi bahkan bisa memberikan hidupnya untuk mereka.
Akash jadi terkejut, terngiang ucapan maiyya untuk membunuh Meethi.

Meethi terus bicara bahwa bagaimana ia harus menempatkan diri, mereka merayakan kematian seseorang. Meethi tidak suka semua itu. Mereka juga membuat mami ji sakit dan terkunci tanpa makanan. Hari ini ketika Meethi diserang, mereka bilang itu mami yang lakukan. Tapi Meethi berani bertaruh kalau itu bukan Mami. Pasti orang lain.

Meethi bertanya pada Akash, apa Akash pernah memperhatikan cara Agarth (mama) menatap Kadambari (mami). Meethi melihat jelas dimata itu tidak ada cinta. Vishnu datang bergegas begitu mendengar satu teriakan Meethi, menyerang untuk menyelamatkannya.

Meethi terus bicara pada Akash bahwa ia sudah belajar pekerjaan rumah tangga dengan cepat. Telah mengasihi keluarga Akash seperti keluarganya sendiri. Meethi tidak pernah mengeluh tentang apapun. Hari ini, ketika ia diserang, Akash bergegas untuk membantunya,, karena cinta Akash,, karena cinta suami istri,, cinta nyata.

Meethi mengaduh. Akash yang sedang membalut lukanya meminta maaf. Akash menangis sedih melihat Meethi kesakitan.

Meethi mengira Akash sedih karena ia terluka, maka ia terus bicara menghibur kalau dia akan baik-baik saja. Akash taukan kalau Anni (Damini) benar. Ia akan mendapatkan suami yang baik karena karma seseorang. Meethi memegang pipi Akash dan meyakinkan kalau dia akan segera sembuh.

Akash meminta Meethi untuk beristirahan dan membantunya berbaring. Meethi meraih tangan Akash sambil mengatakan ia akan tidur cepat sekarang. Akash juga rebahan dan menatap Meethi yang tidur nyenyak. Ia membelai kepala Meethi, bangkit, kemudian ke balkon.

Akash terngiang semua ucapan Meethi, ‘kau datang bergegas untuk membantuku setelah mendengar satu teriakan. Kau tahu Anni benar. Seseorang mendapat suami yang baik karena karma seseorang.” Akash membalikkan badannya, menatap Meethi yang tertidur. Akash menyeka air matanya yang keluar.

Di rumah Thakur, Damini sedang memegang bunga putih, Divya mengatur semua hal disamping foto Ichcha. Damini tau Ichcha menyukai bunga putih, tapi tidak pernah terpikir akan seperti ini. Divya mengambil bunga dari tangan Damini, menaroh dalam vas di samping foto Ichcha.

Jogi turun, Divya menghampirinya sambil bertanya mau kemana. Jogi mengatakan kalau ia ada pekerjaan penting dengan Rathore. Ia akan kembali sekitar pukul 1.
Jogi bertanya apa Divya akan pergi untuk bertemu Tapasya. Kalau ia Divya harus mengurus sendiri. Divya mengangguk.

Damini menanyakan tentang pandit ji. Jogi memberitau bahwa pandit ji akan datang bersama mereka. Jogi kemudian melihat foto Ichcha, berbalik dan pergi.

Mukhta menelpon untuk berhenti karena Jogi melupakan dompetnya. Mukhta meminta ia akan ikut. Jogi mengatakan agar Mukhta tetap di rumah untuk mengurus semua orang. Mukhta mengangguk setuju dan meminta kakeknya itu kembali di siang hari, karena hari ketiga belas hari pooja harus dilakukan.

Jogi sedih, “Meethi bahkan tidak tahu ibunya telah meninggal. Rathore memberitau bahwa dia ada di suatu tempat di Uttar Pradesh. Sekarang kebenaran Vishnu akan terbongkar. Aku akan pergi sekarang.”

Mukhta memeluk kakeknya, “aku percya penuh bahwa kakek akan membawa Meethi kembali. Aku berharap yang terbaik.”
Jogi meyakinkan Mukhta, “kakek berharap mendengarkanmu, maka kita tidak akan melihat hari tidak beruntung ini. Kakek harus pergi sekarang. Kau jaga diri, Damini dan nenekmu.” Mukhta mengangguk. Jogi keluar.

Di Aatishgarh, Akash ke dapur untuk menemui Kajri yang sedang kerja. Dia minta penjelasan kenapa Kajri memberitaunya kemaren. Apa Kajri tau kalau hidup Meethi dalam bahaya?

Kajri mengatakan tidak tahu. Ia hanya melihat sesuatu jadi berpikir hidup Meethi dalam bahaya.

Akash menunduk, “kau tau apa yang kau lakukan? Kau berdiri melawan kakak Nirbhay, maiyya. Apa kau tidak takut?”

Kajri mengatakan dia memiliki kepercayaan pada diri Akash, bahwa Akash tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Meethi. Akash menatap Kajri heran.
Kajri menambahkan kalau Akash tidak menyebutkan namanya. Mengapa?
Akash tak menjawab. Kajri tersenyum.

Kajri memberi Akash kadha untuk Meethi, “ini akan mengurangi rasa sakit dan lukanya akan sembuh. Bolehkah aku memberitaumu satu hal? Aku melihat cinta sejati mu untuk istri mu, itu adalah bagaimana aku mendapat keberanian untuk memberitaumu. Hari itu bagaimana kau mencegah massi yang memaksa Meethi memakan Prashad bali. Karena aku melihat kau begitu mengkhawatirkan Meethi, sangat banyak,, dan sangat mencintainya.”

Episode detail Uttaran berikutnya. Inspektur polisi menunjukkan foto pernikahan ‘Vishnu’ dan Meethi pada orang cyber. Orang itu mengenali Vishnu. Polisi menamparnya agar memberi informasi lengkap. Orang itu kemudian mengatakan ada 4 desa di daerahnya ini, Shaktigarh, Vridagarh, satu lagi dan Aatishgarh. Rathore mengatakan ke polisi untuk mencari di tiga desa lainnya. Ia dan Jogi akan pergi ke Aatishgarh.

Iklan