Serial Bollywood

Uttaran: Episode Ichcha Meraih Haknya di Keluarga – Keinginan Mukhta Mengembalikan Kehormatan Ichcha, Pulihnya Ingatan Veer. Kemunculan Tapasya & Pernikahannya Dengan Tej


Nani menjelaskan bahwa Mukhta akan menjadi saingannya Gunwanti setelah menikahi Tej, kemudian apapun yang diinginkan Mukhta akan terjadi. Saat Mukhta menjadi menantu di rumah itu, ia dapat menantang Gunwanti dalam tariannya. Mata Mukhta berkaca-kaca.

Nani terus bicara bahwa Mukhta akan mendapatkan hak Ichcha kembali. Bisa kembali masuk ke rumah Bundela dan mendapatkan kehormatan dan martabatnya.
Tej hanya jadi pendengar.

Mukhta bersuara, “kau ingin aku menikah dengannya? Orangtua ini? Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu? Bagaimana kau bisa menemukan cara ini untuk membahagiakan Ichcha Ma?”

Nani menjelaskan bahwa itu satu-satunya jalan yang ia lihat. paling lurus dan yang terpendek. Kebahagiaan mu adalah kebahagiaan Ichcha dan bagiku tidak ada yang lebih membahagiakan daripada kebahagiaanmu. Apa yang selama ini kau usahakan, bisa kau dapatkan dalam satu hari setelah menikahi Tej. Aku menunjukkan jalan ini setelah berpikir cukup lama. Kau mengikutinya, itu keputusanmu. Aku takkan mengambil keputusan dalam hidupmu tanpa seizinmu. Kau tidak perlu terburu-buru. Ichcha telah menghabiskan 18 tahun kehidupannya jauh dari rumah, itu bisa bertambah jadi 2-3 tahun lagi. Pulang dan berpikirlah dengan benar. Gunakan waktu. Apapun keputusan yang kau ambil, akan menjadi keputusan yang tepat. Pulanglah ke rumah.

Mukhta pun meninggalkan restoran.

Tej bangkit dan mendatangi Nani. Ia marah, “apa yang kau lakukan? Aku hampir menangkap burung ku, dan kau membiarkannya pergi?”

Nani nyahut, “dia bukan burung, tapi kupu-kupu lembut. Jika kau memegang terlalu keras, sayapnya akan patah. Biarkan dia terbang ke sana kemari, maka ia akan datang dan hinggap dibahumu. Kemudian kau baru meletakkannya ditelapak tangan dengan cinta.”

Tej berteriak marah kalo dia tidak punya banyak waktu.
Semua orang di restoran berdiri dan menatap kearah Nani dan Tej. Tej menyruh pengunjung mengurus urusannya masing-masing.

Nani mengatakan pada Tej bahwa yang mereka rencanakan pernikahan, bukan permainan anak-anak. Nani punya keyakinan bahwa Mukhta akan kembali. Tej keluar dengan marah.

Nani pun terbayang saat Mukhta memintanya meminta maaf pada Ichcha, baru ia bisa tinggal kembali di rumah. Ia membathin, “aku berharap kau tidak akan menghinaku. Aku tidak punya apa-apa lagi selain kebanggaanku. Kau tidak harus menyakiti harga diriku!”

Di kuil, Vishnu melihat Meethi sedang berdoa. Ia pun duduk disamping Meethi. Kuil mulai ditutup. Vishnu bersuara bahwa saatnya Meethi pulang untuk istirahat di rumah. Meethi tetap memejamkan matanya. Vishnu menaroh kelapa yang dibawanya di lantai. Meethi membuka mata. Dia menawarkan pada Meethi, awalnya di tolak. Setelah Vishnu menegaskan, Meethi pun mengambilnya.

Meethi pun bertanya apa Vishnu benar-benar tinggal di kuil. Vishnu meyakinkan kalau kuil itu adalah rumahnya. Meethi bertanya tentang anggota keluarga. Vishnu menjawab bahwa ia tidak punya, ayahnya meninggal dalam kecelakaan tragis saat ia berumur 8 tahun. Ibunya tak bisa melupakan trauma itu.

‘Vishnu’ kemudian mengalihkan pembicaraan kemana ia akan mengantarkan Meethi, rumah atau kampus sambil mengulurkan tangan. Meethi mengabaikannya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

Tinggalkan Tanda Kehadiran Mu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.