Uttaran: Episode Ichcha Meraih Haknya di Keluarga – Keinginan Mukhta Mengembalikan Kehormatan Ichcha, Pulihnya Ingatan Veer. Kemunculan Tapasya & Pernikahannya Dengan Tej


Tej bergumam, “bukti apa yang dia maksud?”. Tej melihat kesekeliling kamar Chanda, melihat kamera, mengambilnya dan memutarnya, melihat rekaman video saat ia membunuh Daddaji.
Tej bergumam, “dia memang pintar, bahkan melebihi ku”. Tej mengeluarkan kaset dari kamera. Kemudian ngomong ke Chanda yang pingsan bahwa bukti sudah lenyap penyihir. Tej memasukkan Chanda ke dalam tas besar.

Paginya, Gunwanti memanggil Chanda. Amla yang nyahut, jika dia di rumah, maka dia akan mendengar. Aku juga mencarinya. Gunwanti menduga apa Chanda ke kuil.

Tej muncul dan mengatakan kalau Chanda telah pergi ke suatu tempat. Amla agak sedikit heran, kok Chanda pergi sendiri. Tej meyakinkan karena dia sendiri yang mengantarkan ke bandara dan mengantar sampai pesawat. Amla makin herna Chanda pergi dengan pesawat. Tej mengiyakan.

Amla ngomel betapa beruntungnya Chanda. Saat sama-sama melihat pesawat yang terbang melintasi rumah, Chanda dulu berjanji jika salah satu mereka pergi naik pesawat, maka akan mengajak yang lainnya. Sekarang Chanda pergi sendiri. Gunwanti melotot ke Amla. Amla tetap ngedumel ia ditinggalkan sendirian.

Tej menghibur Amla kalau ia juga akan memberikan tiket untuknya, tersenyum kemudian keluar. Amla memuji Tej yang begitu baik. Gunwanti mengingatkan Amla untuk berhenti ngoceh, bantu ia bersiap karena harus pergi ke rumah sakit. Amla keluar.

Gunwanti bergumam, beraninya Chanda tanpa ijinnya. kalau kembali ia akan memberikan pelajaran.

Ponsel Mukhta berbunyi, dari Tej Singh yang mengucapkan selamat pagi dream girl. Mukhta protes untuk tidak menelponnya, apapun yang akan dikatakan, sampaikan saja ke Nani.

Tej mengatakan bahwa yang akan ia nikahi Mukhta, ngapain berurusan dengan Nani. Tej memberi tau Mukhta untuk mengambil gaun pengantin dan bersiap-siap. Mukhta heran, bukannya masih ada beberapa hari lagi. Tej bilang bahwa tidak waktu lagi, hari ini, muhoorat adanya untuk hari ini.

Mukhta sangat terkejut.
Tej memberitau agar datang ke Durga Mandir dengan Mataji jam 8 malam.
Amla muncul dan melihat Tej berbicara di telpon, “bye. Aku harus pergi dan menyiapkan ruangan pernikahan”. Tej bergumam, “dia tidak membalas bye karena dia pemalu”.
Amla yang menguping berpikir bahwa ada sesuatu yang ga benar, ia harus memberitau Mai/Gunwanti.

Mukhta berpikir semakin cepat pernikahan semakin baik. Ia berharap ia tetap kuat.

Di kamarnya, Tej sedang memegang mangal-sutra sambil bernyanyi.
Umed, Gunwanti, Kasa dan Amla mendatangi kamar Tej. Umed bertanya untuk apa yang ditangan Tej itu.
Gunwanti memberondong Tej dengan mengatakan bahwa ia mendengar Tej akan menikah hari ini.

Tej menjwab tenang, “ya. Apa kalian lupa wasiat Daddaji? Jika aku menikah, aku akan mendapatkan setengah properti Bundela. Aku sudah menghabiskan setengah hidupku dengan melajang. Sekarang aku akan memiliki pendamping hidup jika kau memberkati. Apa Gunwanti apa marah padanya.

Tej terus ngoceh bahwa Gunwanti marah karena mantu satunya lagi datang, maka setengah dari hak rumah ini akan ada ditangannya. Apa Gunwanti cemburu karena itu?

Umed mengingatkan Tej untuk tidak membawa gadis bar sebagai menantu di rumah.
Tej menunjukkan sikap herap atas ucapan Umed, “apa yang kau katakan, kakak. Dia berasala dari sebuah rumah besar, pintar dan berpendidikan, dan dia dari keluarga terhormat seperti kita.”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan