Uttaran: Episode Ichcha Meraih Haknya di Keluarga – Keinginan Mukhta Mengembalikan Kehormatan Ichcha, Pulihnya Ingatan Veer. Kemunculan Tapasya & Pernikahannya Dengan Tej


Rathore menjelaskan, “untuk pertama kalinya putriku bertanya sesuatu. Jika itu dalam kendaliku, aku akan memberikan segalanya, bahkan hidupku. Tapi situasi ini lebih rumit dari apa yang terlihat. Saat aku kembali, aku menemuinya. Cara dia berbicara tentang dirinya, aku mengerti. Tidak ada yang suka dia, semua orang membenci dirinya. Siapa yang akan mendapat dukungan disana? Orang yang merupakan tulang punggungnya tidak mengenalinya saat ini. Orang-orang tidak akan membiarkannya bernapas di dalam rumah itu. Untuk masuk ICU, aku ada disana, tapi siapa yang akan ada di rumah itu untuk dia? Veer sudah menikah lagi dengan seseorang tidak tau dan tidak bersalah. Kita tidak bisa melakukan ketidak adilan padanya, itu bukan salahnya. Sejauh yang ku tau, Ichchaji tidak akan membiarkan ketidakadilan terjadi pada wanita,, itulah sebabnya ia berkompromi dengan situasi. Jika di rumah itu ada satu orang yang bisa berdiri disampingnya dan memperjuangkan hak-haknya, maka aku sendiri yang akan pergi dan mendapatkan hak-haknya kembali. Aku janji. Tapi disana tidak ada satupun.”

Mukhta masih belum menyerah agar Rathore membantu, “tapi Papa, harus ada solusinya.”
Rathore memberitau Mukhta, “aku juga punya pemikiran seperti itu, tapi tidak ada solusinya. Tidak ada yang memiliki solusinya.”

Mukhta tidak membantah lagi, ia mengakui apa yang dikatakan Pa Rathore adalah kebenaran. Semua orang di keluarga itu membenci Ichcha Maa, sementara tidak ada kenangan dalam pikiran Paman Veer untuk Ichcha Maa. Selama 18 tahun ia menjauh dari suaminya. sekarang dia ingin bersama suaminya, tidak bolehkah dia?

Di kamarnya, Ichcha juga mengungkapkan keinginannya bersama Veer pada Damini. Tapi semakin ia memikirkannya, ia malah jadi bertanya dalam hati sambil melihat bekas luka ditangannya, dan ingat bagaimana mendapatkan bekas luka itu. Hingga hari ini nasib masih mempermainkanku.

Di taman, Mukhta juga mengatakan pada Rathore bahwa nasib telah mempermainkan Ichcha Maa. Tapi tidak bisakah kita memperbaiki nasib yang seperti itu. Selama hidupnya ia menyembunyikan identitas dari suami dan anak-anaknya, mencari kebahagiaan dalam kebahagiaan orang lain.

Mukhta bertanya pada Rathore apakah dia tidak ingin melihat Ichcha Maa tersenyum beberapa detik, mendapatkan sedikit kebahagiaan dalam hidup. Ayolah Papa, apa kau tidak ingin memperjuangkan untuknya agar ia mendapatkan kebahagiaannya kembali.

Di kamar, Damini juga memberitau Ichcha bahwa ia memiliki hak atas kebahagiaan istri dari suaminya.
Ichcha jadi mempertanyakan hak yang dimaksud Damini, “aku putrimu, jangan mencoba untuk menghiburku, katakan yang sebenarnya. Apa Ma pikir aku akan mendapatkan persahabatan dan cinta Veer dalam hidup ini?” Damini hanya menangis.

Di taman, Mukhta mengatakan pada Rathore, apakah mereka akan membiarkan Ichcha Maa harus tetap sebagai teacher ji dalam kehidupan Paman veer. Mukhta meminta papanya berpikir, jika ibunya datang dan berdiri di depan Rathore hari ini, apa yang akan dirasakan oleh papanya itu.

Rathore berdiri dan berkata bahwa teka teki kehidupan selalu membuatnya bingung. Teka teki itu tidak pernah terpecahkan. Aku masih akan mencoba mencari jawaban dari semua pertanyaan ini. Rathore kemudian mencium jidat Mukhta, berpesan agar menjaga diri. Kemudian meninggalkannya.

Mukhta bicara pada dirinya sendiri, “orang tidak mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan dalam hidup mereka. Tapi aku akan mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan dalam hidup Ichcha Ma. Aku tidak akan mengakui kekalahan di depan nasib. Takkan pernah!”

Mukhta masuk ke dalam. Nani yang mengawasi dari jendela jadi bertanya-tanya kemana perginya Mukhta dan Rathore.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan