Ichcha meyakinkan Rathore ia tidak pilih kasih terhadap anak-anaknya, “tidak ada Tuan Rathore, tidak ada perbedaan antara Meethi dan Mukhta bagiku. Tapi, setiap kali aku mendengar kata janji, aku merasa takut.” Ichcha ingat saat ia berjanji pada ibunya, waktu masih kanak-kanak bahwa dia tidak akan menyakiti Tapasya. Dia harus membayarnya dengan harga yang sangat tinggi.

Rathore coba memahami Ichcha, “jika terlalu sulit bagimu, aku tidak memintamu untuk berjanji. Aku harus pergi sekarang.

Ichcha tetaplah Ichcha yang tak tega, “Meethi dan Muhkta keduanya sama bagiku. Hari ini di candi ini, dengan Bhagwan sebagai saksiku, sebagai seorang ibu berjanji akan melindungi Mukhta selalu. Aku akan menjaganya dan bersamanya disetiap langkah.”

Rathore meraih tangan Ichcha. Ichcha melanjutkan ucapannya, “ini adalah janji seorang ibu pada anda”. Rathore tersenyum.

Di rumah keluarga Bundela, Yuvraj sedang bermain video game dikamarnya. Ia masih terbayang tamparan Mukhta saat dipesta dansa. Ia bergumam, “malulah kau Yuvi, kau dikalahkan oleh seorang gadis. Begitu banyak hari dan malam, kau tidak bisa membalas dendammu.”

Yuvraj tidak fokus pada permainannya, ia jdi kesal, ya pada Mukhta, ya pada kekalahan permainan gamenya. Tej masuk dan minta tolong Yuvraj untuk memasangkan dasi. Yuvraj males-malesan, “Dadu-Chacha,tolong. Aku sedang tidak mood”
Tej heran melihat ‘cucu’nya itu, “kau punya masalah apa?” Tej pun manganalisa kondisi Yuvraj, begitu banyak kemarahan di usia muda hanya karena dua alasan. Pertama, karena kantong kosong. Tej pun memberi Yuvi uang, tapi Yuvi menolaknya. Tej pun melanjutkan analisanya, alasan kedua, seorang gadis.

Yuvraj ga berminat, ia bangkit dan mau meninggalkan Tej. Tej coba menghentikan langkah Yuvraj, “apakah yang menyakitimu seorang gadis? Tidak bisakah gadis itu kau kendalikan?” Tej pun memberi ‘petuah’, “ketika seorang gadis mengepakkan sayapnya, sama dengan menempatkan tali dilehernya. Jika dia tidak mau dengan cara sopan, serang dengan kekuatan. Hancurkan, buat dia berlutut dan begitu buruk dihadapanmu, buat dia tidak bisa ngoceh lagi selama sisa hidupnya. Apa kau paham?”

Tej kemudian memberi Yuvraj uang dan memintanya untuk menunjukkan kekuatan darah Bundela yang mengalir di tubuhnya.

Di kediaman Rathore, ia sedang memikirkan masa lalu. Terbayang saat bermain dengan Mukhta saat masih bayi, kemudian terkenang setelah besar malah mengucapkan kata-kata tak pantas tentang Ichcha.

Rathore bangkit menuju laci, membukanya dan mengambil sebuah foto berbingkai, agak ragu. Ternyata itu foto Tapasya. Rathore terbayang kebersamaannya dengan Tapasya, ia menaroh bingkai foto di meja.

Rathore bicara dengan foto Tapasya, “bagaimana kabarmu? Aku baik-baik saja. Aku menemukan putrimu, bisakah kau berhenti menjauh sekarang? Bisakah kau berhenti lari dari masa lalu sekarang! Kita berdua lari dari masa lalu masing-masing. Kau pergi untuk alasan yang kau anggap benar? Sekarang lihat apa yang terjadi?! Masa lalu telah kembali. Nanimu membawanya kembali dalam bentuk putrimu. Apa yang dia lakukan padamu, dia melakukan hal yang sama pada putrimu. Dia membutuhkan ibunya, kembalilah. Dia tidak mendengarkanku. Dia persis dirimu. Harap membuatnya mengerti!”

Mukhta masih terus memikirkan ucapan Rathore tentang Ichcha yang menyelamatkannya. Kemudian sekelabat penjelasan Nani yang bertentangan. Mukhta jadi stress, dia menutup kupingnya, “aku terngiang terus ucapan papa lagi dan lagi. Mengapa dia berbohong padaku? Apakah aku sudah berada di jalan yang salah secara tidak sadar?”

Panggilan Yuvraj masuk diponsel Mukhta. Terdengar suara Yuvraj, “kau tidak menjawab panggilanku lagi?” Mukhta beralasan, “tidak begitu Yuvi, aku sangat marah. Aku tidak tau ke siapa harus pergi, ke siapa mengajukan pertanyaan untuk mendapatkan jawaban yang benar.”

Yuvraj seakan bersimpati pada Mukhta, “aku memahami semua itu, datanglah ke Casino Club, kami akan melakukan pesta, sangat menyenangkan, kau akan ceria. Aku melakukannya hanya untuk membuat senang suasana hatimu, aku tidak bisa memaksa. Kau bisa datang hari ini, besok, kapan ada kesempatan.”

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :