Di sekitar rumah Aman yang terkunci, Kanha coba memberi penjelasan pada Meethi, “kau telah kebohongan dalam sebuah kebenaran. Mayya tidak mengatakan yang sebenarnya karena,,”

Meethi langsung memotong, “karena apa? Katakan padaku karena apa? Karena kau tidak mengenalnya dengan baik! Wanita itu bertemu dengan ayahku diam-diam dibelakangku, tapi tidak bisa menceritakan siapa ayahku!”

Kanha coba menegur Meethi, “seseorang telah menyebabkan kau berpikir salah begini.” Meethi membela diri, “aku tidak dihasut oleh siapapun.”

Dipabrik tua, Rathore menjawab tuduhan Nani, “kaulah yang menghasutnya. Kau sungguh menakjubkan, kau memecahkan rekor sebelumnya yang telah kau buat. Apa kau tidak melihat apa yang teerjadi pada Tapasya? Bagaimana kami hidup saat ini? Dan kau melakukan hal yang sama pada gadis ini sekarang?”

Nani berusaha mempengaruhi Mukhta lagi, “dia berbohong padamu Mukhta.”

Rathore sangat marah melihat sikap Nani, “berbohong itu adalah kebiasaanmu”.

Rathore kemudian menatap Mukhta, “aku sangat kecewa denganmu. Kau mendengarkan dia, berjalan dijalan yang dia tunjukkan untukmu? Apa kau tidak mendengarkan nuranimu tentang benar dan salah dihatimu? Ini adalah pekerjaannya, menghasut orang, menabur benih kebencian dihati orang-orang.”.

Mukhta mulai bingung.

Nani tetap percaya diri kalau hasutannya pada Mukhta takkan mudah dipengaruhi Rathore, “dia tau betapa aku mencintainya, dia hanya percaya padaku.”

Rathore meminta Nani untuk diam, “aku sedang berbicara dengan putriku. Setidaknya kau memiliki rasa malu pada usiamu. Berapa banyak lagi kau merendahkan diri?”

Rathore kemudian meneruskan bicaranya pada Mukhta, “dia memanfaatkanmu. Dia benci Ichchaji, dan itu tugasnya untuk menjaga kebencian itu tetap hidup.”

Nani nyahut, “ya! aku benci wanita itu. Karena jika Ichcha tidak datang dalam kehidupan Tapasya. Tapasya tidak akan menghadapi badai dalam hidupnya. Tidak harus tinggal jauh dari orang yang dicintainya. Hanya aku yang selalu menyuarakan ketidakadilan yang terjadi padanya. Apa itu sebuah kesalahan yang kuperbuat?”

Rathore menjawab tegas, “aku memperingatkanmu! Menganggap ini peringatan pertama dan terakhirku padamu. Apapun yang kau lakukan sampai hari ini, aku tidak akan merincinya. Tapi yang pasti, kaulah yang membuat Tapasya tersesat. Jika kau mengulangi kesalahan yang sama pada putriku, maka kau menunggu dan melihat apa yang akan kulakukan padamu.”

Nani tetap dengan pendiriannya, “Tapasya tidak disesatkan. Aku tidak menyesatkan dirinya. Apa yang kau ketahui tentang Tapasya?”.

Nani kemudian menoleh ke Mukhta, “jangan dengarkan dia sayang. Jika dia mengerti Tapasya, dia tidak akan meninggalkan rumahnya seperti ini. Aku akan memberitau tentang ibumu. Mukhta, ibumu tidak salah sayang, yang salah Ichcha. Mengapa dia memiliki kemarahan dalam hatinya sepanjang waktu? Dia bahkan tidak bisa membayangkan, karen ia hany datang dalam kehidupan Tapasya selama beberapa tahun.”

Rathore tidak mau putrinya terpengaruh Nani, “kau dan ayah terikat, hingga kau mendengarkan semua ini”

Nani menyombongkan dirinya, “apa yang aku tau, tidak ada yang tau. Karena, tidak ada yang bisa tau Tapasya lebih dariku. Ibumu mencintai semua orang, bahkan Ichcha. Dan apa yang ia dapatkan sebagai imbalan? Hanya rasa sakit! Tanyakan padanya, mengapa ia meninggalkan segalanya dan pergi? Selama bertahun-tahun, pernahkah sekali mencari tau apakah kau masih hidup atau tidak? Apakah dia pernah menelpon kakekmu dan bertanya tentangmu? Apakah dia tetap tenang terhadap apa yang telah dia ambil dari kehidupan.”

Nani semakin memainkan sandiwaranya di depan Mukhta, melukiskan Tapasya sebagai sosok suci. Rathore hanya mendengarkan. Nani pun mengangkat telunjuknya pada Rathore, mengatakan ayah yang tak bertanggung jawab, bahkan kembali hanya untuk Ichcha. Nani semakin menjadi bicaranya, mulut Ichcha dan yang ada dibelakangnya telah membeli rumah Jogi dan merasa hidup sebagai orang terhormat, Mukhta hidup dari belas kasihan mereka.

Mukhta semakin bingung, ia terjebak antara informasi Nani dan Rathore. Dia pun beranjak meninggalkan Nani dengan wajah kurang suka. Rathore kembali memperingatkan Nani untuk tidak meracuni Mukhta.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :