Rathore menambahkan penjelasannya, “ketika seseorang melihat kalian, mereka tidak bisa mengatakan bahwa kau tidak putrinya sendiri. Kau berada tepat didepan mataku, tapi aku selalu berpikir kau putrinya. Kebenaran adalah bahwa kemarahanmu tidak beralasan. Seseorang telah menghasutmu dan kau mencoba menjauhkan anak Ichchaji darinya?”

Di rumah, Ichcha menangis dan mengatakan pada Damini, “Ammo, aku selalu berpikir anakku mungkin pergi jauh dariku, dan sekarang dia memang jauh dariku. Dulu, aku berpikir dia akan membenciku, dan sekarang dia melakukannya, membenciku dari lubuk hatinya. Apa yang kita peroleh dengan menyembunyikan kebenaran?”

Damini coba menenangkan Ichcha, “apapun yang kita pikir tidak terjadi, kenyataannya sama sekali berbeda.”

Ichcha ingin membuat keputusan, “sekarang kita tidak perlu berpikir, kita harus menemui Meethi dan menceritakan semua kebenaran, seluruhnya.”

Damini mengingatkan Ichcha, “apa yang kau katakan? Apakah kau tidak tau keluarga mereka? Apa yang mereka lakukan pada Yuvi, mereka akan melakukan hal yang sama pada Meethi. Mereka hanya akan berbohong tentang kalian berdua. Kau kan tau benar gimana Gunwanti? Gimana penilainannya padamu?”

Ichcha terlihat semakin lelah, “aku tidak ingin berpikir apa-apa. Dia tidak akan bersamaku, tapi setidaknya dia akan tinggal di rumah itu, hidup bebas dan menikmati hidupnya, bahagia. Aku tau Veer sangat baik. Dia akan menenangkan hatinya dalam dua hari ini. Ammo tidak melihat bagaimana dia pergi hari ini? Hari ini hidupnya diselamatkan oleh Tuan Rathore, kebetulan ini tidak terjadi setiap hari. Dia mempercayai orang yang mengirimnya SMS. Jika dia melakukan sesuatu yang buruk karena pesan tersebut, aku akan terus menyesali mengapa kita tidak mengatakan yang sebenarnya ketika kita punya waktu.”

Damini jadi cemas membayangkan kemungkinan ucapan Ichcha, “kau benar. Aku setuju denganmu, kita akan memberitau Meethi seluruh kebenaran. Apapun yang kau inginkan, kita akan melakukannya.”

Di lokasi pabrik tua, Rathore masih bicara pada Mukhta, “harusnya kau bertanya kebaikannya, bukan meletakkan racun dalam hidupnya. Sangat menyedihkan kau tidak memahami arti kata ibu. Apa tidak ada yang memberitaumu?”

Mukhta meradang mendengar kebenaran versi Rathore, “itu tidak mungkin. Kau bohong! Ibuku tidak akan tega seperti itu. Ichchaji sudah mengatakan semua kebohongan ini padamu.”

Rathore mulai tidak sabar, dia menaikkan nada suaranya, “cukup! Kau tidak akan berbicara seperti itu padaku, aku ayahmu, bukan anak kecil. Tidak ada satupun yang menghasutku, aku tidak berbohong padamu. Kau putriku. Akankah kau ceritakan bagaimana ibumu? Tidak ada orang didunia ini yang tau ibumu lebih baik dariku! Sebelum pernikahan kami, aku hanya mendengarkan dia ‘hallo’ di telpon. Aku digunakan tempat curhat apa yang terjadi dengannya! Dan sekarang kau memberitauku? Siapa yang memberitaumu cerita itu?”

Rathore menatap Mukhta dengan tatap curiga, “siapa yang mengatakan kebohongan itu padamu?”. Mukhta cuek aja.

Rathore bersuara lagi, “aku tidak suka mengulang pertanyaan Mukhta, siapa yang mengatakan semua ini padamu?”

Mukhta nyahut, “aku tidak akan memberitaumu.”

Rathore heran dengan respon Mukhta, “apa yang kau pikirkan? Jika aku bertanya padamu, berarti aku tidak bisa mengetahui mereka? Saya dengan sangat mudah bisa mengetahuinya, dan aku akan datang memberikan hukuman.”

Mukhta tetap membela orang yang sudah memberinya informasi, “dia bukan pembohong! Dia yang paling mencintai ibuku, bukan anda.”

Rathore menebak langsung, “Naniji. Aku seharusnya telah mengetahui. Seharusnya aku mengerti, permainan ini telah dimainkan sebelumnya. Dia menghancurkan ibumu, dan sekarang dia memainkan permainan yang sama terhadapmu.”

Nani memunculkan diri, “kau berbohong!”. Rathore dan Mukhta sama-sama terkejut dengan kemunculan Nani yang tiba-tiba.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :