Untaian Kata Bagi Yang Sedang Memendam Rasa Rindu & Cinta Terlarang


Aku begitu sangat merindukan kehadiranmu saat ini,
Ingin menatapmu, menyelam dikedalaman mata teduhmu.
Ingin bersandar dibahumu dan dada bidangmu,
Ingin merasakan kehangatan yang menjalari tubuhku saat tangan kekarmu mengusap lembut kepalaku.

Aku juga tau,, kau menginginkan hal yang sama. Kebersamaan kita.

Tapi,,,
Kita sama-sama tersadar, bahwa hal itu takkan mungkin terjadi lagi. Terlarang bagi kita. Rasa rindu itu cukup membuncah di dada saja.
Kita, aku dan kamu,, ada dijalan terpisah. Dekat, tapi tak bisa saling bergandengan.
Karena, tangan masing-masing dari kita sudah ada yang memegangnya.

Dulu, kita terlalu takut untuk memastikan langkah berikutnya. Menentang rancangan masa depan yang dipersiapkan orangtua masing-masing.

Saat itu, kita tak berani ambil resiko seandainya kita gagal dalam langkah penyatuan itu. Tidak hanya akan menyakiti hati kita berdua, hati-hati lain yang sudah mengalah juga akan tersakiti.
Kita memilih menyerah pada nasib, dengan mengatasnamakan takdir.

Untaian Kata Memendam Rasa & Rindu Terlarang

Rasa rindu & Cinta yang sudah terlarang itu, cukup angin yang mengantarkannya sambil mengarak awan dilangit. Mungkin kau akan tersenyum menatap jingga di setiap sore ❤

Tapi,, cinta yang katanya hadir dengan seiring kebersamaan, tak juga menyentuh hati. Rasa cerita cinta kita tak pernah usai. Ikatan cinta itu begitu kuat membelenggu jiwa. Tak bisa tergantikan oleh cerita baru yang datang dalam kehidupan.

Apalagi semenjak adanya media sosial,,
Kita, tanpa banyak bertanya dan bicara, saling tau. Kita tak bahagia dengan apa yang sedang dijalani. Kita bertahan hanya untuk membuat keluarga tersenyum. Itu sudah cukup.

Bagaimana dengan kebahagiaan kita?
Kita tak berani lagi bertanya pada diri sendiri, takut mendengar rintihannya.
Kita mencoba memahami dan mencintai pasangan masing-masing, tapi tetap ada ruang yang tak bisa mereka isi. Kita hanya bisa menarik nafas, cinta tak bisa dipaksakan.

Ada apa dengan kita?
Apa kita akan menjemput kebahagiaan kita berdua?
Apa sekarang kita berani ambil resiko, mengorbankan kebahagiaan orang-orang disekeliling kita?
Kita takkan seegois dan senekad itu.

Kita adalah dua orang yang rela kebahagiaannya terenggut, demi melihat senyum kebahagiaan diwajah banyak orang yang menyayangi. Bahkan kita tak memberi kesempatan pada mereka, untuk mengetahui apa sesungguhnya yang telah kita korbankan untuk kebahagiaan mereka.

Kita berdua sudah cukup merasa bahagia bisa saling menatap dan melihat dari kejauhan. Dalam diam, hanya mata yang bicara. Itu sudah kekuatan baru bagi kita untuk melanjutkan langkah.

Do’a untuk kekuatan masing-masing dari kita akan terus bersenandung di dada.
Kita bersyukur, kita bisa menahan diri dengan benteng dogma dan keyakinan. Kita tidak melampiaskan rindu terlarang itu.

Kita membuat rasa itu tetap indah dalam kerinduan, dilandasi keikhlasan mengikuti jalan nasib, hingga kita tak lagi kecewa karena kenyataan tak sesuai harapan.
Kita percaya bahwa ada campur tangan tak terlihat yang memang sudah mengatur jalan hidup kita, bukan hanya orangtua kita. Kita menghormati rasa rindu dan cinta kita, yang hanya diketahui oleh kita dan Pemilik Cinta itu sendiri.

Iklan

One response to “Untaian Kata Bagi Yang Sedang Memendam Rasa Rindu & Cinta Terlarang

  1. Ping-balik: Kata-Kata Penghibur Untuk Seorang Pengagum Dalam Diam | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s