Pernikahan Tapasya-Rathore juga berjalan wajar karena sebeumnya Rathore sudah meminta Tapasya untuk berjanji agar tidak melihat ke masa lalu lagi. Tapasya akhirnya tau kondisi kesehatannya, ia sudah tidak bisa hamil lagi.

Tapasta Rathore Sangat Menginginkan Anak

Ichcha yang memang berhati lembut dan tulus untuk kebahagiaan Tapasya, menawarkan agar Mukta dirawat oleh Tapasya. Tapi, Tapasya maupun Ichcha yang tidak mengetahui bahwa bayi Mukta yang ditemukan Ichcha-Damini dan kemudian dirawat, adalah benar-benar anak Tapasya-Rathore. Tapasya gengsi, ia menolak tawaran dari Ichcha

Ichcha akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki. Semua anggota keluarga Bundela sangat berbahagia. Apa yang selama ini mereka harapkan, keturunan Bundela selanjutnya, akhirnya hadir juga ditengah-tengah keluarga besar mereka.

Nani yang tidak mau melihat kebahagiaan Ichcha, bekerjasama dengan Pushkar, mereka menculik bayi Ichcha dengan cara menyuap seorang perawat. Si perawat kemudian memberi laporan pada keluarga Bundela bahwa bayi Ichcha tersedak, sesak nafas, dan tak tertolong.

Tentu saja berita kematian bayinya membuat Ichcha dan Veer sangat berduka.

Saat Pushkar mau meninggalkan bayi Ichcha-Veer disuatu tempat, ia kepergok oleh Rathore-Tapasya. Pushkar tentu saja tidak memberitaukan bayi siapa yang akan ia ‘buang’ itu.

Rathore-Tapasya yang sangat menginginkan seorang anak dalam pernikahan mereka, tentu saja sangat senang menemukan bayi yang akan ditinggalkan Pushkar tersebut. Mereka membawanya pulang dan memutuskan akan mengadopsinya.

Sementara itu, Ichcha dan Veer, setelah kehilangan anak *mengira anaknya sudah meninggal sesuai laporan suster*, memutuskan tidak akan memiliki anak lagi. Mereka merasa itu pertanda dari Tuhan bahwa mereka harus memusatkan perhatian mereka pada dua anak angkat mereka, Kanha dan Mukhta.

Ichca Veer Terpukul Karena Kehilangan Bayi
Ichcha Veer Sangat Terpukul karena bayi mereka dikira meninggal

Rathore-Tapasya mengadakan pesta, menyambut kedatangan bayi adopsi mereka. Bayi adopsi itu mereka namai Yuvraj.

Ichcha juga hadir dalam pesta yang diadakan Tapasya tersebut. Saat Yuvraj ditinggal sendirian, kemudian menangis karena lapar, terjadilah kontak bathin ibu-anak. Naluri Ichcha sebagai ibu tentu saja bekerja, ia menghampiri Yuvraj dan menyusuinya.

Melihat apa yang dilakukan Ichcha, Tapasya marah besar. Si Nani pun kembali dengan kebiasaannya melontarkan kata-kata hinaan untuk Ichcha.

Entah karena ikatan bathin dengan anak yang baru dilahirkannya, beberapa hari setelah pesta tersebut, Ichcha kembali mengunjungi rumah Tapasya dan kembali menyusui Yuvraj. Rathore memahami kondisi Ichcha yang juga baru kehilangan bayi yang dilahirkan, tapi tidak Tapasya. Ia melotot marah pada Ichcha. Ichcha hanya bisa meminta ma’af dan keluar.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :