Kalimat Renungan: Merasa Hebat, Menyombongkan Diri Pada Mereka Yang Kurang Mampu?!


Kawans, tulisan ini hanyalah sebuah catatan bagi dizaz, sebagai kalimat untuk direnungkan. Kadang, saat emosi sedang down, kita sering lupa, mudah tersulut oleh hal-hal kecil. Mungkin itu sebabnya para tetua dulu menganjurkan anak-anaknya yang terlihat galau, untuk lebih mendekatkan diri pada keyakinan yang dianut. Bagi seorang muslim, diminta untuk berwudhu dan tunaikan sholat. Bagi mereka yang beribadah ke Vihara, kuil, gereja, diminta untuk ke tempat ibadah masing-masing, daripada menenangkan diri dengan berkeliaran di keramaian.

Kalimat Renungan, Merasa Hebat, Sombong Pada Orang Kecil

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang bapak yang mengeluh pada salah satu tetangga, *saya nguping pembicaraan mereka :mrgreen: *, si bapak ini minta pasir bekas ayakan yang sudah tidak dipergunakan lagi oleh tetangga *baru selesai berbenah teras rumahnya* untuk nimbun lantai warung tempat istrinya berdagang. Terjadilah dialog seperti berikut:

Si bapak: “siapa sih itu *nunjuk rumah tetangga lainnya, yang juga habis berbenah*, belagu amat gayanya”.

Tetangga: “o, kampungnya didaerah ,,,, tetangganya bapak R. Emang ada urusan apa sampeyan sama dia?”.

Si bapak: “suaminya minta dibeliin karung plastik untuk tempat pasir bekasnya, saya beliin. Kata dia, nanti duitnya minta ibu. Saya setuju aja, malah dia minjam serok bapak untuk masukin pasirnya. Semalam, saya ke rumahnya, minta uang karung ke istrinya. Eh, istrinya marah-marah, siapa yang suruh, dia ga mau bayar, ambil aja lagi karungnya, pasirnya dituangkan aja. Lha, yang masukin pasir suaminya, saya cuma bantu beliin karung, giliran duitnya ditagih, malah memarahi saya. Bukan nanya lakinya. Saya bilang, udah bu, saya ikhlasin aja uang karungnya, kalau mau nuangin pasirnya, biar suami ibu aja. Tak tinggal. Gayanya sombong amat. Dia malah ingin tau kenapa saya beresin pasir milik bapak, saya bilang itu karena saya minta dan dikasih”.

Tetangga: “udah, nanti saya ganti uang sampeyan. Si ibu itu memang suka seperti itu, kalo tidak dia yang buat kesepakatan. Dia juga pernah marahin toko material gara-gara pasir yang dia pesan, di turunkan orang-orang kampung. Padahal sebelumnya, kulinya udah ijin ke dia dan dia setuju, giliran diminta upah seikhlasnya, dia ga mau bayar, katanya itu tanggung jawab yang jual pasir. Si ibu sampe nelpon tempat ia beli pasir dengan suara terdengar kemana-mana, minta di potong pembeliannya dua puluh ribu, buat upah yang nuruni. Sopir pick-up yang ngantar pasir, hanya bisa bengong, karena biasanya itu tanggung jawab pembeli, dia cuma ngantar. Kuli yang nurunin pasir, ucapannya sama kayak sampeyan, udahlah bu, kami ikhlasin aja”.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :

Iklan

3 responses to “Kalimat Renungan: Merasa Hebat, Menyombongkan Diri Pada Mereka Yang Kurang Mampu?!

  1. Menurut mereka yang berpikiran bijak, kesombongan adalah awal dari sebuah kehancuran. Saat ‘pemilik’nya mengambil yang sudah dititipkannya, kita takkan bisa berbuat apa-apa.

    Suka

  2. Ping-balik: [Inspirasi] : Kecewa Karena Kenyataan Tak Sesuai Harapan? | Dizaz·

Gimana Menurutmu Kawans? :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s