Polisi membawa Avinash. Sebelum pergi, Avinash mengancam Ichcha bahwa ia akan segera kembali dan membuat perhitungan dengannya. Damini dan Ichcha merasa ngeri. Damini kemudian menemui tuan M, ia dan putrinya akan mengambil cuti. Setelah apa yang terjadi, mereka tidak aman lagi tinggal di rumah itu. Tuan M meyakinkan Damini, tidak ada yang akan terjadi pada mereka, jadi tidak perlu kemana-mana.

Damini menjelaskan bahwa ia telah banyak melalui banyak kesedihan saat melayani majikan sebelumnya, ia tidak ingin mengulangi hal itu lagi. Damini menambahkan bahwa berkah apapun yang telah mereka punya dalam kehidupan ini, selalu berubah menjadi kutukan pada mereka, mereka tidak tau kenapa. Sekarang mereka tidak punya kekuatan lagi untuk melalui hal yang sama lagi. Tuan M mendengarkan semua keluh kesah Damini.

Sementara di kantornya, Veer sangat depresi. Ia merokok sambil terus memandangi foto Ichcha. Veer yang melamun sembarangan melempar puntung rokoknya ke bagian belakang. Karena banyak kertas, api menyala tanpa disadari Veer. Saat nafasnya mulai sesak karena asap, Veer baru menyadari bahwa ruangannya sudah terbakar. Saat itulah ia menyadari ada seorang gadis yng terbatuk dan lemas. Dalam pandangan Veer si gadis adalah Ichcha, ia berusaha menuju ke tempat gadis tersebut. Saat mencapai si gadis dan melihat wajahnya, ternyata bukan Ichcha.

Veer bertanya siapa nama gadis itu. Si gadis menjawab bahwa ia adalah asistennya, Madhura. Veer menanyakan kenapa ia datang terlambat. Madhura menjelaskan ia ada pekerjaan. Veer jadi merasa ga enak kerena sudah membuat si gadis lemas karena asap yang dipicu puntung rokoknya, ia menawarkan untuk mengantar Madhura pulang. Madhura menolak secara halus.

Di rumah Thakur, Jogi memberitau Divya bahwa tadi Rathore berkunjung dan memberi kabar tentang Tapasya, mereka berdua akan menikah. Divya sangat bahagia. Tapi Jogi berkata tegas bahwa keluarga mereka tidak akan menghadirinya. Tiba-tiba Nani muncul dengan berita bahwa anak Tapasya hilang. Jogi dan Divya jadi panik, mereka langsung menghubungi polisi.

Damini menemui tuan M untuk berpamitan. Si tuan meminta mereka tinggal demi Kanha. Damini jadi bingung. Kanha menemui Ichcha dan bertanya apakah ia dapat menelpon Maiya karena sudah menjadi ibu Yashodanya. Ichcha jadi menangis, meyakinkan Kanha bahwa Kanha bisa melakukan hal itu.

Saat masuk sebuah bank, Veer tanpa sengaja menabrak seseorang hingga menjatuhkan dompet. Veer pun mendekati orang tersebut untuk mengembalikan dompet yang jatuh. Di dalam dompet itu ada foto Rathore dan Tapasya, tapi Veer tak memperhatikannya. Veer meneruskan langkah masuk ke dalam bank.

Di rumah Mukherjee, Kanha mengadukan pada Ichcha bahwa Ammo bermaksud meninggalkan rumah, apa Ichcha juga. Damini muncul dan memberitau Ichcha bahwa ia tidak ingin sejarah terulang lagi seperti sebelumnya. Mereka membuat kesalahan yang sama dengan tetap tinggal di rumah Jogi, hingga mereka menghadapi konsekuensi yang cukup berat. Sekarang mereka tidak bisa melakukan kesalahan yang sama.

Ichcha kembali bertanya pada Damini alasannya mneinggalkan rumah Jogi. Damini tidak menjawab, tapi bergumam pada dirinya sendidir, lebih baik Ichcha tidak mengetahui alasannya meninggalkan rumah, betapa kejinya tuduhan yang sudah dilancarkan Divya dan Nani. Damini kembali mengingatkan Ichcha untuk tidak mengulangi kesalahan dalam hidup mereka. Ichcha meyakinkan Damini bahwa hal itu tidak akan terjadi di rumah ini.

Damini kemudian memberi alasan bahwa mereka harus kembali ke tempat dimana mereka menemukan bayi sebelumnya, untuk mencari tau orangtua dari si bayi. Mereka tidak bisa menjaga bayi itu selamanya, itu tidak adil. Ichcha tidak sepenuhnya yakin, tapi tetap setuju dengan pendapat Ammonya.

KLIKANGKA”  Halaman, dibawah  artikelTERKAITuntuk membaca kelanjutannya :